First Asia Capital: IHSG Bergerak Variatif

First Asia Capital: IHSG Bergerak Variatif

- detikFinance
Selasa, 17 Jan 2012 09:02 WIB
Jakarta - Aksi jual terbatas atas sejumlah saham unggulan menyusul respon negatif pasar atas diturunkannya peringkat utang sejumlah negara di kawasan Euro oleh S&P kembali membuat IHSG ditutup di teritori negatif, meskipun level IHSG masih berada di atas level 3900. Pasar saham Asia, termasuk Indonesia terkena imbas negatif dari penurunan peringkat tersebut. Penurunan peringkat utang oleh S&P tersebut memberikan sinyal krisis di Eropa masih akan membutuhkan waktu lama untuk penyelesaiannya.

Β Namun di tengah iklim pasar yang kurang kondusif tersebut, sejumlah counter masih dilanda aksi beli pelaku pasar, terutama beberapa saham lapis dua dan tiga, seperti saham yang bergerak di sektor kontraktor karya, seperti ADHI, WIKA, dan TOTL, saham Grup Panin, dan beberapa saham lainnya seperti ENRG, AKRA dan LTLS. IHSG ditutup turun 25,633 poin di posisi 3909,693. Namun volume dan nilai transaksi terlihat menipis. Nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin hanya Rp.2,25 triliun, menyusut dibandingkan rata-rata harian dalam sepekan kemarin yang mencapai Rp.3,50 triliun.

Sementara itu pasar AS tadi malam libur sedangkan bursa saham zona Euro berhasil rebound setelah bereaksi negatif atas penurunan peringkat S&P pada perdagangan Jumat lalu. Namun demikian penguatan tersebut masih bersifat labil menyusul munculnya kembali kekhawatiran terjadinya default atas utang Yunani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk perdagangan hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi di tengah minimnya sentimen positif di pasar dan krisis utang zona Euro masih menjadi faktor negatif di pasar. Namun demikian peluang terjadinya rebound masih terbuka, meskipun terbatas mengingat volume dan nilai transaksi yang diperkirakan akan menipis pekan ini. Aksi beli selektif masih akan terjadi pada sejumlah saham lapis dua dan tiga, terutama yang memiliki isu individual menarik. Pelaku pasar bisa mencermati saham-saham yang berkinerja solid apabila berkeinginan melakukan pembelian, seperti yang bergerak di sektor tambang batubara, energi, infrastruktur, perbankan dan barang konsumsi. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang sekitar 30-50 poin dengan kecenderungan menguat terbatas. IHSG saat ini memiliki support di 3870 dan resisten di 3930 hingga 3950

IHSG S1 3890 S2 3870 ; R1 3930 R2 3950

Saham Pilihan :
BBRI 6650-6900 Buy on Weakness
BBNI 3675-3800 Buy on Weakness
BUMI 2425-2550 Sell on Strength
ADRO 1760-1840 Buy on Weakness
HRUM 6900-7250 Buy on Weakness
WINS 325-370 Trading Buy
ADHI 620-680 Trading Buy
AKRA 3500-3800 Sell on Strength
ENRG 200-215 Trading Buy
ADMG 590-640 Buy on Weakness
INDY 2525-2850 Maintain Buy
INDF 4600-4975 Buy on Weakness

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads