Dari pasar reguler tercatat perdagangan sebesar Rp 3,02 trilliun, dan investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar IDR 88.92 milliar. Pergerakan IHSG sendiri berjalan mixed dengan lima sektor berakhir di zona merah sedangkan sisanya berada pada zona hijau. Saham-saham yang memicu penurunan IHSG an tara lain sektor aneka industri yang turun 3.16%, diikuti oleh sektor perdagangan dan jasa turun 0.85% dan sektor infrastruktur turun 0.72%. Perdagangan kemarin berakhir negatif dengan 109 saham menurun pada akhir sesi, 100 saham berhasil naik dan 85 saham lainnya tidak beranjak pada posisi penutupan kemarin. Sementara itu pasar regional mengindikasikan bahwa mereka masih belum mampu keluar dari sentimen negatif yang belakangan melingkupi bursa Asia berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin. Saham-saham yang membuat IHSG semakin terpuruk ke dalam zona negatif adalah ASII, TMG, AMRT dan DSSA. Sedangkan saham-saham yang berada pada posisi top gainers antara lain DLTA, SMGR, INTP dan GDYR.
Saham-saham AS ditutup lebih rendah pada hari Rabu, mencatat penurunan 3 hari berturut-turut seiring kembalinya kekhawatiran akan pengaruh krisis utang Eropa pada ekonomi global. Investor juga melepas emas dan mata uang Euro. Biaya pinjaman (bond yield) Italia naik ke rekor tertinggi pada lelang obligasi kemarin, dan Euro turun ke level terendah dalam 11 bulan terhadap dolar AS. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 131.46 poin atau 1.1% menjadi 11,823.48, dengan 23 dari 30 komponennya menurun, dipimpin oleh produsen alat berat Caterpillar Inc. (CAT). Indeks S&P 500 turun 13.91 poin, atau 1.1%, menjadi 1.211,82, dengan sektor energi jatuh yang paling banyak dan sektor kesehatan turun paling kecil di antara 10 kelompok industri S&P yang semuanya ditutup melemah. Indeks Nasdaq Composite turun 39,96 poin atau 1.6%, menjadi 2.539,31.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/dnl)











































