Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks konsumer yang naik 1,87% ke level 1.370,39; indeks perdagangan naik 0,48% ke level 622,30; indeks properti naik 0,43% ke level 238,22; indeks pertambangan naik 0,34% ke level 2.706,19; indeks manufaktur naik 0,29% ke level 1.041,74; indeks perkebunan naik 0,17% ke level 2.176,31; dan indeks keuangan naik 0,002% ke level 506,95. Sementara pelemahan pada indeks industri dasar turun 1,13% ke level 425,41; indeks aneka industri turun 0,43% ke level 1.396,44; dan indeks infrastruktur turun 0,08% ke level 720,43. Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy
sebesar Rp 107,07 miliar dengan total pembelian asing Rp 934,87 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 827,79 miliar.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea (PTRO) naik Rp 3.600 ke Rp 39.600, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 850 ke Rp 21.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 57.900, H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 42.500, Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 300 ke Rp 8.300, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 19.950, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 38.950, Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 200 ke Rp 6.800, dan Renuka Coalindo (SQMI) naik Rp 170 ke Rp 850.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.985/US$ dari sebelumnya di level Rp 8.955/US$. Pergerakan ini dipicu oleh sikap ambil untung investor pada Euro seiring reli yang terjadi belakangan ini setelah keberhasilan lelang obligasi beberapa negara Eropa di pekan lalu. Di sisi lain, investor juga mengantisipasi hasil pertemuan para MenKeu Eropa untuk membahas penanganan utang Yunani. Para MenKeu Eropa akhirnya, tidak menyepakati rencana debt swap yang diajukan kreditor swasta Yunani. Akhir pekan lalu, setelah kreditor swasta mengajukan tawarannya dan setuju memangkas nilai obligasinya sebesar 50%, mereka juga meminta yield obligasi 8%. Di sisi lain, para MenKeu Uni Eropa dan IMF hanya menyetujui yield sebesar 3,5%. Hal ini membuat Yunani harus melakukan negosiasi ulang dengan para kreditur swastanya. Oleh sebab itu, pasar masih menunggu perkembangan selanjutnya mengenai besaran yield lebih lanjut. Sejauh ini, pasar melihat ketidakjelasan apakah negosiasi akan tercapai atau tidak meskipun kreditor swasta maupun Uni Eropa menginginkan negosiasi ini cepat tercapai.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan kenaikan pada Jepang, Thailand, dan India. Sementara Hong Kong, China, Singapura, Taiwan, dan Malaysia masih libur merayakan Imlek. Indeks Nikkei masih bisa menguat, meskipun dibayang-bayangi oleh kekhawatiran potensi default nya Yunani seiring penolakan para Menkeu Uni Eropa terhadap tawaran kreditor swasta. Di sisi lain, Bank of Japan memangkas proyeksi pertumbuhan prospek untuk tahun yang dimulai pada April 2011 dan mempertahankan kebijakan suku bunga 0% akibat krisis utang Eropa serta menjaga penguatan Yen. Dilaporkan Gubernur BOJ, Shirakawa, dan anggota Dewan lainnya menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi menjadi 2% dari perkiraan Oktober 2,2% untuk tahun fiskal 2012. Sementara indeks ASX/200 melemah dengan sentimen negatif dari Eropa dimana pembicaraan antara pimpinan Eropa dengan para pemegang obligasi Yunani terkait debt swap yang selama ini masih buntu. Investor menilai, masih banyak ketidakpastian di Eropa dan isu restrukturisasi utang Yunani masih harus segera diselesaikan. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya CB Leading Index (MoM) Australia di level -0,3% dari sebelumnya 0,5%; Interest rate Jepang di level 0,10%.
Bursa saham Eropa bergerak negatif kecuali Swiss, Italia, Portugal, dan Iceland. Pergerakan ini dipicu karena adanya kekhawatiran Yunani akan gagal bayar setelah para MenKeu Uni Eropa dan pejabat Yunani gagal menyepakati tawaran dari kreditor swasta. Para MenKeu Uni Eropa menolak tawaran dari kreditor swasta untuk merestrukturisasi utang Yunani sehingga akhirnya Yunani harus membayar β¬14,5 miliar (US$18,9 miliar) yang akan jatuh tempo bulan Maret 2011. Semalam, Spanyol dan Belanda telah melelang obligasi. Belanda akan menguji pasar dengan melelang obligasi senilai β¬1,5-2,5 miliar (US$1,9-3,25 miliar) untuk jatuh tempo pada 2013 dan 2042. Sementara Spanyol akan melelang obligasi senilai β¬2-4 miliar (US$2,6-5,2 miliar) untuk tenor 3 dan 6 bulan. Dikabarkan para Menkeu Uni Eropa kembali akan melanjutkan pertemuan di Brussels. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Manufacturing PMI Perancis di level 48,5 dari sebelumnya 48,9; Servis PMI Perancis di level 51,7 dari sebelumnya 50,3; Manufacturing PMI Jerman di level 50,9 dari sebelumnya 48,4; Manufacturing PMI Eropa di level 48,7 dari sebelumnya 46,9; dan Industrial News Orders (MoM) Eropa di level -1,3% dari sebelumnya 1,5%.
Bursa kawasan Amerika bergerak negatif kecuali indeks Nasdaq, bursa saham Panama, Brazil, dan Argentina. Pergerakan ini dipicu sikap skeptis investor terhadap pembicaraan krisis utang Yunani yang kembali menemui kebuntuan dan pendapatan sejumlah perusahaan yang telah mengecewakan investor. Investor melihat adanya potensi default pada Yunani sehingga dapat membuat reaksi tidak baik di pasar keuangan. Sentimen lain, langkah IMF yang memotong prediksi untuk ekonomi global karena dinilai Eropa menuju resesi dan pertumbuhan ekonomi melambat di Cina dan India. The Fed akan memulai pertemuan dalam waktu 2 hari ini yang akan mengumumkan suku bunga acuan dan outlook ekonomi. Beberapa perusahaan menyampaikan hasil kinerja 2011 semalam yang di bawah estimasi, diantaranya Travelers Cos, McDonald Corp, dan Apple Inc.
Data ekonomi yang dirilis, yaitu Richmond Manufacturing Index di level 12 dari sebelumnya 3; dan Economic Activity (YoY) Meksiko di level 3,8% dari sebelumnya 3,7%; serta Retail Sales (MoM) Kanada di level 0,3% dari sebelumnya 0,9%.
Pada perdagangan Rabu (25/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.945-3.989 dan resistance 4.020-4.055. IHSG membentuk pola menyerupai shooting star dimana sebelumnya membentuk spinning . Posisi candle masih menyentuh upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic melemah dan menurun di sekitar area overbought. Tenaga pendorong IHSG untuk tetap berada di zona positif kemungkinan akan berkurang seiring pergerakan bursa saham AS dan Eropa yang cenderung flat. Diperkirakan IHSG akan terkoreksi sementara sembari menyesuaikan posisi agar di bawah area overbought.
(qom/qom)











































