Sementara dari regional, pada perdagangan kemarin bursa Asia bergerak mix dengan Nikkei naik +1.24%, Hang Seng turun -0.80%, dan Kospi -0.49%. Bursa US dan Eropa bergerak mix, Dow +0.17%, FTSE -0.55%, dan DAX Jerman -0.89%. Harga minyak mentah juga terus menanjak akibat dari sentimen Uni Eropa yang akan menghentikan pembelian minyak dari Iran. Sekadar informasi, harga kontrak minyak sudah naik untuk yang ke sembilan kalinya dari 11 hari setelah Uni Eropa bilang menteri luar negeri berniat mengumumkan sanksi yang lebih keras terhadap sektor perbankan dan energi Iran pada pertemuan mereka yang dihelat 30 Januari mendatang. Saat ini Oil WTI diperdagangkan di harga USD103.22/brl (+0.25%). Senitmen dari Eropa dan kondisi di Iran memberikan sentimen negatif terhadap pembukaan bursa Asia pagi ini. Pada pembukaan pagi ini, bursa Asia dibuka melemah.
Trading Ideas
Mitra Bahtera Segara Sejati (MBSS) adalah perusahaan yang bergerak di bisnis penunjang batubara adalah barging atau biasa disebut dengan tongkang. Bisnis transportasi batu bara akan tumbuh dengan tinggi nya demand dari batu bara itu sendiri. adalah salah satu perusahaan penyedia jasa transportasi batu bara terbesar di Indonesia. Bisnis dari MBSS sebagai penyedia jasa untuk perusahaan batu bara mempunyai beberapa point positif yang dapat diperhatikan, yaitu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Pertumbuhan perusahaan seiring dengan demand batubara
- Perusahaan mempunyai market share yang besar
- Marjin perusahaan pun relatif lebih stabil.
Laba bersih sampai dengan 9M11 hanya sebesar Rp186 Miliar, dan masih dibawah ekspektasi kami. Laba kotor untuk 3Q11 sendiri turun 2% dikarenakan beban biaya yang perusahaan harus keluarkan untuk maintenance 2 buah floating cranes. Meski demikian, terlepas dari hasil Laba bersih 9M11 yang dibawah ekspektasi kami masih tetap melihat MBSS secara positif. Penurunan harga MBSS yang telah menyentuh di level yang sudah cukup rendah, dapat menjadi momentum untuk kembali mengakumulasi saham ini. Secara fundamental Fair value untuk MBSS ada di Rp2,000 merefleksikan 12PERf 6.8x dan 12PBVf 1.5x.
Media Nusantara Citra (MNCN) saat ini diperdagangkan di level PER 16.6x,masih dibawah rata-rata PER industri yang sebesar 28x. Sementara ROE dari perusahaan sebesar 20.3%, atau masih atas rata-rata ROE industri. Laporan keuangan sampai dengan kuartal 3 2011 (3Q11), mencetak kenaikan laba sebesar 56% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Untuk tahun 2012, emiten menargetkan pendapatan berkisar Rp 7,15 triliun hingga Rp 7,7 triliun. Target pemasukan itu naik sekitar 30%-40% dari proyeksi pendapatan tahun ini yaitu Rp 5,5 triliun. MNCN adalah pemain terbesar dalam dunia media di Indonesia, dengan market cap yang paling besar, dan valuasi yang relatif masih murah. Harga wajar untuk MNCN adalah Rp1,650/lembar saham (OSK), dengan rekomendasi BUY.
AKR Corporindo (AKRA) menargetkan kenaikan revenue pada tahun 2012 sebesar +26% dibandingkan 2011. Kontribusi untuk total revenue AKRA, 87% nya masih didominasi oleh Petroleum dan Chemical. Sementara untuk 2012, coal production AKRA sudah mulai memberikan kontribusi pendapatan sekitar 3% dari total revenue (forecast). Pada perdagangan kemarin AKRA naik sebesar 3.25% dan tutup di harga Rp3,175, Secara technical indikator masih bergerak positif dengan level support di 3,000. AKRA mempunyai TP Fundamental di 3,600 dengan PE12f sekitar 17.2x. Secara umum PE AKRA relatif tinggi, tapi di IHSG saat ini tidak ada perbandingan untuk AKRA yang mempunyai bisnis sejenis.
Special Mention: ASRI, MEDC, INTP dan MAIN
Technical View: IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung naik namun sudah mulai terbatas. Resistance terdekat diperkirakan sekitar level 3,927.5 akan diuji terlebih dahulu. Jika level ini tidak mampu ditembus, IHSG akan konsolidasi dengan perkiraan support terdekat di level 3,890.93. Dengan daily risk saat ini memang terlihat potensi kenaikan lebih lanjut, seperti terlihat pada indikator teknikal yang belum memberikan konfirmasi untuk top reversal. Stock pick untuk hari ini antara lain:
1. Bank Negara Indonesia (BBNI), Trading Buy
2. Bank Mandiri (BMRI), Trading Buy
3. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Trading Buy
(ang/ang)











































