Indosurya: IHSG Waspada Koreksi

Indosurya: IHSG Waspada Koreksi

- detikFinance
Selasa, 06 Des 2011 08:07 WIB
Jakarta - IHSG menguat 0,95 poin (0,03%) di level 3.780,79. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,11 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,01 triliun. Sebanyak 92 saham naik, 117 saham turun, dan 105 saham stagnan.

LQ-45 naik 0,02% ke level 669,62 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,23% ke level 529,43. Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali oleh indeks perdagangan yang naik 0,98% ke level 572,96; indeks industri dasar naik 0,84% ke level 386,01; indeks aneka industri naik 0,49% ke level 1.269,86; indeks
manufaktur naik 0,40% ke level 969,21; indeks konsumer naik 0,08% ke level 1.320,05; dan indeks keuangan naik 0,07% ke level 493,64. Sementara pelemahan pada indeks infrastruktur yang turun 0,98% ke level 694,86; indeks pertambangan naik 0,55% ke level 2.560,69; indeks perkebunan turun 0,33% ke level 2.166,46; dan indeks properti turun 0,24% ke level 210,27. Indeks DBX dan ISSI menguat namun, MBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 287,99 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,17 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 881,9 miliar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 550 ke Rp 71.550; Central Omega Resources (DKFT) naik Rp 370 ke Rp 1.880; Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 350 ke Rp 7.850; Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp 350 ke Rp 4.400; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 17.900; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 300 ke Rp 15.400; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke level Rp 9.650; Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 200 ke Rp 3.800; dan Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 150 ke level Rp 6.150.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG berhasil menguat, meski tipis, pada perdagangan kemarin setelah merespon positif mayoritas bursa Asia Pasifik yang menguat. Sepanjang perdagangan, IHSG bolak balik antara zona positif dan negatif karena investor masih wait and see terhadap perkembangan sentimen yang ada, terutama dari Uni Eropa. Adaya sentimen positif dari langkah Pemerintah Italia yang menyetujui rencana penghematan untuk 3 tahun ke depan setidaknya mampu menghapus sentimen negatif dari penurunan bursa saham AS di akhir pekan kemarin. Penguatan IHSG pun membawa berkah bagi pencatatan perdana saham PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) yang dibuka naik 6,25% menjadi Rp425 dari harga penawaran Rp400/saham. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.791,54 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.762,63 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.780,79. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 9,065/US$ dari sebelumnya Rp 9,103/US$ yang dipicu sikap investor wait and see terhadap beberapa momen penting yang akan terjadi pekan ini baik dari eksternal maupun internal, diantaranya kekhawatiran akan pencapaian solusi pada KTT Uni Eropa di akhir pekan ini. Kecemasan tidak tercapainya kata sepakat terus membayangi pasar. Padahal sentimen dari Italia yang mengajukan program penghematan fiskal lebih lanjut yang akan diajukan ke Parlemen cukup positif. Di sisi lain, Pemimpin Merkozy akan mengagendakan pertemuan sebagai persiapan untuk menghadapi pertemuan puncak Uni Eropa di akhir pekan ini. Apresiasi Rupiah pun juga tertahan oleh melambatnya inflasi Indonesia pada November 2011 ke level 0,34% (MoM) dan 4,15% (YoY) yang akan membuka peluang pemangkasan kembali BI rate oleh BI, baik 25 bps maupun 50 bps.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali China, Taiwan, India, Singapura, dan New Zealand. Pergerakan ini dipicu ekspektasi positif KTT Eropa di akhir pekan ini akan menghasilkan solusi krisis utang. Tetapi, seperti biasa, investor terlihat wait and see serta lebih berhati-hati karena juga menunggu hasil pertemuan ECB soal kebijakan moneter. Pasar mengekspektasikan akan terjadi kembali penurunan suku bunga acuan. Penguatan bursa saham Asia juga dipicu kenaikan data-data pekerjaan di AS, seperti Nonfarm Payrolls dan Private Nonfarm Payrolls . Selain itu, data pengangguran AS pun tercatat turun menjadi 8,6%. Di sisi lain, investor juga berharap Beijing akan terus melonggarkan kebijakan moneter. Kenaikan dialami saham eksportir dan ritel yang memimpin keuntungan. Saham-saham di sektor eksportir pun juga menguat dipicu langkah-langkah penghematan Italia. Meski menguat namun, bursa saham Asia mendapat sentimen negatif dari rilis Indeks Purchasing Manager (PMI) HSBC
sektor jasa China yang anjlok ke 52,5 dari 54,1 untuk November. Penurunan ini di sisi lain bisa membuat China dapat menggunakan kebijakan yang ditargetkan pada usaha kecil dan sektor jasa untuk menjaga pertumbuhan PDB di atas 8% untuk tahun mendatang. PMI resmi China untuk sektor non-manufaktur turun ke 49,7 (November) dari 57,7 (Oktober). Selanjutnya, Dagong Global Credit Rating Beijing telah mempertahankan rating kredit China meskipun adanya kekhawatiran hardlanding ekonomi China. Dagong mempertahankan rating AAA untuk utang mata uang asing Cina dan rating AA untuk utang mata uang lokal negara. Di sisi lain, Moody's menetapkan rating Aa3 untuk utang China dan S&P menetapkan rating AA- untuk utang jangka panjang China. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu AIG Service Index Aussie di level 47,7 dari sebelumnya 48,8; Company Gross Operating Profits (QoQ) Aussie di level 4,8% dari sebelumnya 7,3%; dan CPI (YoY) Taiwan di level 1% dari sebelumnya
1,2%.

Bursa saham Eropa ditutup menguat yang dipicu sejumlah sentimen positif, diantaranya sikap Pemerintah Italia yang menyetujui rencana penghematan untuk 3 tahun ke depan dalam pembahasan Minggu malam (4/12). Keputusan ini menjadi penting dalam menyelamatkan ekonomi Uni Eropa, secara umum, dari kehancuran. Selain itu, juga penting untuk memperkuat kredibilitas pada perekonomian Italia sehingga dapat mengelola beban utang yang sangat tinggi dan mengurangi beban krisis untuk generasi yang akan datang di Italia. Paket penghematan tersebut berisi pemangkasan belanja, kenaikan pajak, dan reformasi pensiun. Meski di rasa tidak enak, namun hal ini sangat penting untuk menjamin momentum dalam reformasi ekonomi dan pembaruan politik di Italia. Menjelang akhir pekan, para petinggi negara-negara Uni Eropa akan melakukan pertemuan di Brussels. Sentimen positif ini cukup membawa bursa-bursa saham Eropa menguat. Investor juga berharap tercapai solusi krisis dari hasil pertemuan pemimpin Prancis dan Jerman menjelang KTT Uni Eropa. Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi dan perbedaan diantara mereka soal rencana pembahasan dalam KTT tersebut. Pada Minggu kemarin beredar kabar, posisi Jerman dalam Program Mekanisme Stabilisasi Eropa (ESM) telah melunak. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Service PMI Perancis di level 49,6% dari sebelumnya 49,3%; Service PMI Jerman di level 50,3% dari sebelumnya 51,4%; Service PMI Eropa di level 47,5 dari sebelumnya 47,8; Service PMI Inggris di level 52,1 dari sebelumnya 51,3; dan Retail Sales (MoM) Eropa di level 0,4% dari sebelumnya -0,6%.

Bursa kawasan Amerika menguat kecuali Chile dan Venezula yang dipicu harapan positif investor terhadap pertemuan Merkozy menjelang pertemuan para petinggi Uni Eropa dalam KTT di akhir pekan ini. Penguatan DJIA dipimpin saham JPMorgan Chase & Co dan saham Bank of America. Sedangkan kenaikan indeks S&P dipimpin sektor keuangan dan energi. Pasar juga merespon positif keputusan pemerintah Italia yang menyetujui paket penghematan anggaran untuk 3 tahun ke depan, senilai €30 miliar (US$40,3 miliar). Tetapi, kenaikan ini dirasa masih tertahan karena investor juga mencermati rencana S&P yang akan men-downgrade 17 negara Eropa. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Factory Orders (MoM) AS di level -0,4% dari sebelumnya -0,1%; dan ISM Non- Manufacturing Index di level 52 dari sebelumnya 52,90.

Pada perdagangan Selasa (6/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.749-3.765 dan resistance 3.794-3.807. IHSG berhasil menguat meski tipis dan membentuk doji . Posisi candle masih masih di sekitar middle bollinger bands . MACD masih bergerak naik setelah terbentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba menyentuh area overbought. Meski IHSG berpotensi menguat namun, investor tetap waspada bila terjadi koreksi sedikit karena respon negatif rencana downgrade negara-negara Eropa.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads