First Asia Capital: IHSG Bisa Tembus 4.000 Lagi

First Asia Capital: IHSG Bisa Tembus 4.000 Lagi

- detikFinance
Selasa, 24 Jan 2012 09:56 WIB
First Asia Capital: IHSG Bisa Tembus 4.000 Lagi
Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin berlangsung cukup volatile. Aksi ambil untung pelaku pasar pada sesi terakhir perdagangan membuat indeks gagal ditutup di atas level 4.000. Sementara level resisten indeks di kisaran 4.020 terlihat cukup kuat. IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah 14,558 poin (0,364%) di posisi 3.986,515.

Namun arus dana asing yang masuk masih terus berlangsung. Pada perdagangan akhir pekan kemarin asing membukukan nilai pembelian bersih hingga Rp 427,71 miliar.

Sepekan terakhir nilai pembelian bersih asing sudah mencapai Rp 2 triliun meningkat drastis dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya Rp 79 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama sepekan terakhir IHSG menguat rata-rata 1,3%, melanjutkan pekan sebelumnya 1,70%. Penguatan ini terutama sebagai respons positif atas dinaikkannya peringkat utang Indonesia oleh Moody’s Investors Service menjadi kategori Baa3 atau masuk dalam kategori 'investment grade'.

Penilaian positif dari lembaga rating internasional terhadap kinerja perekonomian Indonesia tersebut ditopang pula oleh data-data ekonomi AS maupun China yang keluar sepanjang pekan lalu yang cukup positif. Hal ini membuat pelaku pasar kembali memburu aset berisiko.

Seiring dengan penguatan yang terjadi di pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepekan kemarin juga cenderung menguat rata-rata 2,45% dari level Rp 9.180 menjadi Rp 8.955 akhir pekan kemarin.

Memasuki perdagangan awal pekan setelah libur nasional Imlek Senin kemarin, aksi beli diperkirakan masih berpeluang terjadi meskipun penguatan akan terbatas. Sentimen pasar saham global yang bergerak di teritori positif akan mendukung animo beli pelaku pasar.

Pada perdagangan kemarin sejumlah indeks bursa utama Eropa seperti CAC 40, DAX, dan FTSE mencatatkan penguatan di atas 0,5%. Sedangkan indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street tadi malam ditutup relatif flat. Sementara harga komoditas minyak mentah menguat 1,45% di pasar AS ditutup di US$ 99,58/barel setelah Uni Eropa sepakat memberlakukan embargo atas produk minyak Iran yang berlaku Juli mendatang.

Hari ini diperkirakan aksi beli selektif akan mewarnai perdagangan. Saham-saham sektor energi dan pertambangan masih berpeluang dilanda aksi beli menyusul harga komoditasnya yang cenderung kembali menguat. IHSG diperkirakan akan kembali menguji resisten pertama di 4.020, sedangkan level support ada di 3.960.

IHSG S1 3.960 S2 3.930 ; R1 4.020 R2 4.075

Saham Pilihan :

  • BMRI 6.900-7.200 Buy on Weakness
  • BUMI 2.425-2.575 Buy on Weakness
  • ENRG 195-215 Buy on Weakness
  • ADRO 1.800-1.850 Buy on Weakness
  • INCO 3.450-3.825 Sell on Strength
  • TINS 1.760-1.830 Trading Buy
  • ANTM 1.740-1.800 Trading Buy
  • UNVR 20.100-20.800 Sell on Strength
  • KLBF 3.525-3.725 Sell on Strength
  • INDY 2.525-2.700 Buy on Weakness
  • INDF 4.725-4.950 Buy on weakness
  • PGAS 3.275-3.600 Sell on Strength

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads