Kenaikan peringkat tersebut semakin menegaskan posisi perekonomian Indonesia yang relatif kuat di tengah gejolak perekonomian global akibat krisis utang zona Euro. Pasca dinaikkannya peringkat utang Indonesia tersebut, nilai tukar rupiah atas dolar AS menguat 48 poin menjadi Rp.9160/US dolar. Yield obligasi global bond Indonesia jangka waktu 30 tahun turun 5 bp menjadi 5,30% dan premi CDS Indonesia turun 10 bp. Kenaikkan peringkat investasi Indonesia tersebut mengindikasikan turunnya resiko berinvestasi di Indonesia sehingga berpeluang memicu kenaikan harga aset keuangan di Indonesia., termasuk harga saham.
Sementara dari sisi perkembangan eksternal, perekonomian dua negara raksasa ekonomi dunia, AS dan China, juga menunjukkan perkembangan positif. Data-data ekonomi yang keluar dari dua negara tersebut menunjukkan tren pertumbuhan. Tadi malam indeks utama bursa AS kembali bergerak di teritori positif. Indeks DJIA dan S&P 500 ditutup naik masing-masing 0,78% dan 1,11%. Penguatan di Wall Street tersebut dipicu kenaikan output industri di AS Desember lalu dimana naik 0,9%, kenaikan tertinggi sejak Desember 2010 lalu. Di sektor perumahan, indeks kepercayaan perusahaan pembangunan perumahan (The PHLX housing index) Januari meningkat 3,1% ke level tertinggi dalam empat setengah tahun terakhir. Pernyataan IMF yang akan membantu likuiditas negara-negara yang terkena krisis utang zona Euro dengan menyiapkan dana sebesar USD600 miliar turut mendongkrak harga saham di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG S1 3950 S2 3910 ; R1 3990 R2 4020
Saham Pilihan :
ADRO 1800-1840 Trading Buy
BMRI 6900-7400 Maintain Buy
INDF 4775-4975 Maintain Buy
BUMI 2475-2600 Buy break 2550
BBTN 1210-1250 Buy break 1240
ASII 77500-78700 Sell on Strength
UNTR 28800-29900 Sell on Strength
CTRA 570-640 Trading Buy
CPIN 2225-2350 Trading Buy
BBRI 6900-7250 Maintain Buy
(ang/ang)











































