Dari sisi makro, kemarin Bank Indonesia, sebagaimana sudah diperkirakan sebelumnya, kembali menahan tingkat bunga acuannya di 6%. Tahun ini BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar angka 6,3%-6,5% dengan tingkat inflasi sebesar 4,5% plus minus satu persen. Secara keseluruhan tren pasar masih positif, pergerakan harga saham masih punya ruang buat penguatan lebih lanjut. Hal ini terutama ditopang arus dana asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia mengingat iklim investasi di Indonesia yang terus membaik ditandai dengan rating utang yang berada pada kategori βinvestment gradeβ.
Perkembangan pasar global juga memperlihatkan resiko pasar relatif membaik menyusul perkembangan positif di kawasan zona Euro. Kemarin Italia dan Spanyol berhasil melakukan lelang obligasinya dengan yield yang lebih rendah dari bulan sebelumnya. Spanyol berhasil meraih dana dua kali lipat dari lelang obligasi sebelumnya, sebesar Euros 10 miliar dengan tingkat bunga turun 1%. Begitu juga dengan lelang obligasi Italia sebanyak Euros 12 miliar dengan tingkat bunga turun menjadi separuh atau 2,735% dibandingkan lelang obligasi bulan sebelumnya dengan tingkat bunga 5,95%. Tadi malam bursa AS masih ditutup di teritori positif. Namun harga minyak mentah mengalami penurunan hingga USD99/barrel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG S1 3890 S2 3880 ; R1 3925 R2 3940
Saham Pilihan :
BMRI 6650-6900 Buy on Weakness
BJBR 990-1090 Trading Buy
BBTN 1210-1240 Buy on Weakness
INDF 4675-4875 Buy on Weakness
GZCO 280-320 Trading Buy
CTRA 560-600 Spec Buy
JPRS 580-700 Spec Buy
INTA 690-860 Trading Buy
AALI 21700-22900 Trading Buy
MNCN 1290-1400 Trading Buy
(ang/ang)











































