OSK Nusadana: Bursa Regional Menunjang IHSG

OSK Nusadana: Bursa Regional Menunjang IHSG

- detikFinance
Rabu, 21 Des 2011 09:17 WIB
Jakarta - IHSG bergerak anomaly pada penutupan kemarin, di tengah kenaikan burrsa-bursa di negara Asia, dan ditutup turun hampir 17 pts dan tutup di level 3,752.3 (-0.48%). Beberapa saham yang menjadi penggerak market untuk hari itu adalah BBRI, BMRI, PGAS, GGRM dan INTP. Sementara pemberat IHSG adalah UNVR, ADRO, ASII dan SMGR. Penurunan ini tidak mempengaruhi masuk nya kembali foreign inflow ke dalam IHSG, dengan melakukan net Buy sebesar Rp 102 Miliar, dengan saham yang paling banyak dibeli adalah BMRI, BMRI, ASRI, INTP dan PGAS. Value dan Volume perdagangan pun relatif meningkat dengan value perdagangan Rp 3.8 Triliun dan Volume 13.6 juta lot. Sementara dari regional, bursa-bursa Asia bergerak menguat, dengan Nikkei ditutup menguat +0.24% Hang Seng +0.06%, dan KOSPI -3.43%.

Pada penutupan kemarin, bursa regional menguat dengan Dow naik +337.3 pts atau +2.87%, FTSE +1.02%, dan DAX +3.11%. Sementara dari komoditas, sinyal kenaikan permintaan yang semakin meningkat menyebabkan Oil WTI pun kembali rebound mengikuti penguatan bursa, naik +3.34% dan tutup di harga USD97.2/brl, hal serupa dialami emas yang naik +0.4%, dan timah +1.32%

Trading Idea
Special mention: SSIA, MASA dan GIAA

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SSIA tetap direkomendasikan BUY dengan kenaikan TP menjadi Rp1,000, menyusul rencana penambahan lahan baru sebesar 300 hektar yang meningkat NAV perseroan sebesar 350/lembar. Sementara itu , biaya pembelian dan pembangunan lahan yang hanya sebesar USD30/m dapat dijual seharga USD90/m dipotong pajak sebesar 5%. Saat ini perusahaan sudah berhasil menjual sebesar 90 hektar untuk di book pada tahun 2012. Dari penjualan sebesar 90 hektar, emiten sudah mendapatkan net profit sebesar Rp461 miliar. Belum lagi tambahan laba bersih dari anak usaha konstruksi dan hotel sekitar IDR100 M. Saat ini SSIA diperdagangkan pada PER 5.9x berdasarkan proyeksi earnings 2012.

MASA salah satu produsen ban di dalam negeri berencana untuk Right Issue, dimana nanati nya hasil dana right issue itu akan digunakan untuk ekspansi usaha. Perusahaan mengalokasikan Rp 673,42 miliar (44%) dan hasil rights issue untuk pembelian mesin-mesin, peralatan produksi ban mobil dan motor, dan pembangunan gedung sebagai sarana pendukungnya. Saat ini MASA diperdagangkan pada PER 16.9x dan BV 1.7x, kami baru saja men downgrade TP MASA dari Rp700 menjadi Rp570/saham setelah 9M11 result nya dibawah ekspektasi.

GIAA bergerak naik hampir 13% pada perdagangan kemarin dan tutup di harga Rp480/saham. Emiten melaporkan pendapatan mereka naik sebesar 42% 11M10-11M11. Selain itu perusahaan mengincar kenaikan penumpang sebesar 29% untuk 2012. Speculative Buy on GIAA.

Technical view: Dengan kondisi indeks regional yang relatif menunjang serta indikator teknikal saat ini berada di support trendline, diperkirakan IHSG hari ini akan kembali mencoba untuk menguat lebih lanjut setelah pada perdagangan kemarin tutup negatif. Resistance terdekat diperkirakan sekitar level 3,795.42 dan support di level 3,743.19. dengan daily risk saat ini sekitar level 44.07 %. Jika IHSG sepanjang sesi pertama mampu bertahan di sekitar level Q 3,760.6 diperkirakan IHSG berpotensi naik lebih lanjut mendekati level 3,800, dengan stock pick untuk hari ini antara lain:
1. Alam Sutera Realty (ASRI), Acc.Buy
2. Indo Tambangraya Megah (ITMG), Trading Buy
3. Summarecon Agung (SMRA), Trading Buy

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads