Indosurya: Laju IHSG Masih Tertahan

Indosurya: Laju IHSG Masih Tertahan

- detikFinance
Rabu, 14 Des 2011 07:30 WIB
Jakarta - IHSG melemah 28,57 poin (0,75%) di level 3.763,58. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,49 triliun unit saham dengan nilai total Rp 4,79 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 133 saham turun, dan 96 saham stagnan. LQ-45 turun 1,17% ke level 662,34 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,62% ke level 527,73.

Indeks sektoral saham bergerak melemah yang diawali oleh indeks perkebunan yang turun 1,97% ke level 2.109,71; indeks keuangan turun 1,69% ke level 483,66; indeks pertambangan turun 1,18% ke level 2.521,85; indeks infrastruktur turun 1,16% ke level 694,44; indeks konsumer turun 1,11% ke level 1.273,80; indeks perdagangan turun 0,52% ke level 575,08; dan indeks manufaktur turun 0,15% ke level 970,48. Sementara kenaikan pada indeks aneka industri yang menguat 0,11% ke level 1.317,70; indeks industri dasar naik 1,03% ke level 390,69; dan indeks properti naik 3,48% ke level 224,78. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 796,72 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,66 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,45 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 400 ke Rp 15.900; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 10.250; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 38.950; Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) naik Rp 240 ke Rp 1.210; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 12.250; Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) naik Rp 120 ke Rp 1.710; Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 100 ke level Rp 9.400; Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp 100 ke Rp 4.600; dan PP (PTPP) naik Rp 95 ke level Rp 500.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG kembali terjerembab di zona negatif setelah merespon penurunan pada mayoritas bursa saham Asia yang terpengaruh dari pelemahan bursa saham Eropa dan AS. Apalagi adanya rencana Moody's untuk mereview kembali rating utang negara zona Eropa dan pernyataan IMF bahwa pertemuan KTT Uni Eropa di Brussels tak memberikan solusi secara keutuhan menjadi sentimen negatif bagi bursa saham Asia, termasuk Indonesia. Kemarin, LPS memutuskan untuk kembali menurunkan tingkat bunga simpanan sebanyak 25 bps namun, tidak terlalu direspon pasar. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.791,43 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.742,59 (level terendahnya) di akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.763,58. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.090/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.085/US$ yang disebabkan sikap investor yang masih skeptis terhadap hasil KTT Uni Eropa akhir pekan lalu untuk pencegahan krisis utang lebih lanjut. Hal ini seiring sikap pelaku pasar Eropa yang justru menilai negatif hasil KTT. Pasar pesimis terhadap para pemimpin Eropa yang tidak cukup kuat dan tegas dalam mengambil kebijakan untuk mengatasi krisis utang. Tidak hanya itu, ancaman lembaga pemeringkat yang memberikan indikasi akan adanya downgrade terhadap negara-negara kawasan Eropa setelah para pemimpin Uni Eropa dinilai gagal dalam KTT turut mempengaruhi pasar. Di antaranya, Moody's yang menyatakan akan meninjau kembali peringkat utang 27 negara anggota Uni Eropa hingga Q1-12 dan juga menyatakan, hasil KTT akhir pekan lalu, tidak mengubah pandangannya soal ancaman perpecahan di zona Eropa. S&P pun juga sudah memberikan peringatan untuk memberikan downgrade pada 15 negara Eropa. Sama halnya, Fitch Rating pun juga menyatakan, KTT tersebut dianggap gagal dalam memberikan solusi yang komprehensif.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali Sri Lanka, India, Filipina, dan Bangladesh. Pergerakan ini dipicu kekhawatiran para pelaku pasar pada implementasi terhadap amendemen pakta Uni Eropa dan penegakan sanksinya serta belum adanya dukungan keuangan yang cukup guna menopang kejatuhan mata uang Euro lebih lanjut. Investor juga menilai langkah yang telah diambil para pemimpin Uni Eropa untuk membuat keseragaman fiskal masih belum dapat mengatasi masalah keuangan secara komprehensif. Apalagi setelah melihat Inggris yang menolak dan beberapa negara yang belum menyatakan sikap karena akan dibahas di parlemennya. Selain Moody's, Fitch Ratings juga siap memotong perkiraan pertumbuhan negara-negara di Asia tahun depan seiring krisis Eropa yang semakin sistemik membebani prospek market Asia. Bursa saham China ditutup melemah ditengah penantian hasil pertemuan tahunan pemerintah China. Bursa saham Hong Kong pun kembali turun terseret oleh pelemahan saham keuangan dan saham migas. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Tertiary Industry Activity Index (MoM) Jepang di level 0,6% dari sebelumnya -0,7%; NAB Business Confidence Aussie di level 2; dan Housing Start (QoQ) Aussie di level -6,8% dari sebelumnya -4,1%.

Bursa saham Eropa ditutup variatif dengan pelemahan pada Jerman, Perancis, dan Italia yang dipicu sikap investor yang kembali melakukan aksi beli setelah kemarin melemah karena pemberitaan dari KTT Uni Eropa yang dinilai gagal meredakan kekhawatiran pasar. Kenaikan dipicu sektor otomotif. Meski terdapat sejumlah kenaikan namun, akan terhambat kekhawatiran sebagian investor dengan kemungkinan Moody's mengumumkan hasil kajian rating negara Eropa pada Q1-12 dan pernyataan negatif dari lembaga pemeringkat lainnya. Di sisi lain, Pemerintah Swiss memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun depan menjadi 0,5% dari sebelumnya 0,9% seiring memburuknya perekonomian Eropa. Meski demikian, Pemerintah Swiss tidak takut penurunan besar selama kondisi buruk di Uni Eropa tidak berkepanjangan. Berita lainnya, hasil lelang obligasi Spanyol melebihi target karena berhasil menjual surat utang sebesar € 4,94 miliar (US$ 6,5 miliar). Data ekonomi yang dirilis diantaranya RICS House Price Balance Inggris di level -17% dari sebelumnya -24%; CPI (MoM) Perancis di level 0,3% dari sebelumnya 0,2%; CPI (YoY) Inggris di level 4,8% dari sebelumnya 5%; ZEW Economic Sentiment Jerman di level -53,8 dari sebelumnya -55,2; dan ZEW Economic Sentiment Eropa di level -54,1 dari sebelumnya -59,1.

Bursa kawasan Amerika ditutup melemah kecuali Brazil, Chile, dan Venezuela yang dipicu respon negatif investor terhadap The Fed yang dinilai tidak mengambil tindakan (refrained) untuk memacu pertumbuhan negara AS. Hal ini dnilai investor, The Fed tidak mengambil kebijakan apapun untuk menghalau dampak dari krisis. Bahkan The Fed hanya mengatakan, akan mempertahankan ekspansi tanpa lebih detil menguaraikannya. Data ekonomi yang dirilis diantaranya NFIB Small Business Optimism di level 92 dari sebelumnya 90,2; Retail Sales (MoM) di level 0,2% dari sebelumnya 0,6%; dan Economic Optimism di level 42,8 dari sebelumnya 40,6.

Pada perdagangan Rabu (13/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.717-3.740 dan resistance 3.789-3.814. IHSG membentuk menyerupai hammer namun, dengan body yang lebih panjang. Posisi candle sedikit di atas middle bollinger bands. MACD sedikit melemah dan tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic berbalik arah turun setelah menyentuh area overbought. Sentimen pasar yang masih bervariatif diperkirakan masih akan mempengaruhi pasar. IHSG pun terus bergerak sideways . Belum adanya faktor penggerak signifikan membuat laju IHSG masih akan tertahan.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads