Sementara semalam bursa global bergerak mixed. DJIA dan S&P berhasil menguat tipis masing-masing 0,03% dan 0.19%. Salah satu penyebabnya adalah naiknya harga minyak sehingga saham-saham energi ikut naik. Harga minyak naik karena persediaan minyak AS turun ke level terendah sejak akhir tahun 2008. Pelaku pasar masih menunggu data tingkat pengangguran besok setelah minggu kemarin menunjukkan penurunan jumlah pengangguran. Sedangkan dari Eropa, pelaku pasar merespon mixed langkah ECB memberikan pinjaman sebesar USD 645 miliar kepada perbankan di zona euro dalam upaya terbaru untuk mengatasi krisis utang. Dengan ini bank-bank di Eropa dinilai memiliki dana yang cukup untuk merefinancing sekitar dua pertiga dari utang yang akan jatuh tempo tahun depan.
Untuk perdagangan hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Pagi ini di pasar Asia harga minyak sudah bergerak naik diatas USD 99,05 per barrel. Dan diprediksi akan mencapai USD 100 di akhir tahun. Kenaikan ini akan memberikan katalis positif bagi saham-saham yang bergerak di sektor energi dan komoditas lainnya. Namun demikian mengingat semakin dekatnya libur natal dan akhir tahun diperkirakan pelaku pasar tidak banyak lagi melakukan aktivitas perdagangan. Hal ini akan membuat peluang penguatan menjadi terbatas dan sangat rawan aksi profit taking. IHSG secara teknikal akan menguji resisten kuat di 3800 menuju resisten pertama di 3820. Jika gagal break maka support IHSG ada di 3760.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan:
ENRG 170 - 190 Sell on Strenght
HRUM 6500 - 7000 Speculative Buy
PGAS 3175 - 3275 Sell on Strenght
BBRI 6850 - 7100 Sell on Strenght
MNCN 1200 - 1350 Trading Buy
BIPI 190 - 225 Speculative Buy
ADRO 1710 - 1790 Buy on Weakness
AISA 450 - 600 Speculative Buy
TLKM 6900 - 7300 Maintain Buy
INDF 4500 - 4750 Trading Buy
(ang/ang)











































