OSK Nusadana: IHSG akan Berjalan Pelan Pekan Ini

OSK Nusadana: IHSG akan Berjalan Pelan Pekan Ini

- detikFinance
Selasa, 20 Des 2011 09:39 WIB
Jakarta - IHSG bergerak menguat tipis pada penutupan senin kemarin, dan ditutup naik hampir 2pts dan tutup di level 3,770.2 (+0.05%). Beberapa saham yang menjadi penggerak market untuk hari itu adalah ASII, UNVR, BMRI, SMGR, dan GGRM. Sementara pemberat IHSG adalah TLKM, ADRO, INTP, BBCA, dan BUMI. Kenaikan ini pun di ikuti oleh masuk nya kembali foreign inflow ke dalam IHSG, dengan melakukan net Buy sebesar Rp 206 Miliar, dengan saham yang paling banyak dibeli adalah BMRI, ASII, SMGR, BMRI dan PGAS. Value dan Volume perdagangan pun relatif menurun tipis dengan value perdagangan Rp 3.3 Triliun dan Volume 9.2 juta lot. Sementara dari regional, bursa-bursa Asia juga ditutup melemah terkena imbas negatif dari penurunan rating Eropa, dengan Nikkei ditutup turun -1.26%, Hang Seng -1.18%, dan KOSPI -3.43%.

Pada penutupan semalam, bursa US dan Eropamelemah tipis dengan Dow -0.84%, FTSE -0.41%, dan DAX -0.54%. Sementara dari komoditas, Oil WTI masih dibawah harga rata-rata sebulan ini dengan penutupan di USD93.8/brl dan CPO kembali menguat ke atas dan tutup di level USD3,020 (+1.21%).

Trading Idea
Indofood Sukses Makmur (INDF): Setelah sempat menguat dari level harga Rp5,000 hingga sempat menyentuh Rp6,800 pada bulan agustus kemarin. Sejak akhir Agustus, INDF terus turun hingga sempat menyentuh titik terendah nya di Rp4,150, dan saat ini harga INDF adalah Rp4,575 (16 Dec). Harga saham INDF sepanjang tahun 2011 sejak Jan hingga penutupan jumat kemarin (!6 Dec) relatif flat meski sempat naik hingga Rp6,800. Beberapa sentimen sentimen negatif yang sempat mendorong turun saham INDF antara lain: Sentimen regional, kenaikan harga bahan baku, persaingan di industri tepung, turun nya harga CPO, dan turun nya market share indomie di dalam negeri. Saat ini, kontribusi Sales INDF masih didominasi oleh Bogasari (30%), ICBP (38.5%), Sawit (25%). Sementara secara Operating profit, CPO kontribusi sebesar 43%, Bogasari 17%, dan ICBP 38.7%. Bisnis yang digeluti INDF saat ini masih sangat prospektif, tapi sentimen-sentimen yang disebutkan diatas mempengaruhi pergerakan harga saham nya. Hingga akhir tahun 2011 ini, kami melihat potensi pertumbuhan marjin dari bogasari melihat turun nya harga gandum dari USD6.8/bushel pada 3Q11 menjadi USD5.7/bushel atau turun sebesar 12%, dan untuk 2012 kami mem-forecast pertumbuhan revenue hingaa 11.8%. Sampai saat ini kami masih merekomendasikan BUY untuk INDF dengan target price di Rp7,500 merefleksikan PE12f dan PBV12f 14.8x dan 2.5x. Sampai dengan penutupan kemarin, INDF diperdagangkan di level PE 8.1x dan PBV 1.3x, masih lebih murah dibandingkan saham-saham di industri sejenis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fresh from OSK: SSIA target price akan dinaikan menjadi Rp 1,000 setelah rencana emiten untuk menambah lahan industri mereka sebesar 1,300ha, dan menargetkan revenue untuk 2012 sebesar Rp1.1 triliun.

Sumber Alfaria (AMRT) – Company visit: Berikut adalah beberapa poin dari hasil pertemuan kami dengan pihak management:

 Tahun 2012 emiten berencana untuk membuka 800 gerai alfamart baru dan 3 Distribution center. Ke 800 gerai ini direncanakan untuk dibuka di luar Jabodetabek dan luar pulau Jawa. Sementara 3 Distributin Center yang akan dibuka akan berlokasi di Bogor, Medan dan Jember. Market share AMRT naik dari 15,5% pada 9M10 menjadi 16.7% pada 9M11. Potensi pertumbuhan Alfamart masih sangat besar, Saat ini belum ada gerai alfamart di Kalimantan. Sementara di Sumatera hanya ada Lampung dan Palembang, Di Sulawasi hanya ada gerai alfamart di Makasar.

AMRT juga berencana untuk meningkatkan margin mereka dengan menjual lebih banyak produk non-makanan. Saat ini produk non-makanan memiliki margin sebesar 18.3%, lebih besar dibandingkan produk makan yang sebesar 13.6%.

Untuk FY11, perseroan juga menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 44% atau sebesar Rp360 Miliar. Tapi hingga 9M11, perseroan baru mencetak pendapatan sebesar Rp226 miliar, atau sebesar 59% dari total target 2011. Sementara untuk tahun 2012, perseroan berencana untuk mencetak kenaikan laba sebesar 25%

Saat ini AMRT diperdagangakan di harga premium, merefleksikan PE12f sebesar 29.6x, sementara rata-rata PER industri perusahaan untuk PE12f adalah sebesar 19.5x. Kami melihat bahwa AMRT pantas diperdagangakan di harga yang premium melihat ROE mereka yang sangat tinggi, sebesar 35.4% jauh lbih tinggi dibandingkan ROE rata-rata industri yang hanya sebesar 19.3x.

Target Price AMRT: Rp4,525 (Bloomberg consensus)

Technical View: IHSG hari ini cenderung mixed to up dengan perkiraan support terdekat di level 3,763.4 dan resistance di level 3,793.2. Indikator secara umum masih cenderung bergerak positif, namun dengan tidak mampunya IHSG pada perdagangan kemarin bertahan diatas level 3,778.3, diperkirakan kenaikkan akan berjalan pelan dalam minggu ini dengan perkiraan resistance kuat minggu ini di level 3,808.09. Stock pick untuk hari ini antara lain:
1. Global Mediacom (BMTR), Acc.Buy
2. Charoen Phokphand Indonesia (CPIN), Acc.Buy
3. Media Nusantara Citra (MNCN), Acc.Buy

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads