OSK Nusadana: IHSG Berfluktuatif, Cenderung Menguat

OSK Nusadana: IHSG Berfluktuatif, Cenderung Menguat

- detikFinance
Kamis, 22 Des 2011 10:08 WIB
Jakarta - IHSG kembali menguat pada penutupan kemarin menyusul penguatan bursa regional di hari sebelum nya, IHSG ditutup naik 41 pts dan tutup di level 3,794.2 (+1.12%). Beberapa saham yang menjadi penggerak market untuk hari itu adalah ASI, BBRI, UNTR, INTP dan TLKM. Sementara pemberat IHSG adalah GGRM, BBNI, GIAA, dan KLBF. Foreign kembali melakukan net Buy sebesar Rp 401 Miliar, dengan saham yang paling banyak dibeli adalah BMRI, INTP, ASII, TLKM dan PGAS. Value perdagangan pun relatif meningkat dengan value perdagangan Rp 4.4 Triliun dan Volume 12.8 juta lot. Sementara dari regional, bursa-bursa Asia bergerak menguat, dengan Nikkei ditutup menguat +1.48% Hang Seng +1.86%, dan KOSPI +3.09%.

Pada penutupan kemarin, bursa regional bergerak mix dengan Dow naik +0.03%, FTSE -0.55%, dan DAX -0.95%. Sementara dari komoditas, sinyal kenaikan permintaan yang semakin meningkat menyebabkan Oil WTI pun kembali rebound mengikuti penguatan bursa, naik +1.34% dan tutup di harga USD98.5/brl, hal serupa dialami CPO yang naik +1.72%.

Trading Idea
Media Nusantara Citra (MNCN) saat ini diperdagangkan di level PER 16.6x,masih dibawah rata-rata PER industri yang sebesar 28x. Sementara ROE dari perusahaan sebesar 20.3%, atau masih atas rata-rata ROE industri. Laporan keuangan sampai dengan kuartal 3 2011 (3Q11), mencetak kenaikan laba sebesar 56% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Untuk tahun 2012, emiten menargetkan pendapatan berkisar Rp 7,15 triliun hingga Rp 7,7 triliun. Target pemasukan itu naik sekitar 30%-40% dari proyeksi pendapatan tahun ini yaitu Rp 5,5 triliun. MNCN adalah pemain terbesar dalam dunia media di Indonesia, dengan market cap yang paling besar, dan valuasi yang relatif masih murah. Harga wajar untuk MNCN adalah Rp1,650/lembar saham (OSK), dengan rekomendasi BUY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ramayana Lestari Sentosa (RALS) saat ini diperdagangkan di level PER 11.6x dan PBV 1.9x. Secara valuasi masih dibawah rata-rata industri yang sebesar PER 28.9x, dan lebih rendah dibandingkan emiten yang sejenis seperti MAPI PER 28.4x, atau MPPA 27.1x. Selama 5 hari terakhir MPPA sudah naik sebesar Rp 100 dari Rp580 hingga Rp 680 sampai penutupan kemarin, atau naik sebesar 17.2%. Berdasarkan laporang keuangan 3Q11, laba bersih perusahaan sudah naik sebesar 8.2%. Sementara dividend yield perusahaan yang sebesar 5.5% untuk tahun 2012, adalah yang tertinggi di industri tersebut. Untuk tahun 2012 RALS berencana untuk membuka 8 gerai baru yang menyebar di Jawa, Sumatera dan sebagian di wilayah Indonesia Timur. Luas masing-masing gerai rata-rata sekitar 10.000 meter persegi (m2). Harga wajar untuk RALS adalah sebesar Rp840 (Bloomberg consensus), meski demikian kenaikan yang sudah cukup tinggi rentan terhadap profit taking.

Tiga Pilar Sejahtera (AISA) mengalami banyak penurunan di beberapa hari terakhir. Produsen mie telur tersebut turun dari Rp650 hingga terendah ke Rp440, sebelum kemarin kembali rebound pada perdagangan kemarin. AISA sendiri mengabarkan bahwa penurunan saham tersebut lebih dikarena kan panic selling beberapa investor setelah salah satu pemegang saham nya, yaitu ganda Group sebesar 14%. Perseroan sendiri menargetkan, penjualan untuk tahun 2011 diproyeksikan naik sebesar 155%, atau mencapai Rp1,7 triliun- Rp1,8 triliun dari akhir tahun lalu Rp705,21 miliar. Saat ini AISA diperdagangkan dengan valuasi yang cukup murah, yaitu 7.5x PE, jauh dibawah rata-rata industri yang sebesar 18.4x. Sementara ROE perusahaan adalah sebesar 22.2%.

Indofood Sukses Makmur (INDF): Reversal INDF pada perdagangan kemarin meanrik untuk diperhatikan. INDF diperdagangkan di level PE 8.1x dan PBV 1.3x, masih lebih murah dibandingkan saham-saham di industri sejenis. Hingga akhir tahun 2011 ini, kami melihat potensi pertumbuhan marjin dari bogasari melihat turun nya harga gandum dari USD6.8/bushel pada 3Q11 menjadi USD5.7/bushel atau turun sebesar 12%, dan untuk 2012 kami mem-forecast pertumbuhan revenue hinga 11.8%. Saat ini, kontribusi Sales INDF masih didominasi oleh Bogasari (30%), ICBP (38.5%), Sawit (25%). Sementara secara Operating profit, CPO kontribusi sebesar 43%, Bogasari 17%, dan ICBP 38.7%. Kami masih merekomendasikan BUY untuk INDF dengan target price di Rp7,500 merefleksikan PE12f dan PBV12f 14.8x dan 2.5x.

Special Mention: SSIA, PGAS, dan ENRG

Technical view: IHSG hari ini diperkirakan mixed to up dengan perkiraan resistance terdekat berikutnya sekitar level 3,825.1 dan support di level 3,780. Kenaikkan IHSG kemarin belum memberikan konfirmasi yang cukup signifikan penguatan indeks lebih lanjut seperti terlihat pada indikator teknikal secara umum. Kecuali hari ini mampu bertahan diatas level 3,802.6, IHSG diperkirakan akan mencoba naik lagi ke level diatas R3,825. Daily risk saat ini sekitar level 40.77%. Technical stock pick untuk hari ini antara lain:
1. Global Mediacom (BMTR), Acc. Buy
2. BW Plantation (BWPT), Acc.Buy
3. PP London Sumatra Indonesia (LSIP), Acc.Buy

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads