OSK Nusadana: Tekanan Jual Masih Terlihat

OSK Nusadana: Tekanan Jual Masih Terlihat

- detikFinance
Rabu, 07 Des 2011 10:26 WIB
Jakarta - IHSG bergerak melemah pada perdagangan selasa kemarin, dan ditutup melemah dengan penurunan sebanyak 28 point dan tutup di level 3,752.6 (-0.74%). Beberapa saham yang menjadi penggerak market untuk hari ini adalah TLKM, UNVR, JSMR, BUMI, ASII dan AALI. Sementara pemberat IHSG adalah GGRM, BBCA, BBRI, BMRI dan CPIN. Asing tercatat masih melakukan net buy sebesar Rp 296 Miliar, dengan saham yang paling banyak diburu adalah BUMI, ASII, UNTR, dan SMGR. Sementara dari regional, bursa-bursa Asia juga cenderung mengalami penurunan, menyusul sentimen mengenai penurunan rating terhadap negara-negara di Eropa oleh S&P yang menyebabkan harga obligasi sejumlah negara di Eropa kembali tertekan. Nikkei ditutup turun -1.39%, Hang Seng -1.24%, dan KOSPI -1.04%. Semalam, bursa regional bergerak mix dengan Dow +0.43%, FTSE +0.01%, dan DAX -1.27%. Sementara harga Oil WTI menguat ke USD101.2/brl.

Trading Idea
Kenaikan harga komoditas seperti Oil dan CPO akibat spekulasi pasar jika US dan Eropa mengeluarkan embargo terhadap Iran, memberikan sentimen negatif terhadap harga minyak. Saham-saham berbasis minyak dan CPO, kemarin mengalami kenaikan ditengah penurunan IHSG. MEDC ditutup di harga Rp2475 (+1.02%), AALI tutup di harga Rp22,250 (+1.13%), dan GZCO tutup di Rp270 (+3.84%).

MEDC masih menarik untuk dikoleksi melihat perusahaan ini adalah pemain Oil dan gas terbesar yang terdaftar di IHSG. Fundamental target price untuk MEDC ada di kisaran Rp3200, merefleksikan PE12f 11.9x dan PBV12f 1.1x.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AALI adalah perusahaan plantation (CPO) dengan market kapitalisasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan laporan keuangan 3Q11 kemarin, emiten melaporkan pertumbuhan laba sebesar 57% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelum nya. Kami merekomendasikan Buy on weekness untuk AALI, melihat harga saat ini sudah mendekati target price konsensus AALI yang sebesar Rp 23,000.

Laba bersih GZCO per September 2011 meningkat 29% dari periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didukung oleh penjualan yang meningkat sebanyak 22%. Saat ini GZCO diperdagangkan cukup murah dengan PE 6.8x, masih dibawah rata-rata industri yang sebesar 10.9x. Berdasarkan konsensus di Bloomberg, fair value untuk GZCO ada di harga Rp380.

Technical view: IHSG hari ini cenderung konsolidasi dengan perkiraan support terdekat sekitar level 3,733.51 dan resistance sementara di level 3,770.59. Secara umum tekanan jual masih terlihat di IHSG mengingat indikator teknikal masih memperlihatkan pergerakkan negatif. Dengan daily risk saat ini sekitar level 50.84 % dan jika IHSG tidak mampu bertahan minimal di level 3,752.05 diperkirakan koreksi akan berlanjut dengan strong support minggu ini di level 3,714.97.
1. Bumi Resurces (BUMI), SoS
2. Gudang Garam (GGRM), BoW
3. Unilever Indonesia (UNVR), SoS

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads