Indosurya: Kenaikan IHSG Masih Terbatas

Indosurya: Kenaikan IHSG Masih Terbatas

- detikFinance
Selasa, 10 Jan 2012 08:04 WIB
Jakarta - IHSG melemah 19,65 poin (0,51%) di level 3.889,07. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,6 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,81 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 92 saham turun, dan 121 saham stagnan. LQ-45 naik 0,71% ke level 687,81 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,45% ke level 550,08.

Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks keuangan yang naik 1,21% ke level 498,93; indeks infrastruktur naik 0,99% ke level 703,41; indeks properti naik 0,87% ke level 237,96; indeks konsumer naik 0,80% ke level 1.334,95; indeks industri dasar naik 0,60% ke level 417,12; indeks pertambangan naik 0,49% ke level 2.595,21; dan indeks perdagangan naik 0,13% ke level 590,43. Sementara pelemahan pada indeks aneka industri yang turun 1,47% ke level 1.350,02; indeks perkebunan turun 0,31% ke level 2.157,17; dan indeks manufaktur turun 0,05% ke level 1.013,80. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 32,94 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,69 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,66 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 2.100 ke Rp 13.600; Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 1.000 ke Rp 11.500; Bank Danamon (BDMN) naik Rp 450 ke Rp 4.800; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 19.600; Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 400 ke Rp 10.300; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 39.950; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 11.800; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 350 ke level Rp 39.450; dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 300 ke Rp 18.400.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laju pergerakan IHSG yang sebelumnya diperkirakan akan mengalami pelemahan sepanjang perdagangan, di akhir perdagangan justru bisa mengalami kenaikan. Apalagi jika melihat posisi IHSG yang telah berada di atas area overbought dan di tambah dengan pelemahan pada mayoritas bursa saham Asia di sesi I membuat laju IHSG di sesi I tetap berada di zona negatif. Tetapi, aksi beli menjelang penutupan mampu membawa IHSG bertengger di zona positif. PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) mencatatkan saham perdana dan menguat 29% pada pembukaan bursa menjadi Rp510 dari harga perdana Rp395. Emiten ini sekaligus menjadi emiten pertama yang listing di tahun ini. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.890,197 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.8848,34 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.889,07. Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.188/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.160/US$. Pelemahan ini masih dipicu sentimen penguatan US$ sejak minggu sebelumnya hingga awal pekan ini. Sedangkan apresiasi US$, masih dipicu krisis utang Eropa. Masalah di Eropa dan kian membaiknya data tenaga kerja AS di akhir pekan lalu memperkuat US$. Ekonomi AS meskipun terdapat masalah internal yang tak kalah peliknya namun, dinilai masih lebih baik dibandingkan ekonomi Eropa sehingga kondisi fundamental AS itulah yang mendongkrak penguatan US$. Di pekan lalu, data Nonfarm Payrolls AS bulan Desember di level 200.000 yang menunjukkan pertumbuhan dan naik dari prediksi 150 ribu dan level 100.000 pekerjaan pada bulan sebelumnya. Di sisi lain, tingkat pengangguran AS menurun ke level terendah sejak Februari 2009 menjadi 8,5% dari sebelumnya 8,7%. Akan tetapi, membaiknya data-data tersebut terganjal oleh krisis Eropa dan kecemasan akan penyebaran krisis utang tersebut pada negara-negara besar Eropa terutama Jerman dan Perancis. Di luar itu, meski lelang obligasi Jerman dinyatakan berhasil namun, penilaian bid-to-cover ratio -nya turun menjadi 1,27 dari rata-rata 5 tahun sebesar 1,6. Sementara itu, yield obligasi Perancis justru naik di level 3,29% dari level 3,18%. Pasar juga terlihat masih menanti hasil Pertemuan Merkozy.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak negatif kecuali Hong Kong, China, Thailand, dan Filipina. Sementara Jepang libur. Pergerakan ini dipicu oleh sentimen lama yaitu kekhawatiran akan kondisi krisis utang Eropa yang berbanding terbalik dengan sentimen positif pemulihan ekonomi AS. Di akhir pekan kemarin, rilis data-data ekonomi AS menunjukkan angka positif yang menunjukkan adanya pemulihan. Sebaliknya, penjualan ritel bulanan di kawasan Euro dan factory orders bulanan Jerman justru anjlok. Belum lagi angka pengangguran Eropa yang tidak berubah dari sebelumnya. Kondisi itu diperparah dengan penurunan rating utang Hongaria ke status junk. Hongaria termasuk dalam Uni Eropa namun, tidak masuk dalam zona Euro. Apalagi beredar laporan, IMF telah kehilangan kepercayaan pada kemampuan Yunani untuk membayar utangnya ke publik. Bursa saham Australia melemah dalam volume perdagangan yang tipis seiring turunnya penjualan pengecer lokal dan kekhawatiran akan masalah utang Eropa. Berbeda dengan lainnya, bursa saham China menguat seiring dengan penguatan saham energi setelah pemerintah menyatakan bahwa Beijing akan mendorong reformasi keuangan dimana akan meningkatkan peraturan pasar dan melindungi hak-hak investor. Bursa saham Hong Kong pun juga menguat dipicu oleh short-covering dan perkiraan membaiknya data ekonomi serta komentar PM China. Investor Asia pun juga akan fokus pada pertemuan Merkozy dalam menyempurnakanaturan baru keseragaman fiskal Eropa hari ini. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan pada 9/12/11 dan nantinya pertemuan puncak antara pemimipin Eropa akan dilakukan pada 30 Januari di Brussel. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya AIG Construction Index di level 41 dari sebelumnya 39,6; New Home Sales (MoM) Australia di level 6,8% dari sebelumnya 5,5%, Retail Sales (MoM) di level 0% dari sebelumnya 0,2%; dan Trade Balance Taiwan di level US$ 2,3 miliar dari sebelumnya US$ 3,2 miliar.

Bursa saham Eropa ditutup negatif kecuali Irlandia, Iceland, dan Belanda. Pergerakan ini dipicu sikap menahan diri investor untuk mengantisipasi pertemuan antara Sarkozy dan Merkel untuk membahas penanganan krisis Uni Eropa lebih lanjut selama 3 bulan ke depan. Merkozy membahas perlu adanya disiplin fiskal dan pajak atas transaksi keuangan yang dilakukan di negara-negara Uni Eropa. Nantinya para pemimpin kawasan Euro akan mencoba menyelesaikan peraturan fiskal ini pada akhir Januari 2012. Akan tetapi, usulan ini masih ditentang oleh Inggris yang menganggap aturan tersebut memberatkan. Di sisi lain, Belgia tengah bersiap-siap menghadapi defisit utang yang membesar. Pemerintah Belgia telah membekukan anggaran belanja sebesar US$ 1,7 miliar dan Bank sentral Belgia memperkirakanpertumbuhan ekonominya hanya tumbuh sebesar 0,5%. Semalam, lelang obligasi Jerman tenor 6 bulan mencatatkan yield -0,0122 dimana pemerintah Jerman menjual €3,9 miliar sekaligus yang pertama kalinya menghasilkan imbal hasil negatif. Data Bundesbank memperlihatkan, lelang tersebut telah menarik penawaran sebanyak 1,8x dari jumlah yang ditawarkan, jauh lebih rendah dibanding pada Desember 2011 yang tercatat sebesar 3,8x. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Unemployment rate Swiss di level 3,10% dari sebelumnya 3%; Trade Balance Jerman di level US$ 15,10 miliar dari sebelumnya US$ 12,5 miliar; dan Industrial Production (MoM) Jerman di level -0,6% dari sebelumnya 0,8%.

Bursa kawasan Amerika ditutup positif kecuali Meksiko dan Kolombia. Pergerakan dipicu optimisme pelaku pasar terhadap kemajuan pertumbuhan ekonomi AS. Selain itu, juga merespon positif hasil pertemuan Merkozy untuk menangani krisis utang di kawasan Euro. Investor pun juga tengah fokus pada laporan kinerja Q4-11. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Consumer Credit di level 20,4 miliar dari sebelumnya 7,6 miliar; Building permits (MoM) Kanada di level -3,6% dari sebelumnya 11,6%; dan CPI (YoY) Meksiko di level 3,8% dari sebelumnya 3,5%.

Pada perdagangan Selasa (10/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.834-3.861 dan resistance 3.903-3.917. IHSG membentuk candle hammer sekaligus membentuk pola piercing line . Posisi candle sedikit di bawah upper bollinger bands . MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba menembus area overbought. IHSG tengah melakukan konsolidasi penyesuaian posisi agar memiliki ruang untuk rebound kembali. Kondisi global yang beragam akan menentukan pergerakan IHSG. Jikapun ada kenaikan maka masih bersifat terbatas.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads