Lautandhana Securindo: Indeks Fluktuatif Cenderung Menguat

Lautandhana Securindo: Indeks Fluktuatif Cenderung Menguat

- detikFinance
Jumat, 06 Jan 2012 09:40 WIB
Jakarta - IHSG ditutup turun tipis 1,2 poin atau melemah 0,03% ke level 3.906,26 mengekor bursa regional yang ditutup terkoreksi merespon negatif data industri jasa Australia melemah di Desember dan kekhawatiran lelang obligasi Perancis sebesar 8 miliar euro di bawah ekspektasi. Sektor keuangan mengalami koreksi terdalam (-0,6%) sedangkan apresiasi saham-saham sektor industri dasar (1,1%) dan consumer (+0,8%) mampu menahan penurunan IHSG lebih dalam. Asing masih aktif mengakumulasi saham-saham dengan mencetak net buy Rp 567 miliar. Saham-saham yang berada di posisi top gainers adalah DLTA naik Rp 3.500, UNVR naik Rp 750, SQBI naik Rp 500, dan INTP naik Rp 350. Sedangkan saham-saham top losers diantaranya ITMG turun Rp 550, GGRM turun Rp 350, AALI turun Rp 350, dan BYAN turun Rp 200.

Bursa Eropa melanjutkan pelemahan dipimpin oleh koreksi saham-saham sektor perbankan. Keraguan investor perbankan Uni Eropa mampu memenuhi kebijakan minimum modal inti di level 9% menjadi katalis utama pelemahan bursa. Perancis berhasil menjual obligasi sebesar 7,96 miliar euro (US$ 10,2 miliar) dengan rata-rata yield 3,29% naik dibanding lelang sebelumnya 3,18%. Sementara itu bursa AS ditutup variatif dengan kecenderungan menguat merespon positif data ekonomi AS seperti lapangan kerja di sektor swasta meningkat 325 ribu di Desember melebihi ekspektasi, klaim pengangguran mingguan turun 15 ribu menjadi 372 ribu, dan indeks data non-manufaktur naik menjadi 52,6% di Desember.

Bursa regional di akhir pekan ini dibuka memerah dimana indeks Nikkei -0,9%; KOSPI -1,3%; KLSE -0,1%; dan STI -0,2%. IHSG pada Jumat ini kami estimasi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dengan level support dan resistance di kisaran 3.855,33-3.952,72. Kami sarankan investor agar tetap mencermati saham yang memiliki fundamental baik, seperti: ASII, ITMG, PTBA, ADRO, JSMR, SMGR, LSIP, BBRI dan BMRI.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads