Indosurya: IHSG Digiring ke Zona Positif

Indosurya: IHSG Digiring ke Zona Positif

- detikFinance
Kamis, 19 Jan 2012 08:08 WIB
Jakarta - IHSG menguat 23,37 poin (0,59%) di level 3.978,13. Total volume perdagangan BEI mencapai 6,62 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,19 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 129 saham turun, dan 107 saham stagnan. LQ-45 naik 0,75% ke level 701,21 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,84% ke level 565,71.

Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks industri dasar yang naik 1,77% ke level 434,31; indeks manufaktur naik 0,91% ke level 1.033,67; indeks perdagangan naik 0,85% ke level 622,45; indeks keuangan naik 0,78% ke level 504,94; indeks konsumer naik 0,72% ke level 1.335,66; indeks aneka industri naik 0,48% ke level 1.384,66; indeks pertambangan naik 0,44% ke level 2.677,41; dan indeks infrastruktur naik 0,004% ke level 719,77. Sementara pelemahan pada indeks perkebunan yang turun 0,78% ke level 2.205,17; dan indeks properti turun 0,16% ke level 239,93. Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah. IHSG
mengalami net foreign buy sebesar Rp 595,99 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,33 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,73 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 1.050 ke Rp 12.050, United Tractors (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 29.250, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 500 ke Rp 12.350, Astra International (ASII) naik Rp 500 ke Rp 77.800, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 400 ke Rp 9.350, Voksel Electric (VOKS) naik Rp 230 ke Rp 1.230, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 200 ke Rp 12.700, Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 200 ke Rp 8.000, dan Bayan Resources (BYAN) naik Rp 200 ke Rp 17.900.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG kembali melanjutkan penguatannya seiring dengan penguatan bursa regional yang merespon positif pergerakan bursa AS dan Eropa. Pergerakan positif bursa saham Eropa dan AS, dipicu optimisme akan keadaan ekonomi Jerman yang sesuai ekspektasi dan penurunan yield lelang obligasi baru tenor 18 bulan Spanyol dari 4,226% menjadi 2,399%. Meski sempat mampir ke zona merah namun, di sisi lain IHSG mendapat sentimen positif dari Moody's Rating yang menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi Baa3 dari sebelumnya Ba1 dengan outlook stabil. Peringkat ini menambah perolehan peringkat sebelumnya, pada 15 Desember 2011, dari Fitch's Rating yang menaikkan peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.978,46 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.947,86 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.978,13. Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.160/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.208/US$. Pergerakan ini dipicu sentimen positif yang datang dari pemberian peringkat oleh Moody's Investor Service dimana rating utang Indonesia dinaikkan ke level investment grade menyusul Fitch Rating menjelang akhir 2011. Moody's beralasan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tahan dari guncangan kondisi eksternal serta dampak krisis utang yang melanda Eropa dinilai tidak terlalu besar pengaruhnya bagi perekonomian Indonesia. Moody's pun mengapresiasikan kebijakan ekonomi yang diambil oleh otoritas moneter Indonesia dalam mengantisipasi krisis eksternal. Penguatan Rupiah juga mendapat dukungan dari pemerintah yang tetap optimistis atas pertumbuhan ekonomi, meskipun Bank Dunia tengah memangkas outlook perekonomian dunia.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali China, KorSel, Sri Lanka, dan Thailand. Pergerakan ini dipicu sikap wait and see investor jelang digelarnya lelang obligasi Portugal dan Yunani yang akan melanjutkan pembicaraan dengan kreditur swasta terkait restrukturisasi utang. Saham-saham keuangan sempat melemah terimbas sentimen laporan kinerja Citigroup. Indeks Shanghai melemah setelah investor profit taking menjelang liburan Tahun Baru Imlek namun, investor tetap optimis atas kebijakan pemerintah untuk mendukung pasar saham. Di sisi lain, laju pergerakan bursa saham Asia juga dipicu penilaian dari Bank Dunia terhadap ekonomi dunia tahun ini yang akan tumbuh 2,5%, turun dari perkiraan Juni 3,6%. Pertumbuhan kawasan Euro akan kontraksi 0,3% pada 2012 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya 1,8%. Pertumbuhan ekonomi AS dipangkas menjadi 2,2% dari 2,9%. Bank Dunia juga meramalkan pertumbuhan Jepang akan turun 1,9% dari 2,6% pada prediksi Juni. Pertumbuhan China akan melambat menjadi 8,4% di 2012 atau sama seperti revisi proyeksi yang dirilis pada November 2011. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Westpac Consumer Sentiment Australia di level 2,4% dari sebelumnya -8,3%; New Motor Vehicle Sales (MoM) Australia di level -2,9% dari sebelumnya -0,6%; dan Industrial Production (MoM) Jepang di level -2,7% dari sebelumnya -2,6%.

Bursa saham Eropa bergerak variatif dengan pelemahan pada Perancis, Spanyol, dan Italia. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap langkah IMF yang akan memperbesar porsi pendanaan sebanyak US$ 500 miliar untuk mengurangi dampak krisis utang Uni Eropa. Langkah ini membuat Euro mengalami apresiasi terhadap US$. Di sisi lain, investor juga mengapresiasikan hasil pertemuan Yunani dengan para kreditur yang diwakili oleh Institute of International Finance yang kian mendekati kesepakatan. Ke-2 pihak sedang mencoba mencari persetujuan untuk melakukan write-offs utang Yunani sebesar 50% untuk membantu mengurangidefisit anggaran. Tidak hanya itu, kemarin Jerman berhasil menjual obligasi tenor 2 tahun senilai €4 miliar (US$ 5,1 miliar) dan Portugal melelang obligasinya senilai € 2,5 miliar (US$ 3,2 miliar) dengan tenor 3, 6, dan 11 bulan. Adapun yield obligasi Portugal tenor 11 bulan rata-rata mencapai 4,986% atau lebih rendah dibandingkan saat lelang obligasi tenor 12 bulan pada April 2011 sebesar 5,902%. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Trade Balance Italia di level US$ - 1,58 miliar dari sebelumnya US$ -1,06 miliar; dan Unemployment rate Inggris di level 8,4% dari sebelumnya 8,3%.

Bursa kawasan Amerika ditutup positif kecuali Panama. Pergerakan ini dipicu respon positif investor setelah IMF berniat menambah kapasitas dana pinjaman sekitar US$ 500 miliar untuk melindungi ekonomi global dari krisis utang Eropa yang semakin memburuk. Kapasitas dana pinjaman IMF yang tersedia saat ini sebesar US$ 385 miliar dan IMF ingin menaikkan menjadi US$ 885 miliar. Selain itu, IMF juga berencana menyediakan dana US$ 100 miliar yang akan digunakan sebagai bantalan proteksi. Laporan kinerja Wells Fargo yang positif menahan penurunan saham-saham keuangan dimana sebelumnya laporan kinerja JP Morgan Chase & Co., Citigroup, dan Bank of New York mencatatkan penurunan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu MBA Mortgage Applications di level 23,1% dari sebelumnya 4,5%; NAHB Housing Market Index di level 25 dari sebelumnya 21; dan Industrial Production (MoM) di level 0,4% dari sebelumnya -0,3%.

Pada perdagangan Kamis (19/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.927-3.958 dan resistance 3.988-3.998. IHSG membentuk pola menyerupai hanging man dimana sebelumnya membentuk white marubozu. Posisi candle kian mendekati upper bollinger bands. MACD masih melanjutkan kenaikan setelah gagal membentuk death cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba untuk melanjutkan kenaikan di sekitar area overbought. Sentimen dari Eropa dan AS yang masih positif diharapkan mampu menggiring IHSG untuk tetap berada di zona positif namun, perlu diwaspadai dimana kondisi ini bisa juga dimanfaatkan oleh investor tertentu untuk profit taking sehingga dapat menahan laju pergerakan IHSG.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads