OSK Nusadana: IHSG Sudah Rawan Koreksi

OSK Nusadana: IHSG Sudah Rawan Koreksi

- detikFinance
Jumat, 06 Jan 2012 09:58 WIB
Jakarta - Pada perdagangan kemarin IHSG terkoreksi 1 pts dan tutup di level 3,906.2 (-0.03%) mengakhiri kenaikan kuat di 2 hari terakhir. Beberapa saham yang menjadi market laggers untuk hari ini adalah BMRI, BBNI, ADRO, BBCA dan ISAT. Sementara beberapa saham yang masih menjadi penahan untuk IHSG antara lain adalah UNVR, SMGR, INTP dan ASII. Asing tercatat masih melakukan net buy sebesar Rp 567 Miliar, dengan saham yang paling banyak diburu adalah INTP, BBRI, ITMG, SMGR dan JSMR.

Sementara dari regional, pada perdagangan kemarin bursa Asia bergerak mix dengan Nikkei turun -0.83%, Hang Seng menguat tipis +0.46%, dan Kospi -0.13%. Semalam bursa Amerika bergerak tipis dengan Dow Jones turun -0.1% dan Index S&P naik tipis +0.3%. Kenaikan bursa AS antaralain seiring naik nya saham-saham perbankan dan sentimen positif mengenai membaik nya data lapangan kerja di AS. Sementara harga Oil WTI masih diperdagangkan di harga USD 101/barel.

Trading Ideas
Pada hari pertama perdagangan di tahun 2012, saham-saham defensive seperti UNVR dan JSMR mengalami penurunan dan menjadi pemberat IHSG saat itu. Selama 2 hari terakhir, UNVR dan JSMR mengalami penguatan yang tinggi dengan kenaikan harga yang signifikan dan peningkatan volume perdagangan. Selain itu, beberapa saham seperti ASRI dan LPCK juga menarik untuk diperhatikan terkait dengan performance mereka sepanjang 2011 dan valuasi mereka yang relatif masih murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UNVR sebagai salah satu pemain di sektor consumer goods di Indonesia akan menjadi perusahaan yang akan mendapatkan kenaikan positif dari membaik nya domestic consumption di Indonesia. Meski demikian, secara valuasi kenaikan yang sudah tinggi pada saham UNVR sudah melewati harga wajar mereka, dan investor sudah bisa mulai ambil posisi jual bagi saham tersebut.

JSMR sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia akan banyak mendapatkan imbas positif dari pengesahan UU Pembebasan Lahan. Saat ini Indonesia mempunyai jalan tol sepanjang 742 km dari sekitar 2,344 km jalan tol yang sangat berpotensi untuk dioperasi kan. Sekitar 736km saat ini sedang dalam tahap development, tapi banyak terbentur oleh masalah pembebesan lahan. Perusahaan sendiri mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 triliun untuk belanja modal perusahaan tahun depan. Anggaran dana itu akan dialokasikan untuk pendanaan konstruksi sejumlah ruas tol baru serta pemeliharaan dan operasional ruas-ruas tol yang dikelola perusahaan.

Sementara ASRI berdasarkan komunikasi dengan pihak manajemen mengatakan bahwa mereka menetapkan Obligasi mereka sebesar USD150 Juta dimana penggunaan obligasi ini akan dialokasikan akuisisi beberapa lahan di Pasar Kemis dan Modernland. ASRI masih menarik untuk dikoleksi menyusul marketing sales mereka yang masih inline dengan forecast OSK di angka Rp2.8 Triliun.

Dari sektor Industrial estate, LPCK menarik untuk diperhatikan. Saat ini bersama SSIA, LPCK sedang melakukan road show dengan beberapa foreign investor di luar negeri. LPCK mempunyai target price di harga Rp2350 (konsensus) dan saat ini LPCK mempunyai valuasi PER12f 3.4x dan PBV12f 1.2x. Secara valuasi, LPCK masih lebih murah dibandingkan SSIA yang saat ini diperdagangkan dengan valuasi PER12f 5.9x dan PBV12f 2.0x.

INTP juga masih menarik untuk diperhatikan dengan potensial upside sebesat +8.7% dari nilai wajar mereka di Rp20.000.

Technical view: Dengan kondisi indikator teknikal yang secara umum naik terbatas menuju resistance line diperkirkan resistance terdekat diperkirakan antara level 3,916.71 dan 3,935.87 atau sekitar level 3,926.29. Sementara support hari ini di level 3,878.39. Daily risk saat ini di level 43.18 %, dan jika IHSG tidak mampu bertahan diatas level 3,916.71 diatas maka IHSG rawan koreksi untuk konsilidasi terlebih dahulu dengan perkiraan support kuat di 3,840.07. Stock pick untuk hari ini antara lain:
1. Bumi Resources (BUMI), BoW
2. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), BoW
3. Lippo Cikarang (LPCK), BoW

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads