OSK Nusadana: IHSG Cenderung Naik

OSK Nusadana: IHSG Cenderung Naik

- detikFinance
Selasa, 17 Jan 2012 09:47 WIB
Jakarta - IHSG melemah 25 pts dan ditutup di level 3,909.6 (-0.65%) pada perdagangan kemarin. Value perdagangan tercatat relatif rendah, dengan value hanya Rp2.8 triliun dan volume sebanyak 9.1 juta lot. Hampir semua sektor mengalami penurunan kecuali sektor infrastruktur dan trade & service. Beberapa saham yang menjadi market laggers antara lain BMRI, GGRM, ASII, UNVR, dan SMGR. Sementara beberapa saham yang menjadi penahan penurunan bursa kemarin adalah AKRA, TLKM, META, EXCL dan PTBA. Ditengah penurunan bursa, foreign tercatat masih melakukan aksi jual dalam jumlah kecil, tercatat net sell oleh foreign hanya sebesar Rp29 miliar. Angka ini menunjukan bahwa belum ada dana dalam jumlah besar yang keluar dari market Indonesia. Penurunan rating yang dilakukan oleh S&P terhadap Perancis dan 8 negara Eropa lain nya menjadi salah satu alasan penurunan IHSG. Dari Asia, Nikkei ditutup turun -1.43%, Hang seng terkoreksi -1.0%, dan Kospi melemah -0.87%.

Trading Ideas
Memasuki minggu ketiga di 2012, saham-saham blue chip masih direkomendasikan untuk dikoleksi. Saham-saham dari sektor Consumer goods, property, infrastruktur, dan semen masih menarik untuk di akumulasi beli. Beberapa saham yang sudah turun cukup dalam masih menarik untuk dikoleksi.

Panin Financial (PNLF) naik sebesar +6.7% pada perdagangan kemarin dan tutup di level Rp143/lbr. Selama 3 hari perdagangan, PNLF sudah naik sebesar +26.5%. Rencana PNLF untuk melepas 40% saham anak usahanya, PT Panin Life senilai US$200 juta menjadi salah satu pemicu peningkatan transaksi dari saham ini. Penjualan saham akan dilakukan melalui lelang yang rencananyan digelar pada akhir kuartal pertama 2012. Beberapa bank asing yang berminat menjadi koordinator lelang, salah satunya Bank of American Merril Lynch. Dari penjualan ini, PNLF diharapkan akan mendapat suntikan dana sebesar Rp1.8 triliun, dengan asumsi Rp9,000/USD 1. PNLF adalah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan dengan eksposure usaha ke perbankan (PNBN), asuransi, dan Sekuritas. Saat ini PNLF diperdagangkan di level PER 4.3x dan PBV 0.6x. Dengan bisnis keuangan nya yang beragam, saat ini PNLF tidak punya perbandingan peers di dalam index IHSG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Modernland Realty (MDLN) menjadi saham yang menarik untuk diperhatikan seiring peningkatan volume dan harga saham dalam 5 hari terakhir. Saat ini perusahaan berencana menerbitkan rights issues untuk ekspansi usaha dan penambahan modal kerja. Salah satu rencana ekspansi usaha tersebut adalah melakukan akuisisi PIS (Prisma Inti Semesta) dan NAIE (New Asia Industrial Estate), 2 perusahaan pengembang kawasan industri dan perumahan sederhana. Saat ini PIS dan NAIE telah memenuhi sebagian syarat legal seperti perijinan usaha, pengesahan badan hukum dan perpajakan. Ijin prinsip dan lokasi PIS mencakup atas tanah seluas 400 hektar terletakdi Serang. Meskipun harga jual per meter lahan industri di kawasan Serang, namun pembelian 2 perusahaan ini lahan ini akan menjadikan MDLN menjadi pemain utama untuk kawasan industri di kawasan Serang dan sekitar nya.

Secara performance pada laporan keuangan sebelum nya, pada 3Q11 MDLN meraih laba bersih sebesar Rp 53.4 miliar, dari sebelum nya hanya Rp4.6 miliar pada 3Q10. Saat ini MDLN diperdagangkan dengan harga yang sangat murah, PER 13x dan PBV 0.8x. Masih dibawah SSIA yang diperdagangkan di harga PER 15.5x dan PBV 3.8x.

Special mention: INDY, ENRG, PTBA dan AKRA

Technical view: IHSG hari diperkirakan cenderung naik seiring dengan indikator MFI Optimized yang masih cenderung bergerak naik serta indikator W%R Optimized yang akan test di support trendline. Diperkirakan IHSG akan test di resistance terdekat sekitar level 3,925.3 dan support di level 3,884.6. IHSG akan konfirm untuk naik lebih tinggi lagi jika mampu bertahan minimal di level 3,925.3 diatas. Dan sebaliknya masih akan cenderung konsolidasi jika level Q diatas tidak dapat dipertahankan. Stock pick untuk hari ini antara lain:
1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Rp 6,800, BoW
2. Gajah Tunggal (GJTL), Rp, 3,000, Acc.Buy
3. Kawasan Industri Jababeka (KIJA), Rp 190, BoW

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads