Sementara semalam indeks dunia lainnya ditutup melemah seperti DJIA -0.84%, S&P 500 -1.17%.Padahal pada awal perdagangan sempat menguat sampai 0,3%. Hal tersebut dikarenakan adanya berita para menteri keuangan Eropa setuju untuk mengucurkan dana talangan baru sebesar USD 195 miliar melalui IMF. Dana tambahan ini akan dipakai untuk membantu mengatasi krisis utang negara-negara Eropa. Namun kenaikan tersebut tidak bertahan lama sehingga akhirnya indeks DJIA dan S&P di tutup negatif. Penurunan tersebut karena adanya pernyataan dari presiden European Central Bank yang mengatakan bahwa masih tingginya resiko ekonomi dan regulasi hukum yang berlaku melarang dia untuk meningkatkan pembelian obligasi pemerintah dalam rangka mengatasi krisis. Selain itu menteri keuangan Uni Eropa juga gagal menyepakati peningkatan plafon dana penyelamatan. Dua hal diatas mencerminkan masih lambatnya penyelesaian krisis di Eropa.
Untuk perdagangan hari ini, indeks akan bergerak konsolidasi. Masih tingginya resiko krisis dan masih lamanya penyelesaian krisis Eropa dapat kembali menekan indeks. Akan tetapi sentimen dalam negeri masih positif yaitu dengan naiknya peringkat utang sejumlah bank sehingga level investment grade akan membuat dana asing masuk ke pasar saham Indonesia. Indeks AORD pagi ini dibuka melemah -0.254 sementara Nikkei positif 0.573. Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Masih tingginya resiko pasar membuat pelaku pasar akan melakukan profit taking pada saat penguatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan :
ASII 71000-75000 Trading Buy
BBRI 6700-7000 Maintain Buy
PGAS 3100-3275 Trading Buy
BMRI 6650-7000 Maintain Buy
KIJA 189-210 Sell on Strength
ENRG 156-164 Trading Buy
AKRA 2900-3100 Trading Buy
KLBF 3300-3600 Trading Buy
CPIN 2175-2475 Trading Buy
(ang/ang)











































