Indosurya: Waspadai Profit Taking IHSG

Indosurya: Waspadai Profit Taking IHSG

- detikFinance
Jumat, 20 Jan 2012 07:52 WIB
Jakarta - IHSG menguat 22,94 poin (0,58%) di level 4.001,07. Total volume perdagangan BEI mencapai 6,44 triliun unit saham dengan nilai total Rp 6,91 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 104 saham turun, dan 111 saham stagnan. LQ-45 naik 0,67% ke level 705,91 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,53% ke level 568,70.

Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks industri dasar yang naik 1,61% ke level 441,30; indeks aneka industri naik 1,38% ke level 1.403,71; indeks manufaktur naik 1,15% ke level 1.045,59; indeks keuangan naik 0,93% ke level 509,66; indeks pertambangan naik 0,78% ke level 2.698,24; dan indeks konsumer naik 0,65% ke level 1.344,36. Sementara pelemahan pada indeks perkebunan yang turun 0,68% ke level 2.190,11; indeks perdagangan turun 0,48% ke level 619,46; indeks properti turun 0,33% ke level 239,13; dan indeks infrastruktur turun 0,22% ke level 718,20. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat . IHSG mengalami net
foreign buy sebesar Rp 859,76 miliar dengan total pembelian asing Rp 3,65 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,79 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 16.000 ke Rp 400.000, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 126.000, Astra International (ASII) naik Rp 1.000 ke Rp 78.800, Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 1.000 ke Rp 11.000, Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 350 ke Rp 15.500, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 300 ke Rp 9.000, H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 42.250, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 5.750, dan Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 20.250.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG masih bergerak nyaman di zona hijau pada perdagangan kemarin seiring penguatan mayoritas bursa saham regional yang dipicu suksesnya lelang obligasi Jerman yang berhasil menjual obligasi tenor 2 tahun senilai €4 miliar (US$ 5,1 miliar) dan Portugal yang melelang obligasinya senilai €2,5 miliar (US$ 3,2 miliar) dengan tenor 3, 6, dan 11 bulan. Selain itu, IMF yang berinisiatif menyediakan dana sekitar US$500 miliar untuk membantu negara Uni Eropa. Tidak hanya itu, sentimen peningkatan rating dari Moody's masih memberikan angin segar bagi IHSG. Kenaikan rating ini menambah perolehan peringkat ke level investment grade dari Japan Credit Rating Agency (JCRA) dan Fitch Rating. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.027,89 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.978,13 (level terendahnya) menjelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.001,07. Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.075/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.160/US$. Pergerakan ini dipicu oleh penguatan Euro seiring adanya optimisme di pasar atas niat IMF yang dinaikkan dana talangan untuk mengurangi dampak krisis Eropa menjadi US$1 triliun. Di sisi lain, apresiasi Euro terhadap US$ juga mendapat dukungan dari hasil positif lelang obligasi Jerman dan Portugal. Dari sisi internal, penguatan Rupiah terdorong oleh eforia pasar setelah kenaikan peringkat utang Indonesia ke level investment grade dari Moody's Investor Service. Tetapi, investor juga mencermati dampak penurunan proyeksi pertumbuhan global oleh Bank Dunia.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Australia, Pakistan, Sri Lanka, dan Malaysia. Pergerakan ini dipicu respon positif investor setelah rilis berita IMF yang akan meningkatkan besaran dana talangan untuk krisis utang Eropa. Seperti diberitakan, IMF berupaya untuk menaikkan jumlah dana talangan menjadi sekitar US$ 500-600 miliar untuk menolong negara-negara Uni Eropa keluar dari krisis utang. Namun demikian, dari sisi AS dan beberapa negara maju lainnya, justru Eropa lah yang harus meningkatkan jumlah dana iuran dalam talangan tersebut. Indeks Nikkei menguat ditopang saham-saham keuangan dan perbankan setelah merespon positif sentimen kinerja Goldman Sachs. Indeks ASX melemah setelah data ketenagakerjaan domestik menunjukkan penurunan mendekati level 30.000 pekerjaan pada Desember 2011. Indeks Hang Seng menguat dipimpin oleh saham keuangan dan saham asuransi serta saham pengembang properti. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya CPI (QoQ) New Zealand di level -0,3% dari sebelumnya 0,4%; Employment Change Australia di level -29.300 dari sebelumnya -7.500; dan Employment Rate Australia di level 5,2%.

Bursa saham Eropa bergerak positif kecuali Iceland. Pergerakan ini dipicu keberhasilan lelang obligasi Spanyol dan Perancis senilai € 14,6 miliar ($ 18,8 miliar). Perancis berhasil melelang € 7,97 miliar obligasi bertenor 2 tahun dengan yield rata-rata 1,05% atau lebih rendah dari 1,58% pada Oktober 2011 dan inflation linked bond tenor 10 tahun senilai € 425 miliar pada yield rata-rata 1,07% atau lebih rendah dari 2,32% pada November 2011. Sedangkan Spanyol berhasil melelang € 6,61 miliar obligasi yang akan jatuh tempo pada 2016, 2019, dan 2022 dengan yield rata-rata untuk obligasi yang akan jatuh tempo 2022 pada level 5,403% atau lebih rendah dari 6,975% pada November 2011. Di sisi lain, pasar merespon positif pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi, yang mengatakan bahwa tahun ini Uni Eropa akan semakin baik perekonomiannya seiring langkah penghematan dan reformasi fiskal yang dilakukan. Pelaku pasar juga mengharapkan kesepakatan antara Yunani dengan para kreditur untuk menghindari gagal bayar. Meskipun belum ada kepastian, ke-2 pihak akan berhasil sesuai ekspektasi pasar. Apalagi MenKeu Yunani, Venizlos, memberikan pernyataan positif kian dekatnya ke-2 pihak mencapai kesepakatan. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Industrial New Orders (YoY) Spanyol di level -0,5% dari sebelumnya 0,7%.

Bursa kawasan Amerika ditutup positif. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap hasil lelang Perancis dan Spanyol. Selain itu, juga merespon positif hasil kinerja dari beberapa emiten seperti Bank of America yang pendapatannya sesuai ekspektasi dan Morgan Stanley yang meski pendapatan turun tetapi EPS masih tinggi. Dari 35 perusahaan yang masuk dalam S&P 500 yang melaporkan kinerjanya sejak 9 Januari. 22 emiten di antaranya berhasil mencetak keuntungan per sham yang lebih besar dari proyeksi. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Housing Start di level 660 ribu dari sebelumnya 690 ribu; Initial Jobless Claims di level 352 ribu dari sebelumnya 402 ribu; Building Permits di level 680 ribu; Philadelphia Fed Manufacturing Index di level 7,3 dari sebelumnya 10,3; Manufacturing Sales (MoM) Kanada di level 2% dari sebelumnya -0,6%.

Pada perdagangan Jumat (20/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.953-3.977 dan resistance 4.026-4.052. IHSG membentuk pola menyerupai shooting star dimana sebelumnya membentuk hanging man . Posisi candle telah menyentuh upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai melemah dan menurun di sekitar area overbought. Pergerakan bursa saham Eropa dan AS yang masih positif diharapkan masih mampu membuat IHSG untuk tetap berada di zona positif meskipun secara teknikal posisi IHSG berada di atas area overbought. Perlu diwaspadai apabila aksi profit taking mulai menghalangi kenyamanan IHSG di zona hijau.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads