Indosurya: Pelemahan IHSG Bisa Tertahan

Indosurya: Pelemahan IHSG Bisa Tertahan

- detikFinance
Selasa, 03 Jan 2012 08:06 WIB
Jakarta - IHSG melemah 12,85 poin (0,34%) di level 3.809,14. Total volume perdagangan BEI mencapai 2,99 triliun unit saham dengan nilai total Rp 1,11 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 125 saham turun, dan 97 saham stagnan. LQ-45 turun 0,40% ke level 670,81 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,67% ke level 533,45.

Indeks sektoral saham bergerak negatif dengan pelemahan yang diawali oleh indeks infrastruktur yang turun 0,89% ke level 693,19; indeks perdagangan turun 0,60% ke level 578,67; indeks perkebunan turun 0,41% ke level 2.137,27; indeks industri dasar turun 0,41% ke level 406,62; indeks manufaktur turun 0,35% ke level 988,99; indeks konsumer turun 0,34% ke level 1.311,54; indeks aneka industri turun 0,33% ke level 1.306,87; indeks pertambangan turun 0,15% ke level 2.528,48; dan indeks keuangan turun 0,14% ke level 491,10. Sementara penguatan pada indeks properti yang naik 0,44% ke level 230,26. Indeks MBX dan ISSI melemah namun, DBX menguat. IHSG
mengalami net foreign buy sebesar Rp 10,56 miliar dengan total pembelian asing Rp 198,98 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 188,42 miliar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto Indonesia (TOTO) naik Rp 9.500 ke Rp 59.500; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 300 ke Rp 13.300; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 62.300; Chandra Asri Petrochemical (TPIA) naik Rp 250 ke Rp 2.850; Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 150 ke Rp 9.700; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 100 ke Rp 17.150; Duta Anggada Realty (DART) naik Rp 85 ke level Rp 520; Indospring (INDS) naik Rp 75 ke Rp 3.575; dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) naik Rp 75 ke level Rp 2.200.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG mengawali awal tahun 2012 dengan pelemahan. Bahkan sesaat di buka oleh Presiden SBY, IHSG hanya naik tipis dan kemudian bergerak melemah sepanjang perdagangan. Pelemahan ini dipicu aksi profit taking seiring menguatnya harga-harga saham pada 2 hari perdagangan jelang tutup tahun 2010. Selain itu, melemahnya bursa saham AS di akhir tahun dan masih liburnya mayoritas bursa saham regional menjadikan aktivitas di BEI relatif tidak banyak. Tetapi, bursa saham Eropa yang ternyata di buka naik bisa menahan pelemahan IHSG lebih dalam lagi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.825,10 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.797,00 (level terendahnya) menjelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.809,14. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.125/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.068/US$ yang disebabkan respon negatif setelah pasar saham mencatatkan penurunan di hari pertama perdagangan di awal tahun 2011. Apalagi transaksi Euro juga mengalami pelemahan di pasar Asia sehingga Rupiah pun terimbas. Turunnya bursa saham AS di akhir tahun mengindikasikan masih khawatirnya investor terhadap potensi krisis yang lebih dalam yang terjadi di Eropa. Hal ini pun yang di respon negatif oleh investor sehingga banyak melakukan aksi jual terhadap Euro.

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas masih libur kecuali Taiwan, KorSel, Pakistan, dan India. Pergerakan ini dipicu sikap kehati-hatian investor sambil menunggu data-data ekonomi baik dari AS, Eropa, dan laporan kinerja perusahaan-perusahaan Asia yang diharapkan bisa memberikan arah yang jelas di market. Saham-saham teknologi memimpin penguatan. Sementara, bursa saham Taiwan bergerak sedikit melemah karena tengah fokus pada pemilihan presiden yang akan digelar pada 14 Januari 2012. Pelaku pasar menanti apakah dengan kepemimpinan yang baru akan memilih langkah memperdalam integrasi ekonomi dengan China daratan atau sebaliknya, yang berpotensi semakin mempertegang hubungan kedua negara. Selain itu, kemungkinan juga terpengaruh oleh rilis data Indeks PMI HSBC China yang mengalami sedikit penurunan. Dari Asia Pasifik data yang dirilis, antara lain Trade Balance Indonesia di level US$ 1,53 miliar dari sebelumnya US$ 1,42 miliar; dan CPI (YoY) Indonesia di level 3,79% dari perkiraan 5,65% .

Bursa saham Eropa ditutup positif kecuali Yunani. Sementara bursa saham Inggris, Swiss, dan Irlandia masih libur. Pergerakan ini dipicu setelah manufaktur Jerman mengalami kenaikan dan perkiraan bisa mengalahkan manufaktur China. Sementara, lelang obligasi Perancis untuk 10 tahun turun sehingga menaikkan yield hingga 6 bps menjadi 3,2%. Perancis akan melelang obligasi hingga €16,9 miliar (US$21,9 miliar) pada pekan ini. Data manufaktur Jerman yang naik hampir mendekati data manufaktur China yang naik 50,3. Di hari pertama perdagangan tahun ini, banyak investor yang bersemangat dan memiliki likuiditas untuk berinvestasi. Investor menilai Jerman dapat dilihat sebagai tempat yang aman dengan pertumbuhan yang kuat dibandingkan negara Eropa lainnya sehingga berinvestasi di industri dengan banyak visibilitas seperti utilitas. Untuk lelang obligasi Perancis yang jatuh tempo 2 tahun naik 3 bps menjadi 0,83%. Perancis menyiapkan akan melelang treasury €8,9 miliar dan €8 miliar dari obligasi yang akan jatuh tempo pada 2021, 2023, 2035 dan 2041 pada 5 Januari 2012. Sedangkan Obligasi Jerman turun untuk pertama kalinya dalam 5 hari sehingga mendorong yield obligasi 10 tahun naik 6 bps menjadi 1,89%. Jerman akan melelang €5 miliar yang jatuh tempo pada 2022 pada 4 Januari 2012. Sedangkan yield obligasi Italia untuk 10 tahun turun 15 bps menjadi 6,96%. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Manufacturing PMI Perancis di level 48,80 dari sebelumnya 48,70; dan Manufacturing PMI Jerman di level 48,4 dari sebelumnya 48,1. Bursa kawasan Amerika masih ditutup karena libur kecuali Meksiko, Brazil, dan Chile. Tidak ada data ekonomi yang dirilis.

Pada perdagangan Selasa (3/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.783-3.796 dan resistance 3.824-3.839. IHSG membentuk candle hammer di posisi atas. Posisi candle masih menyentuh upper bollinger bands. MACD tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang sedikit memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai bergerak turun namun, masih di sekitar area overbought. Secara teknikal, dengan posisi IHSG yang telah menyentuh area overbought menjadikan pergerakan naik kian terbatas. Meski masih dimungkinkan mengalami pelemahan namun, diharapkan positifnya bursa saham Eropa bisa menahan pelemahan lebih lanjut.

Selengkapnya, download berikut ini.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads