Indosurya: IHSG Masuk Zona Positif

Indosurya: IHSG Masuk Zona Positif

- detikFinance
Jumat, 16 Des 2011 08:33 WIB
Jakarta - IHSG menguat 50,06 poin (1,33%) di level 3.701,54. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,34 triliun unit saham dengan nilai total Rp 4,04 triliun. Sebanyak 68 saham naik, 164 saham turun, dan 92 saham stagnan. LQ-45 turun 1,61% ke level 650,08 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,87% ke level 514,40.

Indeks sektoral saham bergerak melemah yang diawali oleh indeks aneka industri yang turun 3,66% ke level 1.229,29; indeks manufaktur turun 2,14% ke level 945,20; indeks perdagangan turun 1,96% ke level 559,04; indeks industri dasar turun 1,71% ke level 390,98; indeks konsumer turun 1,10% ke level 1.265,44; indeks keuangan turun 1,08% ke level 478,98; indeks pertambangan turun 1,06% ke level 2.492,01; indeks infrastruktur turun 0,57% ke level 685,49; dan indeks properti turun
0,25% ke level 224,73. Sementara penguatan pada indeks perkebunan yang naik 0,80% ke level 2.121,39. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 670,59 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,59 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,26 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Jaya Real Property (JRPT) naik Rp 325 ke Rp 2.025; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke Rp 21.000; Smart (SMAR) naik Rp 200 ke Rp 6.900; Citra Tubindo (CTBN) naik Rp 150 ke Rp 3.800; Arthavest (ARTA) naik Rp 100 ke Rp 500; Asuransi Ramayana (ASRM) naik Rp 50 ke Rp 840; Intiland Development (DILD) naik Rp 50 ke level Rp 260; Indosat (ISAT) naik Rp 50 ke Rp 5.300; dan Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 50 ke level Rp 6.100.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG masih melanjutkan pelemahannya pada perdagangan kemarin mengikuti pelemahan yang menerpa mayoritas bursa saham regional seiring perkembangan di Eropa yang dinilai makin komplikasi. Apalagi lelang surat utang Italia tenor 5 tahun menghasilkan yield yang naik di level 6,47% dimana sebelumnya dicapai pada November ketika menyentuh 6,3% dan level 6,88% untuk tenor 10 tahun. Selain itu, pelemahan juga dipicu respon negatif investor terhadap Fitch Ratings yang mendowngrade rating kredit 5 bank komersial Eropa; sikap The Fed untuk tidak melakukan apapun guna mendukung perekonomian AS di tengah adanya peringatan krisis yang bisa mengganggu perekonomian; dan anjloknya harga-harga komoditas. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.751,15 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.666,25 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.701,54. Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik
mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.135/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.090/US$ yang disebabkan respon negatif investor terhadap pemangkasan peringkat kredit di Eropa. Terutama langkah Fitch Rating yang menurunkan peringkat 5 bank besar di Eropa. Di sisi lain, lelang obligasi Italia mengecewakan pasar sehingga membuat pasar semakin menjauhi Euro dan memburu US$. Tidak hanya itu, kejatuhan harga komoditas minyak mentah dunia, setelah hasil pertemuan OPEC yang menyatakan tidak mengubah output produksinya turut membuat pasar sedikit kecewa. Akan tetapi, sedikit membaiknya indeks manufaktur Eropa memberikan sentimen positif kepada Rupiah meski tidak mengubah outlook Eropa. Indeks Manufaktur Eropa naik dari 46,4 ke 46,9 untuk bulan November. Sementara itu, indeks sektor jasa naik ke 47,5 ke 48,3.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali Australia, New Zealand, Thailand, dan Bangladesh. Pergerakan ini dipicu kembali khawatirnya investor akan kondisi krisis Eropa. Para investor melepas aset-aset berisiko dan beralih ke investasi aman seperti dolar AS dan obligasi. Pasar menilai pertemuan KTT Eropa pada pekan lalu gagal untuk menghasilkan solusi krisis utang. Apalagi diperparah dengan naiknya imbal hasil obligasi Italia bertenor 5 dan 10 tahun. Selain itu, sentimen negatif juga datang dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang menurunkan rating kredit 5 perbankan Eropa. Indeks Nikkei anjlok karena investor menunggu hasil lelang surat utang Spanyol untuk mencari petunjuk terbaru atas kemampuan Eropa dalam mengatasi krisis utang. Selain masalah di Eropa, keputusan OPEC yang menargetkan produksi 30 juta barel/hari turut membenamkan sejumlah bursa saham Asia Pasifik. Pelemahan pada harga tembaga, emas, minyak, pasar saham global dan euro pun turut memberikan sentimen negatif. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Tankan Large Manufactures Index Jepang di level -4 dari sebelumnya 2; Tankan Non-Manufactures Index Jepang di level 4 dari sebelumnya 1; dan New Motor Vehicle Sales (MoM) Aussie di level -0,7% dari sebelumnya 1,1%.

Bursa saham Eropa ditutup positif yang dipicu sikap investor yang kembali melakukan aksi beli dimana sebelumnya bergerak melemah karena merespon penurunan peringkat oleh Fitch dan ancaman Moody's. Investor menilai pelemahan saham-saham ini membawa harga tersebut menuju valuasi murah sehingga para investor melakukan akumulasi di harga bawah. Investor juga mengapresiasi lelang obligasi pemerintah Spanyol senilai €3,5 miliar (US$4,5 miliar) dengan jatuh tempo pada 2016,2020 dan 2021. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Manufacturing PMI Perancis di level 48,7 dari sebelumnya 47,3; Service PMI Perancis di level 50,2 dari sebelumnya 49,6; Manufacturing PMI Jerman di level 48,1 dari sebelumnya 47,9; Service PMI Jerman di level 52,7 dari sebelumnya 50,3; Manufacturing PMI Eropa di level 46,9 dari sebelumnya 46,4; dan Service PMI Eropa di level 48,3 dari sebelumnya di level 47,5.

Bursa kawasan Amerika ditutup menguat kecuali Brazil dan Meksiko yang dipicu respon positif terhadap data AS yang baik. Selain itu, investor juga terimbas penguatan mayoritas bursa saham Eropa seiring lelang obligasi Spanyol yang sukses mengangkat keyakinan investor. Tetapi, Data ekonomi yang dirilis diantaranya Initial Jobless Claims di level 366.000 dari sebelumnya 385.000; NY Empire State Manufacturing Index di level 9,5% dari sebelumnya 0,6%; dan Industrial Production (MoM) di level -0,2% dari sebelumnya 0,7%; dan Consumer Confidence di level -49,9 dari sebelumnya -50,3.

Pada perdagangan Jumat (16/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.621-3.661 dan resistance 3.746-3.800. IHSG membentuk three black crows . Posisi candle masih di sekitar middle bollinger bands . MACD sedikit melemah dan tertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic menjauhi area overbought. Sentimen pasar yang positif dari pasar Eropa dan AS setidaknya bisa membawa IHSG ke zona hijau pada perdagangan hari ini. Apalagi muncul berita positif di tengah minimnya sentimen dari kenaikan rating investment grade sehingga diharapkan bisa membuat IHSG kembali bertahan di teritori positif.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads