First Asia Capital: Indeks Bergerak Mixed

First Asia Capital: Indeks Bergerak Mixed

- detikFinance
Kamis, 12 Jan 2012 09:19 WIB
First Asia Capital: Indeks Bergerak Mixed
Jakarta - Perdagangan saham kemarin diwarnai aksi ambil untung investor, terutama pada sesi terakhir perdagangan. IHSG sempat menguat ke level 3954, namun akhirnya ditutup di 3909,640, atau melemah 29 poin (0,7%) dari posisi penutupan sehari sebelumnya. Koreksi atas sejumlah saham unggulan seperti ASII, TLKM dan BBRI menjadi motor penurunan indeks. Sementara saham-saham sektor tambang logam terlihat menguat memanfaatkan momentum penguatan harga komoditasnya. Pelaku pasar lebih memilih aksi ambil untung mengingat sejumlah harga saham sektoral sudah mencapai area overbought. IHSG sejak awal tahun ini sudah menguat hampir 4% sehingga memicu aksi ambil untung investor.

Meskipun kondisi pasar global memperlihatkan perkembangan positif akhir-akhir ini namun resiko dari krisis utang Eropa masih membayangi psikologis investor. Kamis ini pasar masih menanti hasil lelang obligasi Italia dan Spanyol. Situasi ini juga dialami di sejumlah pasar saham global terutama di AS dan Uni Eropa. Indeks utama pasar saham AS tadi malam ditutup bervariasi. Indeks DJIA ditutup melemah tipis 13 poin atau 0,10% di posisi 12449,45, sedangkan indeks S&P 500 ditutup menguat tipis tidak sampai satu poin di posisi 1292,48.

Sedangkan indeks utama bursa Eropa rata-rata ditutup turun di bawah 0,5%. Pelaku pasar di belahan utara dunia sana, masih menanti hasil lelang obligasi sejumlah negara di kawasan zona Euro pekan ini di tengah membaiknya data ekonomi AS yang keluar akhir-akhir ini. Peringatan Fitch Ratings kemarin tentang kemungkinan anjloknya mata uang tunggal Euro apabila ECB tidak melakukan aksi melakukan pembelian obligasi negara-negara yang bermasalah di kawasan tersebut telah memicu sentimen negatif di pasar. Hal ini membuat mata uang Euro terhadap US dolar jatuh ke level terendah dalam 16 bulan terakhir. Sementara harga minyak mentah kemarin melemah ke posisi USD100,87/barrel dipicu penguatan dolar AS dan adanya pernyataan dari EIA pasokan minyak mentah di AS meningkat pekan lalu. Sedangkan harga logam dan besi baja kembali menguat setelah survey PwC menyebutkan adanya kekurangan pasokan barang-barang material yang dipasok ke pabrikan. Hal ini diperkirakan masih akan membuat sejumlah saham tambang logam hari ini menguat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan melihat kondisi pasar global yang masih mixed, perdagangan saham hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan terjadinya aksi ambil untung, namun koreksi diperkirakan bersifat terbatas. IHSG akan bergerak dengan rentang support di 3870 hingga 3890 dan resisten di 3940

IHSG S1 3890 S2 3870 ; R1 3940 R2 3970

Saham Pilihan :
CPIN 2200-2375 Buy on Weakness
TINS 1700-1800 Trading Buy
UNSP 295-315 Buy on Weakness
AALI 21550-22050 Trading Buy
SMCB 2200-2325 Sell on Strength
INDY 2350-2600 Sell on Strength
INDF 4775-5000 Buy on Weakness
KRAS 850-900 Buy break 870
BUMI 2425-2550 Sell on Strength
ANTM 1660-1720 Sell on Strength
APLN 355-370 Buy on Weakness

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads