Indeks sektoral saham bergerak mix dengan penguatan yang diawali oleh indeks keuangan yang naik 0,56% ke level 496,17; indeks infrastruktur naik 0,55% ke level 696,78; indeks perkebunan naik 0,20% ke level 2.142,94; indeks pertambangan naik 0,12% ke level 2.504,06; dan indeks aneka industri naik 0,11% ke level 1.303,44. Sementara pelemahan pada indeks industri dasar yang turun 1,31% ke level 400,01; indeks properti turun 0,96% ke level 226,18; indeks perdagangan turun 0,40% ke level 565,03; indeks manufaktur turun 0,33% ke level 982,63; dan indeks konsumer naik 0,08% ke level 1.306,98. Indeks MBX menguat. Sementara DBX dan ISSI melemah. IHSG
mengalami net foreign buy sebesar Rp 182,73 miliar dengan total pembelian asing Rp 949,72 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 766,99 miliar.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 110.500; Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 500 ke Rp 9.900; Lionmesh Prima (LMSH) naik Rp 250 ke Rp 5.500; Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp 200 ke Rp 4.000; Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.200; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 150 ke Rp 21.250; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 150 ke level Rp 13.150; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 18.750; dan Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 125 ke level Rp 3.975.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.015/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.073/US$ yang disebabkan adanya sentimen positif global setelah Kongres AS menyetujui untuk memperpanjang insentif pajak bagi kelas menengah sehingga bisa memberikan harapan jika AS dapat melanjutkan pemulihan ekonominya. Republik setuju menerapkan pajak pendapatan di 4,2% selama 2 bulan. Pelaku pasar memperkirakan bahwa insentif yang diberikan ini, akan mempengaruhi 160 juta pekerja di AS dan setiap warga AS bisa menghemat sekitar US$ 1.000 secara rata-rata bagi keluarga atau setara dengan US$ 40 per slip gaji. Tetapi, penguatan Rupiah masih tertahan seiring masih cemasnya investor terhadap kondisi krisis utang zona euro yang tampak pada kenaikan kembali yield obligasi Spanyol dan Italia. Yield obligasi Spanyol naik 18 bps ke level 5,39% dan yield obligasi Italia naik 5 bps ke level 6,86% untuk tenor 10 tahun. Padahal, sebelumnya Senat Italia sudah menyetujui voting program penghematan fiskal yang diajukan oleh PM Mario Monti. Kenaikan yield tersebut tentu saja mengindikasikan, investor masih mencemaskan potensi penyebaran krisis utang lebih lanjut. Adapun pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi, mengenai optimismenya soal keberlanjutan euro sebagai mata uang tunggal Eropa, tidak mampu menahan kekhawatiran pasar.
Bursa saham Asia Pasifik di akhir pekan bergerak menguat kecuali Pakistan, Vietnam, India, dan Thailand. Sementara bursa saham Jepang libur. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap data-data AS yang menunjukkan perbaikan, terutama turunnya angka initial jobless claim sebanyak 4.000 ke angka 364.000. Begitupun dengan kenaikan angka Consumer Confidence dan Consumer Sentiment Index . Bursa saham KOSPI menguat yang dipicu perbaikan portofolio menjelang akhir tahun meski sempat terguncang berita kematian PM KorUt, Kim Jong-il. Selain itu, penguatan juga dipicu oleh kenaikan saham pengilangan minyak dan perusahaan petrokimia yang didukung oleh kenaikan harga minyak. Bursa saham Australia juga naik, didorong oleh penguatan saham sektor sumber daya usai adanya kenaikan harga komoditas dan laporan data ekonomi AS. Tidak hanya itu, berita rencana Yanzhou Batubara China untuk menggabungkan Unit Australia dengan Gloucester dalam kesepakatan senilai AUD700 juta turut menambah sentimen positif. Sementara pada Senin (26/12/11), bursa saham Asia yang buka diantaranya ialah Jepang (+), China(-), Taiwan (-), India (+), dan KorSel (-). Dari Asia Pasifik data yang dirilis, antara lain Industrial Production (YoY) Singapura di level -9,6% dari sebelumnya 22,2% dan Industrial Production (YoY) Taiwan di level -3,6% dari sebelumnya 1%.
Bursa saham Eropa ditutup positif kecuali Austria yang dipicu respon positif investor terhadap pergerakan positif bursa saham Asia dan data ekonomi AS serta kebijakan kredit lunak dari ECB. Sebelumnya, sebanyak 523 bank Eropa menyerap dana pinjaman hingga β¬490 miliar dari ECB untuk jangka waktu 3 tahun. Sementara, data ekonomi AS terkait klaim pengangguran menunjukkan penurunan ke 354.000 atau terendah sejak April 2008 sehingga memberikan pandangan kalau ekonomi AS mendapatkan momentum pertumbuhan. Di sisi lain, juga diharapkan dengan adanya pertumbuhan ekonomi AS akan mampu meningkatkan perdagangan dengan Uni Eropa sehingga pada akhirnya dapat membantu ekonomi Uni Eropa tetap mampu bertumbuh. Dari Italia, senatnya sukses melakukan mosi percaya terhadap pemerintahan PM Mario Monti yang mendukung penghematan anggaran untuk meningkatkan kepercayaan pasar. Data ekonomi yang dirilis diantaranya GDP (QoQ) Perancis di level 0,3% dari sebelumnya 0,4%; PPI (MoM) Perancis di level 0,4% dari sebelumnya 0,5%; BBA Mortgage Approvals Inggris di level 34.700 dari sebelumnya 35.200; dan Consumer Confidence Italia di level 91,6 dari sebelumnya 96,1.
Bursa kawasan Amerika ditutup menguat kecuali Meksiko, Panama, dan Chile. Pergerakan ini dipicu respon optimisme investor terhadap kenaikan beberapa data ekonomi AS seperti permintaan barang tahan lama, jumlah pekerja, kepercayaan konsumen, dan data sektor perumahan. Tak ketinggalan data penurunan klaim pengangguran. Tidak hanya itu, sebelumnya kongres juga telah menyetujui perpanjangan pemotongan pajak pendapatan. Partai Republik mengizinkan penerapan pajak pendapatan di 4,2% selama 2 bulan, seperti yang dikehendaki oleh Presiden Obama. Saham-saham big cap seperti Bank of America Corp, General Electric Co., dan Walt Disney Co. pun memimpin penguatan. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Durable Goods Orders (MoM) di level 3,8% dari sebelumnya 0%; Personal Income (MoM) di level 0,1% dari sebelumnya 0,4%; Personal Spending (MoM) di level 0,1%; dan New Home Sales di level 315 ribu dari sebelumnya 310 ribu.
Pada perdagangan Selasa (27/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.750-3.775 dan resistance 3.820-3.840. IHSG membentuk long legged doji dimana sebelumnya juga membentuk candle yang sama. Posisi candle kian mendekati upper bollinger bands. MACD mencoba bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit berbalik arah dari area overbought. Melihat kondisi bursa saham global yang menguat dan kinerja historis dimana setelah libur Natal terdapat kenaikan, diharapkan kali ini IHSG pun masih dapat bergerak di zona positif.
(qom/qom)











































