Indeks sektoral saham bergerak negatif dengan pelemahan pada indeks industri dasar yang turun 2,50% ke level 430,26; indeks properti turun 0,81% ke level 237,20; indeks perkebunan turun 0,80% ke level 2.172,54; indeks manufaktur turun 0,66% ke level 1.038,69; indeks keuangan turun 0,53% ke level 506,94; indeks aneka industri turun 0,09% ke level 1.402,49; indeks pertambangan turun 0,05% ke level 2.697,02; dan indeks perdagangan turun 0,02% ke level 619,34. Sementara penguatan pada indeks infrastruktur naik 0,39% ke level 721,01; dan indeks konsumer naik 0,06% ke level 1.345,22. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 427,55 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,73 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,3 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 128.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 28.500, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 20.450, Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 200 ke Rp 7.400, Bank Ekonomi Raharja (BAEK) naik Rp 200 ke Rp 1.950, Indospring (INDS) naik Rp 175 ke Rp 3.775, Indosiar Karya Media (IDKM) naik Rp 175 ke Rp 2.975, Voksel Electric (VOKS) naik Rp 170 ke Rp 1.500, dan Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 78.950.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.986,52. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkannett sell .
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.955/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.075/US$. Pergerakan ini dipicu oleh keberhasilan serangkaian lelang obligasi di Uni Eropa terutama Perancis dan Spanyol yang baru saja dilaksanakan. Lelang obligasi tersebut dinilai merupakan sinyal bahwa kondisi keuangan pada zona euro membaik meskipun masih ada permasalah seputar penyelesaian utang dan reformasi keuangan. Tidak hanya itu, apresiasi Rupiah juga ditunjang oleh faktor rilis laporan Initial Jobless Claim AS di akhir pekan kemarin yang turun ke level terendah sejak April 2008. Selain itu, laporan keuangan di sektor keuangan sebelumnya mayoritas juga dirilis lebih baik dibandingkan estimasi sebelumnya sehingga memacu peningkatan risk appetite . Faktor kenaikan
peringkat utang Indonesia ke levelinvestment grade dari Moody's turut membuat Rupiah menguat.
Bursa saham Asia Pasifik pada Jumat (20/1/12) bergerak menguat kecuali Sri Lanka dan Thailand. Sementara Taiwan libur sejak 19 Januari 2011. Kenaikan ini sehubungan dengan tingginya permintaan akan surat utang zona Euro dan sinyal penyelesaian kesepakatan antara Yunani dengan kreditur swasta yang dinilai kian menemui kesepakatan. Selain itu, investor turut mengapresiasi positif laba bank-bank AS yang melebihi ekspektasi dan data-data ekonomi AS yang mengkonfirmasi adanya pemulihan. Di sisi lain, survei mengenai permintaan barang di China untuk Januari memperlihatkan bahwa krisis utang zona euro mulai memberikan dampak pada kondisi global namun, bursa saham China dan harga komoditas bisa menguat sehingga menghapus hasil survei HSBC terkait kondisi manufaktur sebelumnya.
Indikator awal kegiatan industri China berada pada level 48,8 untuk Januari 2012 atau sedikit lebih tinggi dari level 48,7 untuk Desember 2011. Indeks saham Shanghai ditutup menguat didukung oleh optimisme bahwa pemerintah akan lebih memperdulikan pasar saham usai liburan Tahun Baru Imlek pekan depan. Begitu pun dengan Indeks Hang Seng yang berakhir naik seiring harapan adanya pelonggaran kebijakan fiskal oleh Beijing dan kondisi pasar saham di luar negeri. Indeks Nikkei positif dipicu saham-saham keuangan usai data yang dirilis dari kinerja bank-bank AS dan mulai berkurangnya kekhawatiran sementara atas kondisi Eropa. Sementara pergerakan bursa saham Asia pada Senin (23/1/12) bergerak mix dengan pelemahan pada Jepang, Australia, dan Sri Lanka. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Import Price Index (QoQ) Australia di level 2,5% dari sebelumnya 0%; All Industries Activity Index (MoM) Jepang di level -1,1% dari sebelumnya 0,8%; dan Industrial Production
(YoY) Taiwan di level -8,2% dari sebelumnya -4,7%; sertaPPI (QoQ) di level 0,3% dari sebelumnya 0,6%.
Bursa saham Eropa pada Jumat (20/1/12) bergerak negatif kecuali Portugal, Luxemburg, dan Iceland. Pergerakan ini dipicu profit taking investor terhadap kondisi saham-saham yang telah overbought dan sikap antisipasi investor terhadap langkah Yunani dan para pemegang obligasi untuk melanjutkan pembicaraan soal debt swap . Diharapkan Pemerintah Yunani bisa segera mendapatkan kepastian sehingga dapat berpeluang memperoleh bailout senilai β¬14,5 miliar (US$18,5 miliar) untuk melunasi obligasi jatuh tempo pada bulan Maret nanti. Dikabarkan, antara Yunani dan kreditur swasta tersebut mulai terjadi persamaan pandangan. Yunani terus berusaha mendapatkan persyaratan untuk mencairkan bailout senilai β¬130 miliar dari Uni Eropa dan IMF. Sementara pada Senin (23/1/12) bursa saham Eropa menguat kecuali Portugal dan Slovakia. Pergerakan ini dipicu optimisme kesepakatan yang akan dicapai oleh Yunani dengan para krediturnya. Data ekonomi yang dirilis diantaranya PPI (MoM) Jerman di level -0,4% dari sebelumnya 0,1%; Industrial New Orders (MoM) Italia di level 0,1% dari sebelumnya -1,6%; dan Retail Sales Inggris di level 0,6% dari sebelumnya -0,5% serta Business Survey Perancis di level 91 dari sebelumnya 94.
Bursa kawasan Amerika pada Jumat (20/1/12) ditutup positif kecuali indeks Nasdaq, Meksiko, dan Argentina. Pergerakan ini dipicu positifnya saham-saham blue chips seiring membaiknya kinerja di Q4-11. Indeks DJIA menguat seiring laporan keuangan yang kinclong dari IBM, Microsoft, dan Intel. Sementara laba General Electric turun 16% dan Google turun lebih dari 3% di Q4- 11. Sedangkan saham-saham perbankan, seperti Bank of America, Citigroup, dan Well Fargo menguat. Sementara pada Senin (23/1/12) bergerak mix dengan pelemahan pada indeks DJIA, Nasdaq, bursa saham Meksiko, dan Chile. Pergerakan ini dipicu sikap hati-hati investor terhadap hasil kinerja perusahaan yang beragam. Indeks Nasdaq melemah seiring sikap Investor yang menunggu rilis kinerja Apple Inc. dan Verizon Communication Inc. serta merespon pengunduran diri pejabat RIM. Investor juga menunggu rilis kinerja McDonald Corp, DuPont, dan Johnson&Johnson. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Existing Home Sales di level 4,61 juta dari sebelumnya 4,39 juta; dan Wholesale Sales (MoM) Kanada di level -0,4% dari sebelumnya 0,9%.
Pada perdagangan Selasa (24/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.935-3.961 dan resistance 4.018-4.050. IHSG membentuk pola menyerupai spinning tops dimana sebelumnya membentuk shooting star . Posisi candle masih menyentuh upper bollinger bands . MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic melemah dan menurun di sekitar area overbought . IHSG memasuki fase konsolidasi sementara untuk menyesuaikan posisinya agar berada di bawah area overbought. Masih positifnya bursa saham Eropa dan beberapa indeks bursa Wall Street diharapkan bisa menahan pelemahan signifikan yang terjadi.
(qom/qom)











































