Indosurya: IHSG Belum Kuat Tembus Trend Bullish

Indosurya: IHSG Belum Kuat Tembus Trend Bullish

- detikFinance
Kamis, 08 Des 2011 08:22 WIB
Jakarta - IHSG menguat 40,56 poin (1,08%) di level 3.793,24. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,29 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,05 triliun. Sebanyak 173 saham naik, 61 saham turun, dan 87 saham stagnan. LQ-45 naik 1,06% ke level 671,49 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,94% ke level 532,71.

Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali oleh indeks perdagangan yang naik 2,14% ke level 582,92; indeks industri dasar naik 1,72% ke level 386,99; indeks aneka industri naik 1,64% ke level 1.289,89; indeks keuangan naik 1,24% ke level 493,46; indeks properti naik 1,16% ke level 210,72; indeks manufaktur naik 1,05% ke level 969,64; indeks pertambangan naik 0,87% ke level 2.570,79; indeks perkebunan naik 0,78% ke level 2.172,34; indeks infrastruktur naik 0,27% ke level
699,07; dan indeks konsumer naik 0,15% ke level 1.302,36. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 1,57 triliun dengan total pembelian asing Rp 2,82 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,24 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho Pharmaceutical indonesia (SQBI) naik Rp 9.500 ke Rp 127.500; Astra International (ASII) naik Rp 1.300 ke Rp 72.950; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 500 ke Rp 15.800; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 39.200; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 600; Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 100 ke Rp 7.950; Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp 100 ke level Rp 4.500; United Tractors (UNTR) naik Rp 100 ke Rp 25.350; dan Astra International (ASII) naik Rp 100 ke level Rp 71.650.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melihat pergerakan mayoritas bursa saham Asia Pasifik yang dibuka positif, IHSG pun sejak awal hingga akhir perdagangan mampu bertahan di zona positif. Harapan lebih terhadap hasil KTT Uni Eropa jelang akhir pekan nanti mewarnai perdagangan bursa saham Asia yang juga berimbas positif terhadap IHSG. Penguatan juga dipicu positifnya bursa saham AS, meski relatif sideways , seiring spekulasi atas berita Financial Times bahwa petinggi Uni Eropa akan menyiapkan dana lebih besar untuk program bailout negara-negara bermasalah dimana akan diputuskan pada pertemuan KTT nanti. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.793,49 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.753,37 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.793,24. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik tajam seiring adanya transaksi pembelian saham AMRT di pasar negosiasi senilai Rp 1,544 triliun yang difasilitasi oleh broker YU dan CG. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI stagnan di level Rp 9.083/US$ yang dipicu imbas dari ancaman downgrade S&P terhadap sejumlah negara di Eropa. Meski demikian, pelaku pasar juga mengekspektasikan positif KTT Uni Eropa dengan ekspektasi perubahan pakta Lisabon untuk mendisiplinkan fiskal wilayah Eropa. Kecemasan makin tinggi setelah Jerman termasuk yang akan di downgrade dari level saat ini (AAA). Pasar juga mengantisipasi langkah pengamanan zona Euro setelah ada kunjungan dari MenKeu AS,Geithner, yang masih mendesak para petinggi Uni Eropa untuk segera menuntaskan penyebaran krisis.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali New Zealand, Pakistan, dan Vietnam. Pergerakan ini dipicu adanya harapan positif bahwa para pemimpin Eropa setuju untuk meningkatkan dana EFSF untuk mengakhiri krisis utang. Pelaku pasar juga mencermati langkah ECB yang akan mengadakan pertemuan kebijakan rutin pada Kamis, di mana diperkirakan akan memotong suku bunga. Indeks Nikkei menguat di tengah harapan bahwa peringatan dari S&P akan memacu para pemimpin zona euro untuk menyetujui dana talangan. Di sisi lain, terdapat pula sentimen negatif dari perkiraan tingkat pertumbuhan ekspor China di bulan November yang melambat dibandingkan Oktober. China akan merilis data perdagangan bulan November pada Sabtu (10/12).

Para ekonom memperkirakan, pertumbuhan ekspor tersebut berada di level terendah dalam 2 tahun terakhir. Sebelumnya pertumbuhan ekspor bulan Oktober mencapai 15,9%. Bahkan, Departemen Perdagangan China mengatakan ekspor China akan menghadapi masa sulit pada tahun 2012 karena menurunnya pesanan dari luar negeri dan meningkatnya biaya produksi. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu AIG Construction Index Aussie di level 39,6 dari sebelumnya 39,7; dan Leading Index Jepang di level 91,5 dari sebelumnya 91,6%.

Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Portugal, Irlandia, dan Iceland. Padahal di awal perdagangan, mayoritas bursa saham Eropa bergerak di zona hijau dengan optimisme para pemimpin Uni Eropa akan menyetujui tindakan tegas mengatasi krisis. Tetapi, pasar berbalik arah setelah mendapat berita Jerman yang menolak menggabungkan dana bailout . Di sisi lain, petinggi ECB mengusulkan adanya fiscal compact . Rancangan itu menyebutkan kebijakan fiskal yang kuat dapat diadopsi secara sederhana dengan mengubah sebuah protokol, sebuah prosedur yang dibutuhkan konsensus nasional tetapi tidak memerlukan perubahan besar dalam traktat Uni Eropa. Adapun usulan tersebut yaitu: Setiap anggota zona euro harus memiliki defisit anggaran di bawah 3% dari GDP dan utang nasional di bawah 60%. Sebuah aturan ketat harus dicantumkan dalam legislasi nasional untuk menjamin keseimbangan anggaran dalam jangka menengah. Dana penyelamatan utang zona euro diberikan izin dari bank untuk meminjam secara langsung dari ECB. Komisi Eropa harus mendapatkan wewenang untuk secara otomatis menentukan langkah yang cermat terhadap negara yang membutuhkan bantuan pembayaran utang. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Trade Balance Perancis di level US$ -6,2 miliar dari sebelumnya US$ -6,6 miliar; Produksi Industri (MoM) Italia di level -0,9% dari sebelumnya 4,6%; Produksi Industri (MoM) Inggris di level -0,7% dari sebelumnya 0%; Produksi Manufaktur (MoM) Inggris di level -0,7% dari sebelumnya -0,1%; dan Produksi Industri (MoM) Jerman di level 0,8% dari sebelumnya -2,8%.

Bursa kawasan Amerika bervariatif kecuali indeks Nasdaq, Kanada, Meksiko, dan Argentina yang dipicu sikap pelaku pasar yang masih optimis terhadap penyelesaian krisis utang Uni Eropa. Apalagi beredar kabar kelompok G20 sedang mempertimbangkan untuk menyiapkan dana US$600 miliar untuk bailout Uni Eropa melalui IMF. Tetapi, penguatan di awal perdagangan akhirnya tertahan setelah IMF membantah rumor tersebut. Investor juga mendapat kabar ECB akan mengumumkan serangkaian tindakan untuk melawan krisis usai pertemuan KTT. Tindakan tersebut termasuk melonggarkan kriteria jaminan sehingga adanya akses lebih ke dana ECB yang murah dan menawarkan pinjaman jangka panjang. Data ekonomi yang dirilis diantaranya MBA Mortgage Applications di level 12,8% dari sebelumnya -11,7%.

Pada perdagangan Kamis (8/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.740-3.767 dan resistance 3.807-3.815. IHSG hampir membentuk white marubozu. Posisi candle sedikit melewati middle bollinger bands. MACD masih tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba menembus area overbought. Sentimen positif belum sepenuhnya kuat membuat IHSG mendekati tren bullish-nya. Untuk itu perlu diwaspadai sentimen-sentimen yang keluar yang dapat membalikkan arah pasar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads