First Asia Capital: Banyak Berita Positif dari Dalam Negeri

First Asia Capital: Banyak Berita Positif dari Dalam Negeri

- detikFinance
Senin, 19 Des 2011 09:23 WIB
First Asia Capital: Banyak Berita Positif dari Dalam Negeri
Jakarta - Pada perdagangan akhir minggu kemarin indeks ditutup menguat 66,8 point atau sebesar 1,8%. Perdagangan di akhir pekan kemarin cukup bergairah, hal ini ditandai dengan volume yang lebih besar dibandingkan dengan rata-rata perdagangan dua minggu terakhir. Penguatan terjadi seiring dengan diperolehnya investment grade terhadap peringkat utang Indonesia oleh Fitch. Akan tetapi karena dibayangi dengan perkembangan krisis yang masih belum menunjukkan jalan keluar. Sepanjang pekan kemarin indeks hanya menguat sebesar 0,32% dari posisi pada awal minggu kemarin. Beberapa sektor yang mencatatkan kenaikan diantaranya sektor properti, industri dasar dan sektor keuangan. Sementara sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor aneka industri, perdagangan, konsumsi dan infrastruktur.

Jika di lihat dari sisi teknikal, pergerakan indeks sedang memasuki masa krusial karena mendekati akhir dari pola asymetric triangle. Jika indeks dapat bergerak melewati resisten di 3800, maka pada akhir tahun indeks dapat ditutup pada posisi positif dari penutupan tahun lalu di 3703. Namun jika gagal dan menembus support di kisaran 3710, maka indeks untuk akhir tahun dapat berada di bawah posisi tahun lalu. Indikator MACD masih dalam posisi negatif, namun masih berada di area positif. Sedangkan indikator oscilator dalam posisi yang baik. RSI uptrend dan masih belum masuk ke area overbought. Sedangkan Stochastic juga belum overbought dan kemarin terjadi golden cross.

Sementara perkembangan dari bursa global bergerak mixed. Pada akhir pekan kemarin DJIA melemah -0,02%, S&P 500 naik 0,32%. Sementara pasar Eropa di tutup melemah, seperti FTSE -0.25%, CAC40 -0.88, dan DAX -0.5%. Pelemahan yang terjadi di bursa global disebabkan banyaknya berita negatif yang beredar di pasar. Seperti downgrade outlook rating Perancis dan yang terbaru, pertemuan WTO gagal menyepakati pakta perdagangan bebas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan di dalam negeri justru bermunculan berbagai berita positif. Diantara adalah di setujuinya RUU pengadaan tanah. RUU tersebut akan mempercepat pembangunan infrastruktur terutama sektor tol yang selama ini terhambat masalah pembebasan lahan. Adapun beberapa proyek tol yang berpeluang di bangun dengan acuan UU tersebut sebanyak 16 ruas tol sepanjang 978 km dengan nilai investasi Rp. 78,81 triliun.

Oleh karena itu diprediksi untuk perdagangan hari ini indeks akan konsolidasi karena perkembangan kawasan global belum mendukung. Indeks Nikkei dan AORD dibuka negatif pagi ini. Jika terjadi penguatan maka hal tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan profit taking. Namu demikian koreksi hanya bersifat sementara karena secara fundamental dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sejauh ini mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan.

IHSG R2:3830 R1:3800 S1:3730 S2:3690.

Saham Pilihan :
ASII 67000-72000 Buy on Weakness
BBRI 6650-7000 Maintain Buy
PGAS 3050-3275 Trading Buy
BMRI 6550-7000 Maintain Buy
INTP 16100-17200 Sell on Strength
BORN 820-880 Maintain Buy
INDF 4550-4650 Maintain Buy
ITMG 36550-39250 Trading Buy
CTRP 480-520 Buy on Weakness
SMCB 2150-2300 Sell on Strength or buy break Rp.2300
GJTL 2950-3200 Sell on Strength
BBNI 3850-4050 Maintain Buy

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads