Minyak light sweet di level US$100.02 per barel setelah industri manufaktur di Eropa dan China tercatat melemah serta keluarnya angka Jobless Claims yang melebihi estimasi.
IHSG kemarin (1/12) ditutup naik 66 poin (+1.77%) ke level 3,781.10 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar regular sebesar Rp596 miliar dengan saham yang paling banyak di beli a.l. ASII, PGAS, SMGR, UNTR dan BBNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, IHSG menguat dalam empat hari berturut-turut didukung dengan peningkatan volume transaksi.
Namun, penguatan IHSG kemarin (1/12) tertahan oleh garis resistance downtrend jangka menengahnya.
Apabila IHSG berhasil berhasil break dari garis resistance downtrend-nya itu, maka IHSG berpotensi untuk menguji level resistance selanjutnya di 3,833.
Indikator stochastic bergerak uptrend meninggalkan area oversold sementara MACD berpotensi membentuk golden cross.
Pada perdagangan Jumat (2/12), IHSG diperkirakan akan terkonsolidasi dikisaran 3,748-3,883 dengan saham-saham yang diperhatikan a.l. AKRA, CTRS dan UNTR.
(etr/ang)











































