Indosurya: Penguatan Bursa AS dan Eropa Bantu IHSG

Indosurya: Penguatan Bursa AS dan Eropa Bantu IHSG

- detikFinance
Rabu, 28 Des 2011 07:29 WIB
Jakarta - IHSG melemah 7,73 poin (0,20%) di level 3.789,43. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,89 triliun unit saham dengan nilai total Rp 2,33 triliun. Sebanyak 98 saham naik, 139 saham turun, dan 90 saham stagnan. LQ-45 turun 0,20% ke level 670,02 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,04% ke level 532,56.

Indeks sektoral saham bergerak mix dengan penguatan yang diawali oleh indeks perkebunan yang naik 0,61% ke level 2.156,10; indeks perdagangan naik 0,35% ke level 566,99; indeks pertambangan naik 0,28% ke level 2.511,02; indeks infrastruktur naik 0,18% ke level 698,07; indeks aneka industri naik 0,23% ke level 1.306,42; dan indeks industri dasar naik 0,01% ke level 400,06. Sementara pelemahan pada indeks konsumer yang turun 1,14% ke level 1.292,11; indeks keuangan turun 0,73% ke level 492,58; indeks manufaktur turun 0,38% ke level 978,92; dan indeks properti turun 0,36% ke level 225,37. Indeks MBX melemah. Sementara DBX dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 106,97 miliar dengan total pembelian asing Rp 916,39 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 809,41 miliar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 300 ke Rp 74.000; Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik Rp 275 ke Rp 3.275; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke Rp 21.500; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 250 ke Rp 6.650; Smart (SMAR) naik Rp 200 ke Rp 6.900; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 10.950; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 200 ke level Rp 17.950; Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 ke Rp 17.350; dan United Tractors (UNTR) naik Rp 150 ke level Rp 25.050.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harapan terjadinya penguatan di hari pertama pasca libur Natal tidak terjadi pada perdagangan di BEI. IHSG terjerembab ke zona negatif setelah terkena imbas pelemahan mayoritas bursa saham regional. Bahkan positifnya pembukaan mayoritas bursa saham Eropa tidak mampu mengantarkan IHSG untuk tetap berada di zona hijau. IHSG terkena sentimen negatif dari rilis data-data KorSel dan China yang menunjukkan penurunan. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.806,19 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.757,53 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.789,43. Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.090/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.015/US$ yang disebabkan masih berfluktuasinya Rupiah seiring volume perdagangan yang tipis menjelang akhir 2011. Sebenarnya, pelaku pasar masih mengharapkan sentimen positif yang didukung oleh penguatan bursa saham regional. Apalagi pada perdagangan saham sebelumnya, bursa saham AS tercatat menguat yang didukung oleh positifnya data-data ekonomi yang keluar di akhir pekan kemarin menjelang libur panjang Natal sehingga memberikan optimisme tersendiri bagi para pelaku pasar global. Saat itu, Consumer Confidence Index (CCI) AS merilis kenaikan menjadi 69,9 dari sebelumnya 67,7 sehingga mempengaruhi minat para investor terhadap aset-aset berisiko dan membuat US$ mengalami tekanan. Akan tetapi, Rupiah juga sempat melemah seiring ketidakpastian kondisi kepemimpinan KorUt dan diperburuk oleh pelemahan mata uang regional diantaranya Rupee India. Di sisi lain, laporan Consumer Price Index (CPI) KorSel juga masih memberikan sinyal variatif di mana angkanya masih di atas target bank sentral di level 2-4%.

Bursa saham Asia Pasifik setelah libur natal bergerak melemah kecuali Aussie, Sri Lanka, Malaysia, dan Bangladesh. Sementara bursa saham Hong Kong masih libur. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor terhadap pergerakan bursa saham Jepang yang sedikit melandai dalam perdagangan yang tipis. BOJ menyampaikan penurunan outlook ekonominya. Selain itu, Pemerintah telah resmi menyetujui versi draft anggaran negara tahun berikutnya, yang akan memotong pengeluaran negara. Secara terpisah, beredar kabar Morgan Stanley, akan menjual sahamnya yang ditanam di kompleks perkantoran, pusat belanja, serta perumahan Tokyo dan mengalihkannya ke Sapporo Holdings senilai US$520 juta. Langkah ini dilakukannya untuk menarik diri dari pasar properti Jepang. Saham-saham di sektor otomotif, teknologi, dan infrastruktur terkena tekanan jual. Bursa saham KorSel ditutup melemah, setelah sempat turun tajam atas adanya rumor kematian pemimpin KorUt yang baru, Kim Jong-un. Di sisi lain, Bank of Korea menyatakan, Indeks Kepercayaan Konsumen KorSel pada Desember turun. Pelemahan indeks dipimpin oleh saham- saham sekuritas dan konstruksi. Sementara saham-saham teknologi sedikit tertahan penurunannya setelah rilis kabar rencana Sony yang akan menjual 50% saham dalam usaha patungannya dengan LCD Samsung senilai US$940 juta. Di China, pelemahan dipicu rilis output industri China yang diperkirakan hanya tumbuh 11% pada tahun 2012, merevisi perkiraan yang dilakukan
pada 2011 sebesar 13,9%. Selain itu, perbankan mendapat tekanan untuk meningkatkan likuiditas sebesar 100 miliar yuan atau US$ 15,78 miliar melalui pembiayaan ekuitas tahun depan. Dari Asia Pasifik data yang dirilis, antara lain Consumer Confidence KorSel di level 99 dari sebelumnya 103; Corp. Services Price Index (YoY) Jepang di level -0,2% dari sebelumnya 0,1%; dan Housing Start (YoY) di level -0,3% dari sebelumnya -5,8%.

Bursa saham Eropa ditutup positif pasca libur panjang Natal kecuali Spanyol, Swiss, Italia, dan Finlandia. Sementara bursa saham Inggris libur melanjutkan Boxing day . Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap data-data ekonomi AS yang positif di akhir pekan sebelumnya. Investor menunggu data indeks kepercayaan konsumen AS untuk bulan Desember. Pasar juga akan mencermati hasil lelang obligasi dari Italia yang akan dilakukan pada Rabu dan Kamis minggu ini. Lelang tersebut akan mencapai €450 miliar untuk membayar utang obligasi tahun depan yang akan jatuh tempo. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Consumption Indicator Swiss di level -0,3% dari sebelumnya -5,8%.

Bursa kawasan Amerika ditutup menguat kecuali indeks NYSE, DJIA, bursa saham Meksiko, Argentina, dan Venezuela. Pergerakan ini dipicu harapan bahwa The Fed akan mempertimbangkan untuk melanjutkan program QE di tahun depan. Meski sebagian indeks di Wall Street kembali terangkat oleh kenaikan indeks keyakinan konsumen namun, juga terdapat sentimen negatif dari kekhawatiran beberapa masalah yang ada di Eropa. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Home Price Indices Composite (YoY) di level -3,4% dari sebelumnya -3,5%; CB Consumer Confidence di level 64,5 dari sebelumnya 55,2; dan Richmond Manufacturing Index di level 3 dari sebelumnya 0.

Pada perdagangan Rabu (28/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.736-3.763 dan resistance 3.811-3.833. IHSG membentuk spinning dimana sebelumnya membentuk long legged doji . Posisi candle kembali mendekati middle bollinger bands. MACD mencoba bergerak naik tipis dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit berbalik arah dari area overbought. Pergerakan bursa saham global yang mix tentu saja bisa mempengaruhi pergerakan IHSG sehingga masih akan bergerak sideways meskipun banyak pelaku pasar yang masih mengharapkan akan terjadinya window dressing. Diharapkan penguatan pada bursa saham AS dan Eropa bisa membantu IHSG untuk kembali ke zona positif pada hari ini.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads