OSK Nusadana: Volatilitas Indeks Tak Terlalu Tinggi

OSK Nusadana: Volatilitas Indeks Tak Terlalu Tinggi

- detikFinance
Jumat, 23 Des 2011 10:01 WIB
Jakarta - IHSG bergerak anomaly dibandingkan bursa Asia lain nya dan menguat tipis pada penutupan kemarin, bursa ditutup naik 1 point dan tutup di level 3,795.4 (+0.03%). Beberapa saham yang menjadi penggerak market untuk hari itu UNVR, ASII, SMGR, PTBA, dan INTP. Sementara pemberat IHSG adalah BBRI, BMRI, PGAS, BUMI dan JSMR. Foreign masih melakukan net Buy sebesar Rp 98 Miliar, dengan saham yang paling banyak dibeli adalah INTP, HRUM, ASII, LPKR, dan TLKM. Value perdagangan pun relatif flat, dengan value perdagangan Rp 3.7 Triliun dan Volume meningkat cukup signifikan dan naik hampir 80% dibandingkan pedagangan di hari-hari sebelum nya sebesar 20.7 juta lot. Sementara dari regional, bursa-bursa Asia bergerak menguat, dengan Nikkei ditutup terkoreksi -0.77% Hang Seng -0.21%, dan KOSPI -0.05%.

Pada penutupan kemarin, bursa regional bergerak menguat dengan Dow naik +0.51%, FTSE +1.25%, dan DAX +1.05%. Sementara dari komoditas, sinyal kenaikan permintaan yang semakin meningkat menyebabkan Oil WTI terus menguat dan naik +0.97% dan tutup di harga USD99.4/brl, hal serupa dialami CPO yang naik +0.81%

Trading Idea
Seiring penguatan harga Oil, beberapa saham yang berbasiskan komoditas energi menarik untuk diperhatikan, antara lain HRUM, PTBA, dan ENRG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harum Energy Tbk (HRUM) turun setidak nya 44.8% sejak Juli hingga awal oktober. Penurunan itu antara lain disebabkan oleh sentimen regional dan juga turun nya harga batubara. Pada awal bulan ini, HRUM sempat mendapatkan sentimen negatif akibat runtuh nya Jembatan Mahakam II yang dikhawatirkan akan menghambat jalur distribusi pengangkutan batubara mereka. Saat ini, dengan membaik nya kondisi pasca runtuh nya jembatan Mahakam II, proses pengiriman dapat beroperasi secara normal. Emiten masih menjadi stock pick favorit kami dari sektor batubara. Sampai dengan September 2011 kemarin, emiten mencatatkan laba bersih Rp 1,31 triliun, naik 130% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume penjualan perseroan pun meningkat +32% sampai dengan 3Q11. HRUM menjadi salah satu penguat kenaikan bursa pada perdagangan kemarin dengan value perdagangan yang relatif tinggi selama seminggu terakhir. Kami masih merekomendasikan BUY untuk HRUM dengan Fair value di Rp 9,900 atau setara dengan 12PEf 8.7x.

Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA) menguat cukup tinggi pada perdagangan kemarin, PTBA tutup di harga 17,000 (+3.03%). Emiten melaporkan bahwa Posisi Sukrisno sebagai Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi digantikan oleh Milawarma yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasional dan Produksi perseroan. Selain itu ada beberapa update terbaru dari emiten antara lain; (i) RUPS perusahaan yang menyetujui buyback saham sebesar 5%, (ii) Capex 2012 yang sebesar Rp1.7 triliun (+23.5 y-o-y), dan (iii) rencana perusahaan untuk membangun satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar 2x620 MW di Mulut Tambang Banko di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, senilai USD1,59 miliar atau setara Rp14,437 triliun. Perusahaan yang berbasiskan domestic demand ini cukup aman dengan turun nya permintaan yang dapat terjadi. Meskipun volume penjualan turun 4% (qoq), tapi PTBA masih dapat mencetak kenaikan +68% (9M10-9M11, yoy). Sebagai emiten dengan domestik eksposur yang tinggi, ASP yang lebih baik, solid balance sheet, dan potensi pertumbuhan ke depan seiring peningkatan infrastruktur, kami merekomendasikan BUY untuk PTBA dengan fair value di Rp22,200 atau merefleksikan 12PEf 9.9x.

Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan bahwa anak perusahaannya, EMP International (BVI) Limited, telah mengakuisisi CNOOC ONWJ Ltd yang menguasai 36,7% kepemilikan di blok Offshore Northwest Java PSC (ONWJ) dengan nilai sekitar US$ 212 juta. ONWJ saat ini dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) dan dalam 9 bulan pertama tahun 2011 telah berproduksi dengan rata-rata volume 62.000 barel ekuivalen per hari. ENRG menarik untuk diperhatikan setelah mereka berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp48 miliar pada 3Q11 setelah di dua tahun berturut-turut mengalami net-loss, dengan PBV ENRG saat ini masih di 1.2x.

Technical view: Kenaikkan IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung mixed to up dengan perkiraan resistance terdekat di level 3,813.8 dan support di 3,780.7. Dengan volatilitas yang tidak terlalu tinggi diperkirakan penutupan IHSG hari ini masih sekitar level 3,800. Secara umum pada indikator terlihat masih terlihat potensi kenaikkan lebih lanjut untuk minggu depan dengan catatan IHSG harus mampu bertahan sekitar level 3,800 diatas. Daily risk saat ini di level 41.64 %. Technical stock pick untuk hari ini antara lain:
1. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), BoW
2. Gudang Garam (GGRM), BoW
3. Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Acc.Buy

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads