First Asia Capital: IHSG Masih di Teritori Negatif

First Asia Capital: IHSG Masih di Teritori Negatif

- detikFinance
Kamis, 15 Des 2011 09:26 WIB
First Asia Capital: IHSG Masih di Teritori Negatif
Jakarta - Pasar saham masih bergerak dalam tren konsolidasi dengan rentang yang sempit. Kemarin IHSG sepanjang perdagangan bergerak di teritori negatif dengan rentang hanya 27 poin. Aksi beli selektif terhadap sejumlah saham lapis dua, seperti saham sektor semen, properti dan saham Grup Bakrie, tidak mampu membuat IHSG ditutup di zona positif. Hal ini diakibatkan aksi jual pelaku pasar lebih mendominasi saham-saham big-caps seperti ASII yang turun hampir 4%.

Sebaliknya saham-saham properti terutama yang bergerak di bidang kawasan industri, sektor semen, dan infrastruktur kembali diburu investor. Pelaku pasar merespon positif akan disahkannya RUU Pengadaan Lahan untuk Kepentingan Umum akhir pekan ini. UU ini akan mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek infrastuktur yang selama ini tertunda akibat pengadaan lahan.

Sementara itu kemarin Bank Dunia merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan menjadi 6,2% dari perkiraan sebelumnya sebesar 6,4%. Secara keseluruhan sentimen pasar masih didominasi oleh kekhawatiran terhadap penyelesaian krisis zona Euro. Nilai tukar Euro yang terus merosot terhadap dolar AS hingga di bawah USD1,30 dan yield obligasi Italia bertenor 5 tahun yang meningkat mencapai 6,47% hasil lelang kemarin kembali menekan pasar saham global tadi malam. Indeks DJIA di Wall Street kembali melemah 1,1% (merupakan penurunan dalam tiga hari terakhir). Pasar saham Eropa juga ditutup di zona negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelemahan di pasar saham global juga terjadi di sejumlah aset beresiko lainnya seperti pasar komoditas. Harga minyak mentah dunia di AS kemarin merosot hingga 5% menjadi USD94.95/ barrel. Penurunan ini merespon keputusan OPEC menaikkan batas produksi minyaknya menjadi 30.000 barrel per hari dan kenaikan nilai tukar dolar AS. Sejumlah harga komoditas lainnya seperti emas dan logam nikel dan timah juga merosot. Penurunan harga komoditas tersebut bisa berdampak negatif bagi pergerakan harga saham sektor pertambangan batubara, energi, perkebunan, dan logam pada perdagangan hari ini.

Dengan meningkatnya risiko pasar, perdagangan saham hari ini diperkirakan masih akan bergerak di teritori negatif. Namun aksi beli selektif diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan hari ini. Ini terutama dipicu aksi sejumlah fund lokal yang tampaknya mulai melakukan aksi window dressing menjelang perdagangan akhir tahun. Ini terutama bisa melanda saham-saham infrastruktur, industri dasar, properti, barang konsumsi, dan perbankan. Saham-saham di sektor tersebut memiliki kinerja usaha yang tumbuh positif sepanjang tahun ini. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dengan support pertama di 3730 dan support dua di 3717, sedangkan resisten di 3770.

IHSG S1 3.730 S2 3.717 ; R1 3.770 R2 3.790

Saham Pilihan :

  • BRMS 520 - 570 Buy on Weakness
  • BUMI 2100 - 2300 Buy on Weakness
  • ELSA 205 - 230 Sell on Strength
  • GJTL 2750 - 2950 Speculative Buy
  • SSIA 520 - 660 Sell on Strenght
  • ASII 68000 - 75000 Buy on Weakness
  • BBRI 6400 - 6800 Buy on Weakness
  • JSMR 4150 - 4275 Sell on Strength
  • ELTY 110 - 130 Sell on Strength
  • SMGR 10050 - 11500 Trading Buy
  • ENRG 148 - 174 Buy on Weakness
  • BBCA 7700 - 8200 Speculative Buy

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads