Indeks sektoral saham bergerak negatif dengan pelemahan pada indeks konsumer yang turun 1,29% ke level 1.322,05; indeks industri dasar turun 1,10% ke level 419,63; indeks keuangan turun 1,08% ke level 494,44; indeks pertambangan turun 1,04% ke level 2.626,99; indeks manufaktur turun 1,03% ke level 1.013,36; indeks perkebunan turun 0,96% ke level 2.197,04; indeks aneka industri turun 0,69% ke level 1.357,38; dan indeks properti turun 0,17% ke level 239,23. Sementara penguatan pada indeks perdagangan yang naik 0,84% ke level 608,27 dan indeks infrastruktur naik 0,20% ke level 715,30. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 28,60 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,02 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,05 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough Indonesia (SCPI) naik Rp 6.000 ke Rp 36.000, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) Naik Rp 525 ke Rp 3.650, Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 300 ke Rp 7.400, AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 275 ke Rp 3.625, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 ke Rp 19.400, Central Omega Resources (DKFT) naik Rp 120 ke Rp 1.870, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 100 ke Rp 15.900, Renuka Coalindo (SQMI) naik Rp 85 ke Rp 560, dan Sorini Agro Asia Corporindo (SOBI) naik Rp 75 ke Rp 2.175.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.175/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.180/US$. Penguatan ini dipicu penilaian pelaku pasar valas bahwa dengan adanya penurunan rating sejumlah negara Eropa maka akan ada capital inflow ke Indonesia. Penilaian ini berbalik arah dimana sebelumnya Rupiah sempat terdepresiasi karena adanya kekhawatiran krisis Eropa akan memperlambat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara dan mengakibatkan mayoritas mata uang Asia melemah terhadap US$. Kecemasan terhadap krisis muncul setelah S&P memangkas peringkat utang Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya, pada akhir pekan kemarin.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali New Zealand, Pakistan, dan India. Pergerakan ini dipicu seiring respon negatif investor terhadap keputusan S&P yang menurunkan peringkat utang AAA dari Prancis dan memangkas peringkat utang 8 negara Eropa lainnya sehingga memicu kecemasan bahwa penentu kebijakan di Eropa belum melakukan upaya terbaik dalam memerangi krisis utang di kawasan tersebut. Faktor lainnya adalah pimpinan Eropa kembali membuka pembicaraan yang sempat terhenti dengan para kreditur Yunani mengenai seberapa besar kerugian yang harus ditanggung dalam debt swap yang diusulkan. Sejumlah saham sektor keuangan dan teknologi mengalami penurunan. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Core Machinery Orders (MoM) Jepang di level 14,8% dari sebelumnya -6,9%; Home Loans (MoM) Australia di level 1,4% dari sebelumnya 0,8%; dan Household Confidence Jepang di level 38,9 dari sebelumnya 38,1.
Bursa saham Eropa ditutup positif kecuali Spanyol, dan Portugal. Pergerakan ini dipicu keberhasilan lelang obligasi Perancis yang diadakan kemarin. Keberhasilan ini menghalau sentimen negatif dari penurunan rating 9 negara Eropa oleh S&P. Bursa saham Jerman menguat tinggi dipicu kenaikan saham produsen mobil mewah setelah Goldman Sachs memberikan rekomen positif atas industri ini. Perancis menjual obligasinya senilai β¬ 1,9 miliar (US$ 2,4 miliar) tenor 1 tahun dengan yield 0,41% atau turun dari sebelumnya di level 0,45%. Begitupun dengan Treasury Perancis yang terjual β¬ 4,5 miliar untuk tenor 3 bulan dan β¬ 2,2 miliar untuk tenor 6 bulan. Dikabarkan pejabat Yunani akan mengadakan pembicaraan kembali dengan para kreditur pada 18/1/12 setelah diskusi sebelumnya sempat terhenti pekan lalu yang membicarakan besaran kerugian investor di swap utang. Di sisi lain, Merkozy berencana mengadakan pertemuan setelah peringatan dari ECB akan risiko merubah peraturan anggaran. Data ekonomi yang dirilis diantaranya CPI (MoM) Italia di level 0,4%; PPI (MoM) Swiss di level 0,3% dari sebelumnya -0,8%; dan Righmove House Price Index
(MoM) Inggris di level -0,8% dari sebelumnya -2,7%.
Bursa kawasan Amerika ditutup positif kecuali Venezuela. Sementara bursa saham Wall Street sedang libur untuk memperingati hari Martin Luther King. Pada pekan ke-3 bulan Januari 2012 ini, pasar kemungkinan akan mengandalkan laporan kinerja emiten dengan dukungan ekspektasi ekonomi yang secara perlahan mulai membaik.
Meskipun kondisi Eropa masih berpotensi menahan laju pergerakan indeks. Saham sektor perbankan diperkirakan masih akan menjadi fokus utama. Beberapa perusahaan AS yang akan melaporkan kinerja Q4-11 adalah Bank of America, General Electric, Intel Corp, Goldman Sachs dan Microsoft. Data ekonomi yang dirilis, yaitu New Motor Vehicle Sales (MoM) di level -1% dari sebelumnya 3,3%.
Pada perdagangan Selasa (17/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.872-3.891 dan resistance 3.932-3.954. IHSG membentuk pola hanging man dimana sebelumnya membentuk pola abandoned baby . Posisi candle telah sedikit berada di bawah upper bollinger bands . MACD seperti akan membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali bergerak turun meski masih berada di sekitar area overbought. Sentimen penurunan rating sejumlah negara di Eropa membuat kondisi pasar menjadi negatif namun, dengan positifnya bursa saham Eropa diharapkan bisa menghalau sentimen negatif dari penurunan rating tersebut.
(qom/qom)











































