Sementara bursa US dan Eropa bergerak melemah dengan Dow -0.10%, FTSE -0.45%, dan DAX -0.17%. Dari komoditas Produksi crude palm oil (CPO) di Malaysia turun lebih dalam dari penurunan kinerja ekspornya di bulan Desember. Oil World menyebutkan, ekspor CPO dari Malaysia di bulan Desember turun sekitar 3% sementara produksi turun 10%. Harga Oil WTI akhir nya terkoreksi, dan turun hampir 2% ke level US100.8/brl setelah sempat bertahan di harga USD102/brl. Komoditas lain pun bergerak mix dengan nikel -0.36%, bijih besi +2.1% dan timah +0.99%.
Trading Ideas
Mitra Investindo atau MITI , perusahaan yang bergerak di bidang produksi batu granit, mencetak penjualan hampir 2x lipat pada 3Q11 dibandingkan penjualan mereka di 3Q10. Hal ini juga mempengaruhi laba bersih mereka dimana mereka mencetak laba sebesar Rp 17.7 Miliar, jauh lebih tinggi dibadingkan laba mereka pada 3Q10 yang hanya sebesar Rp1 Miliar. Kenaikan laba ini, selain didukung oleh kenaikan penjualan, juga efisiensi perusahaan dalam mengoptimalkan Operating expense mereka. Saat ini MITI diperdagangkan pada PER 6.9x dan PBV 2.8x.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhi Karya (ADHI) diperkirakan dapat mencetak kenaikan laba pada FY12 sebesar 15%, kenaikan ini antara lain didukung oleh kontrak yang diapatakan oleh emiten pada proyek Pertamina’s Residual Fluid Catalytic Crackin (FRCC) di Pertamina, Dari proyek ini sendiri, diperkirakan dapat mendongkrak pendapatan perusahaan sebesar 15-23% untuk tahun 2012-2013. ADHI juga berencana untuk melakukan Right Issue pada tahun 2012 ini untuk meningkatkan likuiditas perusahaan. Saat ini ADHI direkomendasikan BUY dengan TP Rp640 mereflesikan PER12f dan PBV12f masing-masing sebesar 5.8x dan 0.9x.
Wijaya Karya (WIKA) merupakan perusahaan BUMN yang saat ini mempunyai Market Cap terbesar di IHSG. Market Cap WIKA besar nya lebih dari 3x lipat market cap ADHI. WIKA juga menjadi saham infrastruktur yang paling liquid di market. Saat ini WIKA diperdagangkan dengan rekomendasi BUY, dengan TP sebesar Rp810 merefleksikan PER12f 5.8x dan PBV12f 0.9x. Saat ini, WIKA diperdagangkan di harga premium dengan PE 12.5x, masih diatas rata-rata PE industri yang sebesar 9.9x.
Total Bangun Persada (TOTL) menargetkan pendapatan mencapai Rp1,7 triliun pada 2012, naik 13,33% dibandingkan estimasi tahun 2011 yang sebesar Rp1,5 triliun. Sementara OSK menargetkan net profit perusahaan diperkirakan dapat naik 18.9% didukung oleh masuk nya perusahaan ke proyek-proyek power plant. TOTL mempunyai TP di Rp390 atau merefleksikan PER12f 6.6x dan PBV12f 1.2x.
PP Pembangunan Perumahan atau PTPP saat ini belum di cover oleh OSK, meski demikian, konsensus di Bloomberg mempunyai fair value untuk PTPP di Rp660. PTPP sendiri menargetkan pendapatan tahun ini Rp8,7 triliun atau tumbuh 40% dibandingkan pendapatan tahun lalu.
Dari sektor perbankan, Bank BJB (BJBR) menargetkan penyaluran kredit mikro tumbuh 100% dari Rp 3 triliun pada 2011 menjadi Rp 6 triliun pada tahun ini dengan mengoperasikan 400 unit layanan “Waroeng BJB”. Hal ini menyebabkan kenaikan harga saham BJBR naik sekitar +7.6% pada perdagangan tgl 10 Jan. BI mengatakan pertumbuhan kredit mikro perbankan di Jabar sebesar 23%. Tahun ini, BI mencanangkan kenaikan hingga 30%. Saat ini, BJB juga gencar untuk merambah pasar perbankan di luar Jawa Barat-Banten. Selain itu BJBR juga berencana untuk meluncurkan Internet dan Mobile Banking tahun 2012 ini. Berdasarkan performance perusahaan pada 3Q11, perusahaan mencetak laba 5% dibawah estimasi kami dan hanya naik +1.9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara fundamental TP untuk BJBR adalah Rp1400 merefleksikan PER12f 7.6x dan PBV12f 1.4x.
Technical View: IHSG hari ini diperkirakan cenderung konsolidasi dengan perkiraan support berikutnya sekitar level S2 (3,884.36) dan resistance di level R2 (3,924.77) dengan daily risk saat ini sekitar level 56.28 %. Indikator MFI Optimized terlihat masih cenderung naik dan W%R Optimized akan coba test di support trendline. Jika indeks ini tidak mampu bertahan minimal di level Q (3,904.57) diperkirakan koreksi akan berlanjut dengan dan test di level S2 . Namun jika sebaliknya, IHSG akan kembali mencoba naik kembali ke R2 diatas. Stock pick untuk hari ini antara lain:
1.Gudang Garam (GGRM), BoW
2. Indocement Tunggal Prakasa (INTP), BoW
3. Media Nusantara Citra (MNCN), BoW
Special Mention: ENRG, MNCN, INDY dan Metal Mining Sector
(ang/ang)











































