Pergerakan pasar saham Indonesia kemarin agak anomali ketimbang pergerakan bursa Asia yang umumnya mengalami rebound. IHSG sepanjang tahun ini hingga kemarin hanya menguat tipis 1,3%. Kondisi pasar yang relatif masih tinggi resikonya membuat pelaku pasar cenderung bermain dalam jangka pendek dan tempo yang cepat. Ini terutama disebabkan ketidakpastian penyelesaian krisis utang zona Euro dalam jangka pendek membuat pasar saham bergerak fluktuatif. Hal ini membuat penguatan menjadi terbatas.
Untuk perdagangan hari ini pergerakan indeks komposit masih berpeluang kembali menguat. Membaiknya situasi pasar saham global tadi malam diperkirakan akan mengangkat sentimen beli balik pelaku pasar hari ini. Indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street tadi malam menguat masing-masing 2,87% dan 2,98%. Sedangkan sejumlah bursa utama Eropa juga mengalami rebound. Hal yang sama juga dialami di pasar komoditas. Harga minyak mentah di AS tadi malam menguat hingga 3,5% di posisi USD97,22/barrel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan kembali harga minyak bisa memberikan dampak positif atas saham-saham berbasiskan komoditas energi, perkebunan, dan pertambangan logam. Dengan dukungan membaiknya iklim pasar saham, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, pelaku pasar akan kembali memburu saham-saham yang berkinerja kuat seperti perbankan, barang konsumsi, industri dasar, infrastruktur dan energi. IHSG diperkirakan akan bergerak di teritori positif dengan mencoba menembus kembali level psikologis 3800.
IHSG S1 3734 S2 3717 ; R1 3779 R2 3811
Saham Pilihan :
ENRG 164-178 Trading Buy
ADRO 1710-1810 Buy on Weakness
HRUM 6650-7000 Trading Buy
PGAS 3100-3275 Trading Buy
INDY 2050-2175 Trading Buy
TLKM 6900 - 7300 Buy
AKRA 2925 - 3075 Trading Buy
MEDC 2400 - 2525 Sell on Strenght
BBRI 6750 - 7000 Maintain Buyfir
(ang/ang)











































