Jakarta - IHSG menguat tajam sebesar +1.1% ke level 3,793.24. Pasar mengantisipasi positif Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa dengan ekspektasi perubahan pakta Lisabon untuk mendisiplinkan fiskal di zona Eropa. Pada saat yang sama, pasar mendapat angin segar dari kabar bahwa International Monetary Fund (IMF) telah menggelontorkan dana bantuan ke Yunani sebesar EUR 2.2 miliar. Beberapa saham yang menguat signifikan antara lain BBCA. Dalam pernyataannya, BBCA menyebutkan BBTN akan menggunakan fasilitas pinjaman sebesar IDR 2 triliun untuk ekspansi bisnisnya, yaitu untuk mendanai pinjaman perumahan. Kemarin BBCA ditutup menguat +2.5% ke level IDR 8,050, sedangkan BBTN ditutup menguat +1.6% ke level IDR 1,260. Saham lainnya yang menguat signifikan adalah SMCB. SMCB memperkirakan laba bersih akan naik 21% pada tahun ini menjadi IDR 1 triliun, hal ini didukung oleh meningkatnya penjualan semen sebesar 30% menjadi 7.3 metrik ton. Kemarin SMCB ditutup menguat +5.5% ke level IDR 2,100. Penguatan IHSG ini juga terjadi pada semua bursa di kawasan Asia Pasifik, Nikkei ditutup menguat 1.71%, Kospi ditutup menguat 0.87%, dan Hangseng ditutup menguat 1.58%. Kemarin Rupiah melemah tipis pelemahan rupiah masih dipicu warning dari Standard & Poor's Rating Service yang akan men-down grade peringkat utang 15 negara Uni Eropa termasuk Jerman. Padahal, Jerman masih memiliki rating AAA sehingga terjadi kecemasan jangka pendek. Rupiah ditutup pada level 9,038 per USD. Berdasarkan survei yang dilalukan Bloomberg terhadap 22 ekonom, 17 diantaranya memperkirakan BI rate akan tetap dipertahankan di level 6%.
Bursa Wall Street ditutup rebound. Optimisme terhadap upaya penyelesaian krisis Eropa masih menjadi katalis yang mendorong laju bursa saham Amerika Serikat (AS). Dow ditutup di level 12,196.40 naik +0.4%, S&P500 ditutup menguat +0.2% ke level 1,261.01. Sementara itu, China mulai khawatir dengan dampak krisis yang ditimbulkan oleh Eropa dan Amerika Serikat (AS). Kementerian Perdagangan China memperingatkan Negeri Tirai Bambu itu akan menghadapi guncangan yang sangat berat di bidang ekspor. Penjualan ke Eropa dan Amerika yang memiliki porsi 40% dari total ekspor China diramal tak akan pulih tahun depan. Oleh karenanya, China berencana menggenjot ekspor ke negara berkembang seperti Asia dan Amerika latin sebagai bantalan ekspor.
IHSG Cenderung Melemah (Range : 3,750 β 3,815). IHSG ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 3,793 yang dengan demikian indeks sementara ini masih mampu bertahan di atas MA 200 (3,750), candle yang membentuk white marubozu memungkinkan bagi indeks untuk kembali melanjutkan penguatannya dan bergerak menuju resistance level di 3,815 yang jika level tersebut kembali mampu dilewati dimungkinkan untuk menuju 3,860, namun jika indeks gagal bertahan di atas 3,790 kemungkinan dapat kembali menguji support level di 3,750. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan yang masih melemah.
(ang/ang)