Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks aneka industri yang naik 1,59% ke level 1.266,83; indeks perdagangan naik 1,22% ke level 603,21; indeks manufaktur naik 1,11% ke level 1.023,93; indeks industri dasar naik 1,01% ke level 424,30; indeks perkebunan naik 0,97% ke level 2.218,30; indeks konsumer naik 0,76% ke level 1.339,26; indeks pertambangan naik 0,66% ke level 2.654,68; indeks properti naik 0,55% ke level 239,65; dan indeks infrastruktur naik 0,42% ke level 713,84. Sementara pelemahan pada indeks keuangan yang turun 0,05% ke level 499,81. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 212,43 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,73 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,52 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough Indonesia (SCPI) naik Rp5.000 ke Rp30.000, Petrosea (PTRO) Naik Rp 4.200 ke Rp 37.500, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 121.000, Astra International (ASII) naik Rp 1.300 ke Rp 76.750, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 850 ke Rp 11.950, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 39.700, United Tractors (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 27.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 59.550, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 300 ke Rp 12.300.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.180/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.210/US$. Penguatan ini dipicu apresiasi positif terhadap keberhasilan lelang obligasi Italia dan Spanyol pada lelang pekan kemarin. Di sisi lain, beberapa data makro ekonomi AS yang dirilis akhir pekan kemarin menunjukkan angka yang negatif. Laporan Jobless Claim yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Begitupun dengan laporan penjualan ritel yang melemah dibandingkan bulan sebelumnya. Yield obligasi Italia turun jadi 6,62% dari sebelumnya 6,9% untuk tenor 10 tahun. Sementara untuk tenor 2 tahun, turun ke level 4,19% dari 4,75%. Begitu juga yield obligasi dengan tenor 1 tahun jadi 2,73% dari 5,95% pada Desember 2011. Sementara itu, yield obligasi Spanyol dengan tenor 10 tahun juga turun ke level 5,25% dari 5,5%. Pada saat yang sama, Bank of England (BoE) dan ECB masih tidak merubah suku bunga acuannya. Hal ini menunjukkan arah kebijakan ECB dan BoE yang tidak terlalu cemas terhadap kesehatan perekonomian zona Eropa.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali China, Taiwan, dan Sri Lanka. Pergerakan ini dipicu seiring respon positif investor terhadap keberhasilan dan permintaan yang kuat dari penjualan surat utang Spanyol dan Italia sehingga menghapus kekhawatiran gagalnya lelang obligasi keduanya. Indeks Nikkei menguat usai pengumuman hasil lelang obligasi di Eropa yang berimbas pada eksportir. Permintaan ekspor ke Eropa diperkirakan akan meningkat seiring dengan menguatnya Euro terhadap Yen setelah penjualan obligasi Italia dan Spanyol yang berhasil meredakan kekhawatiran investor dari kondisi krisis utang Eropa. Bursa saham Seoul naik tipis pada penutupan hari ini, karena investor bisa bernapas lega usai lelang obligasi Spanyol dan Italia. Indeks KOSPI menguat yang dipimpin oleh saham produsen kapal. Bursa saham Australia menguat yang dipimpin sektor energi dan bahan dasar. Bursa saham China melemah usai Beijing menyatakan ada penurunan pada cadangan devisa (pertama kalinya sejak Q1-09). Devisa dalam mata uang asing China tercatat sebesar US$ 3,181 triliun pada akhir Desember 2011, atau turun US$20,55 miliar dari Q3-11 dimana pada Q3-11 justru naik US$ 4,2 miliar dibanding Q2-11. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Retail Sales (YoY) Singapura di level 6,4% dari
sebelumnya 8,4%; dan suku bunga KorSel di level 3,25%.
Bursa saham Eropa ditutup negatif kecuali Spanyol, Irlandia, dan Austria. Pergerakan ini dipicu langkah S&P yang berencana untuk menurunkan peringkat kredit 9 negara Eropa. Padahal di awal perdagangan, bursa saham Eropa menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap obligasi negara Eropa. Italia telah berhasil menjual obligasi yang berakhir pada Nov'14 senilai β¬ 4,75 miliar (US$ 6,1 miliar) atau sesuai target maksimal dari rencana β¬ 3-4,75 miliar dengan yield 4,83%, turun dari sebelumnya 5,62%. Selain itu, juga berhasil menjual obligasi senilai β¬ 779 juta yang berakhir pada Jul'14 dengan yield 4,29% dan obligasi senilai β¬ 971 juta yang berakhir pada Ags'18 dengan yield 5,75%. Akan tetapi, di tengah sentimen positif Italia dan adanya potensi penurunan rating, komunikasi antara pihak kreditur dengan Yunani terkait pengalihan utang menjadi hal penting untuk menghindari default . Para pejabat menyatakan akan ada pembahasan lebih lanjut pekan depan terkait hal tersebut. Jika Yunani tidak dapat membujuk bank dan perusahaan asuransi untuk menerima kerugian dengan sukarela atas kepemilikan obligasi mereka maka utang jatuh tempo Yunani pada akhir Maret akan menembus β¬14,4 miliar. Data ekonomi yang dirilis diantaranya CPI (YoY) Spanyol di level 2,4% dari sebelumnya 2,9%; Trade Balance Eropa di level US$ 6,1 miliar dari sebelumnya US$ 500 juta; dan PPI Output (MoM) Inggris di level -0,2% dari sebelumnya 0,2%.
Bursa kawasan Amerika ditutup negatif kecuali Panama, Venezuela, dan Kolumbia. Pergerakan dipicu penurunan saham-saham perbankan setelah adanya kabar beberapa negara Uni Eropa berpotensi mengalami downgrade dari S&P, meskipun Jerman tidak termasuk di dalamnya. Di sisi lain, rilis laporan keuangan JP Morgan Chase & Co. juga mengecewakan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Import Price Index (MoM) di level -0,1% dari sebelumnya 0,8%; Trade Balance di level US$ -47,8 triliun dari sebelumnya US$ -43,3 triliun; dan Michigan Consumer Sentiment Index di level 74 dari sebelumnya 69,9.
Pada perdagangan Senin (16/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.895-3.915 dan resistance 3.950-3.960. IHSG membentuk pola candle abandoned baby di bawah dimana sebelumnya membentuk candle positif 2 kali berturut. Posisi candle telah sedikit berada di bawah upper bollinger bands. MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali reversal di atas area overbought. Penguatan IHSG karena sentimen positif dari Eropa pada pekan lalu kemungkinan akan terhalang oleh berita negatif dari S&P. Waspadai bila terdapat gejala profit taking . Setelah penutupan bursa saham AS, akhirnya S&P mengumumkan ada 4 negara yang peringkatnya turun 2 tingkat, yaitu: Italia BBB+ menjadi A (outlook negatif); Spanyol A menjadi AA (-); Portugal BB menjadi BBB (-); dan Siprus BB+ menjadi BBB (-). Sementara ada 5 negara yang peringkatnya turun 1 tingkat, yaitu: Prancis AA+ menjadi AAA (-); Austria AA+ menjadi AAA (-); Malta A- menjadi A (-); Slovenia A+ menjadi AA- (-); dan Slovakia A menjadi A+ (-). Sementara lainnya tetap namun, dengan outlook negatif kecuali Jerman dengan outlook stabil.
(qom/qom)











































