Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali oleh indeks properti yang naik 2,69% ke level 217,22; indeks aneka industri naik 2,17% ke level 1.316,29; indeks infrastruktur naik 1,35% ke level 702,60; indeks manufaktur naik 1,14% ke level 971,97; indeks industri dasar naik 1,12% ke level 386,71; indeks keuangan naik 0,62% ke level 491,96; indeks pertambangan naik 0,59% ke level 2.552,04; indeks konsumer naik 0,26% ke level 1.288,04; dan indeks perkebunan naik 0,15% ke level 2.152,18.
Sementara pelemahan dialami oleh indeks perdagangan yang turun 0,07% ke level 578,09. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 186,37 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,57 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,75 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG mengawali pekan ini dengan kembali bergerak di zona positif setelah mendapat sentimen positif dari Uni Eropa yang berniat memperketat anggaran untuk melawan krisis. Sentimen tercapainya kesepakatan pengetatan anggaran yang terintegrasi di Eropa membuat para pelaku pasar optimistis. Mayoritas bursa saham Asia Pasifik pun ikut menguat sehingga berimbas positif bagi pergerakan IHSG. Level 3.800 pun sempat terlampui namun, akhirnya tidak sanggup bergerak lebih jauh. Apalagi setelah melihat indeks Hang Seng dan pembukaan bursa saham Eropa yang melemah. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.803,71 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.761,08 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.792,15. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.085/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.040/US$ yang disebabkan apresiasi US$ terhadap mata uang utama lainnya. Bagi investor pasar valas, justru masih merespon negatif hasil KTT Uni Eropa kemarin karena menilai KTT tersebut belum menghasilkan solusi yang benar-benar komprehensif mampu menyelematkan zona Euro untuk keluar dari krisis utang. Investor merasa masih banyak keraguan terhadap perkembangan ekonomi di Eropa yang memicu ketidakpastian. Dalam KTT, Jerman dan Perancis mendorong kebersamaan fiskal sehingga negara Uni Eropa sepakat untuk mendisiplinkan fiskalnya dan bisa mengurangi beban defisitnya. Tetapi, Inggris (non Euro) tidak sepakat. Tidak hanya itu, 3 negara lain di UE akan mendiskusikannya kembali dengan Parlemen. Sedangkan 17 negara anggota Uni Eropa dan 6 negara di luar zona Euro sepakat dengan kebersamaan fiskal itu. Lalu, Uni Eropa juga bersedia menyediakan dana sebesar β¬200 miliar untuk IMF untuk membantu negara-negara Eropa yang bermasalah secara fiskal. Di balik itu, ECB tidak bisa langsung mengintervensi fiskal negara anggota Uni Eropa. Dari nilai tersebut, β¬150 miliar di antaranya merupakan pinjaman dari ECB ke IMF dan β¬50 miliar berasal dari negara anggota Eropa di
luar zona euro. Dalam KTT tersebut juga tercapai kesepakatan lanjutan pembentukan institusi permanen sebagai lembaga bailout yang akan menggantikan EFSF dengan nama European Stability Mechanism (ESM).
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Hong Kong, China, Thailand, dan Sri Lanka. Pergerakan ini dipicu respon positif investor seiring langkah Uni Eropa memperbarui kesepakatan fiskalnya. Sebanyak 26 dari 27 pemimpin Uni Eropa di akhir pekan kemarin sepakat untuk membuat aturan anggaran yang ketat dan mengalokasikan dana sebesar β¬200 miliar dalam bentuk pinjaman bilateral kepada IMF untuk membantu mengatasi krisis. Indeks Hang Seng dan Shanghai melemah setelah para investor cemas atas respon kebijakan pemerintah Beijing usai publikasi data pertumbuhan industri yang melandai. Pelaku pasar pun pesimis bila Beijing akan melonggarkan kebijakan moneter untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, perkembangan Eropa juga membuat indeks KOSPI menguat dan dipimpin oleh saham-saham elektronik. Indeks ASX pun ikut naik dan dipimpin saham-saham energi dan pertambangan. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Home Loans (MoM) Aussie di level 0,7% dari sebelumnya 1,9%; Trade Balance Aussie di level US$ 1,6 miliar dari sebelumnya US$ 2,25 miliar; Household Confidence Jepang di level 38,1 dari sebelumnya 38,6; Machine Tool Orders (YoY) di level 15,9% dari sebelumnya 26%.
Bursa saham Eropa ditutup melemah yang dipicu sikap berbaliknya investor terhadap hasil keputusan KTT Uni Eropa karena kekhawatiran hasil tersebut yang mengharuskan penghematan anggaran akan menekan pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya investor merespon positif kesepakatan Uni Eropa melakukan aturan disiplin anggaran dan penyediaan dana β¬200 miliar untuk pinjaman bilateral yang disampaikan melalui IMF namun, investor merasa nanti dampaknya sangat negatif terhadap pertumbuhan ekonomi 2012 sehingga kemungkinan akan menyebabkan sulit mencapai target pertumbuhan dan laba perusahaan. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Wholesale Price Index (MoM) Jerman di level 0,7% dari sebelumnya -1%; dan House Price Index (MoM) Jerman di level 1,1% dari sebelumnya 1,3%.
Bursa kawasan Amerika ditutup melemah kecuali Meksiko, Panama, dan Venezuela yang dipicu kembalinya sikap skeptis investor terhadap perkembangan di Eropa. Pertemuan KTT Eropa kali ini memang menghasilkan keputusan yang setidaknya menunjukkan kemajuan dibandingkan beberapa pertemuan sebelumnya namun, investor merasa jalan mengatasi krisis tersebut masih panjang. Apalagi semalam Intel Corp. memangkas proyeksi keuntungan Q4-11 sehingga membuat pelaku pasar cepat take profit . Investor juga mencermati pernyataan lembaga pemeringkat seperti Moody's yang menyatakan, kesepakatan KTT Eropa tidak cukup untuk mengurangi kemungkian penurunan peringkat sovereign di wilayah Euro dalam jangka pendek dan menengah dan Fitch Ratings yang menyatakan, ketidakmampuan oleh para pemimpin Uni Eropa untuk merancang sebuah perbaikan menyeluruh untuk krisis utang di kawasan itu telah mengintensifkan tekanan pada peringkat utang negara kawasan Euro. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Industrial Production (YoY) Meksiko di level 3,3% dari sebelumnya 3,6%.
Pada perdagangan Selasa (13/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.743-3.767 dan resistance 3.810-3.828. IHSG membentuk menyerupai shooting star . Posisi candle sedikit di atas middle bollinger bands. MACD masih bergerak tipis dan tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali menyentuh area overbought. Diperkirakan IHSG bisa terkena imbas profit taking setelah melihat penutupan bursa saham AS dan Eropa yang negatif namun, investor disarankan untuk tidak melakukan penjualan secara masif dan bisa menggunakan kesempatan untuk masuk pada saham-saham unggulan yang masih terdiskon.
(qom/qom)











































