OSK Nusadana: Secara Teknikal, IHSG Cenderung Naik

OSK Nusadana: Secara Teknikal, IHSG Cenderung Naik

- detikFinance
Jumat, 16 Des 2011 09:54 WIB
Jakarta - IHSG kembali bergerak melemah pada perdagangan kemarin, dan ditutup turun 50 points dan tutup di level 3,701.5 (-1.33%). Beberapa saham yang menjadi pemberat market untuk hari ini adalah ASII, GGRM, BBCA, SMGR, dan BBRI. Sementara pemberat IHSG adalah TLKM, JPRT, BUMI, dan DILD. Asing kembali melakukan penjualan besar-besaran dalam jumlah yang besar yaitu net sell sebesar Rp 670 Miliar, dengan saham yang paling banyak dijual adalah ASII, ADRO, ITMG, HRUM, BBNI dan BBCA.

Value perdagangan pun relatif meningkat dengan value perdagangan Rp 4.4 Triliun dan Volume 8.6 juta lot turun dibandingkan volume di perdagangan hari-hari sebelum nya. Sementara dari regional, bursa-bursa Asia ditutup melemah Nikkei ditutup turun -1.66%, Hang Seng -1.78%, dan KOSPI -2.08%.

Penurunan IHSG pada perdagangan kemarin banyak dipengaruhi oleh sentimen yang datang dari luar negeri. Bernanke mengatakan bahwa The Fed tidak akan menambah bantuan dana kepada perbankan Eropa. Selain itu dikabarkan bahwa industri manufaktur di China kemungkinan juga akan mengalami pelemahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fitch menaikkan rating utang jangka-panjang RI menjadi BBB- dari sebelum nya BB+ dengan outlook stabil dengan beberapa pertimbangan yaitu; pertumbuhan ekonomi yang kuat, rasio utang yang relatif rendah, dan menguatnya likuiditas eksternal. Fitch juga memproyeksikan GDP growth Indonesia ke depan adalah >6% per tahun sampai dengan tahun 2013.

Semalam, bursa regional menguat dengan Dow +0.38%, FTSE +0.63%, dan DAX +0.98%. Data ekonomi yang posiftif di US menjadi pemicu kenaikan bursa di negara tersebut setelah beberapa terkoreksi. Sementara, harga komoditas masih terdorong penurunan harga, Oil WTI melemah ke USD93.8/brl (-1.14%) dan CPO turun -2.69%.

Trading Idea

Dengan dinaikan nya rating hutang jangka panjang menjadi BBB- diharapkan akan semakin menarik banyak minat investor ke dalam negeri. Selain aliran dana ke capital market dan pasar uang, foreign direct investment pun diharapkan akan meningkat.

Dengan penurunan IHSG di beberapa hari terakhir, membuat valuasi dari beberapa saham-saham unggulan menjadi lebih murah. Saham-saham seperti Perbankan diharapkan akan terkena impact positif lebih dulu. BMRI, BBRI, dan BBCA menjadi saham yang dapat dikoleksi. Sektor infrastruktur juga diharapkan masih dapat menguat, melihat foreign direct investment yang semakin deras mengalir di masa yang akan datang. WIKA, JSMR, dan SSIA masih layak untuk dikoleksi. Begitu juga saham dari property dan automotive seperti ASRI dan ASII.

Technical view: IHSG hari ini diperkirakan cenderung naik dengan menguji level resistance terdekat sekitar 3,748.4 dan support di level 3,682.6. Indikator MFI Optimized terlihat berhasil bottom reversal di support trendline, sementara indikator RSI Optimized akan test di support trendline dengan peluang naik lebih lanjut. Dengan daily risk saat ini sekitar level 23.29% terlihat potensi kenaikkan lebih lanjut. Kenaikkan akan berlanjut jika IHSG minimal mampu bertahan di level 3,748.44. Technical pick untuk hari ini antara lain:

  • Charoen Phokphand Indonesia (CPIN), Acc.Buy
  • Kalbe Farma (KLBF), Acc.Buy
  • PP London Sumatera Indonesia (LSIP), Acc. Buy
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads