OSK Nusadana: January Effect Masih Berlangsung

OSK Nusadana: January Effect Masih Berlangsung

- detikFinance
Rabu, 04 Jan 2012 09:40 WIB
Jakarta - January Effect masih terasa di awal tahun ini, IHSG menguat pada perdagangan hari kedua di 2012 ini, dan ditutup naik 48 pts dan tutup di level 3,857.8 (+1.28%). Beberapa saham yang menjadi penggerak market untuk hari ini adalah ASII, BBRI, BBCA, PGAS dan PTBA. Sementara pemberat IHSG antara lain adalah saham-saham yang sifat nya defensive seperti UNVR, ISAT, LPKR, JSMR dan GGRM. Asing tercatat masih melakukan net buy sebesar Rp 795 Miliar, dengan saham yang paling banyak diburu adalah ASII, BMRI, PTBA, UNTR, dan ENRG.

Sementara dari regional, beberapa bursa masih meliburkan diri pada perdagangan kemarin. Beberapa bursa yang sudah kembali bertransaksi seperti Hang Seng naik +2.4%, Kospi +2.69% dan Singapore STI +1.59%. Bursa US dan Eropa yang baru memulai perdagangan di awal tahun ini, mengalami kenaikan pada hari-hari pertama di 2012. Dow +1.47%, FTSE +2.29%, dan DAX Jerman naik +1.50%. Pada pembukaan pagi ini, bursa Asia dibuka menguat. Imbas positif juga berpengaruh terhadap bursa komoditas dimana beberapa komoditas mengalami penguatan, antara lain Oil WTI +4.18%, dan CPO +1.6%. Sementara Rupiah masih diperdagangkan di level Rp9155/USD

Trading Idea
January Effect adalah saat dimana saham-saham akan bergerak anomaly dengan kecenderungan menguat. Kecenderungan tersebut terjadi karena ada nya kecenderungan peningkatan pembelian oleh investor setelah mereka melakukan pnejualan pada desember yang bertujuan untuk mengurangi pajak atau realizing gain. Saham-saham yang masih dapat menguat adalah saham-saham penggerak market atau blue chip seperti saham dari Group Astra, Banking, Coal, dan beberapa Small-mid cap yang mempunyai valuasi dan growth menarik juga masih layak dikoleksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surya Semesta (SSIA) tetap direkomendasikan BUY dengan TP sebesar Rp1,000. Rencana penambahan lahan baru sebesar 300 hektar yang meningkatkan NAV perseroan sebesar 350/lembar. Sementara itu , biaya pembelian dan pembangunan lahan yang hanya sebesar USD30/m dapat dijual seharga USD90/m dipotong pajak sebesar 5%. Saat ini perusahaan sudah berhasil menjual sebesar 90 hektar untuk di book pada tahun 2012. Dari penjualan sebesar 90 hektar, emiten sudah mendapatkan net profit sebesar Rp461 miliar. Belum lagi tambahan laba bersih dari anak usaha konstruksi dan hotel sekitar IDR100 M. Saat ini SSIA diperdagangkan pada PER 5.9x berdasarkan proyeksi earnings 2012. Perseroan mematok target pendapatan sebesar Rp3,1 triliun dengan kontribusi dari penjualan kawasan industri sebesar Rp1,1 triliun. Sementara itu, laba perseroan diperkirakan mencapai Rp643 miliar FY12 (diatas forecast OSK yang sebesar Rp 542 Miliar). Untuk 2012, marjin terbesar dari Emiten masih dari property mereka dengan marjin sebesar 31-32%. Selain itu, saat ini SSIA sedang road show bersama beberapa sekuritas asing yang besar di Indonesia.

Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terus menguat pada awal tahun ini, dari harga penutupan nya pada akhir 2011 di harga Rp178 naik menjadi Rp 198 (+10.1%). Kenaikan ini terkait dengan corporate action anak perusahaannya, EMP International (BVI) Limited, yang mengakuisisi CNOOC ONWJ Ltd yang menguasai 36,7% kepemilikan di blok Offshore Northwest Java PSC (ONWJ) dengan nilai sekitar US$ 212 juta. ONWJ saat ini dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) dan dalam 9 bulan pertama tahun 2011 telah berproduksi dengan rata-rata volume 62.000 barel ekuivalen per hari. ENRG menarik untuk diperhatikan setelah mereka berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp48 miliar pada 3Q11 setelah di dua tahun berturut-turut mengalami net-loss, dengan PBV ENRG saat ini masih di 1.2x. Saat ini ENRG masih berusaha untuk menembus level psikologis mereka di Rp200, jika mereka dapat menembus resistance tersebut, maka BUY untuk ENRG dengan TP di 295 (Bloomberg Konsensus).

Notes: kepemilikan CNOOC ONWJ saat ini sudah di akuisisi oleh ENRG, dan Pertamina Hulu Energy adalah anak perusahaan Pertamina yang direncanakan untuk IPO pada tahun 2012 ini.

Technical view: IHSG hari ini diperkirakan cenderung naik menguji level resistance terdekat di 3,883.02 dan support di level 3,839.78. Dengan pergerakan positif kemarin dan IHSG kembali memasuki uptrend channel jangka panjang, diperkirakan hari ini masih cenderung naik minimal ke level resistance diatas. Dari indikator teknikal terlihat kecenderungan pembalikan arah untuk naik lebih lanjut. Daily risk saat ini di level 47.96 %. Stock pick untuk hari ini antara lain:
1. Adaro Energy (ADRO), Trading Buy
2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Trading Buy
3. Global Mediacom (BMTR), Trading Buy

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads