Sementara, bursa saham Asia pada perdagangan kemarin hanya digerakkan indeks Nikkei karena yang lain masih merayakan tahun baru Imlek. Bursa saham di China, Hong Kong, Korsel, Singapura, dan Malaysia masih menikmati libur Tahun Baru Imlek.
Namun indeks Nikkei mampu menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Indeks Nikkei naik +0,2% ke 8.785. Adapun faktor yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia kemarin yaitu pembicaraan antara pimpinan Eropa dengan para pemegang obligasi Yunani terkait debt swap yang selama ini masih buntu. Sementara rupiah mengalami profit taking kemarin setelah mengalami penguatan selama 4 hari. Rupiah melemah -0,5% ke level 8.990 pada penutupan perdagangan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, bursa saham global pun jatuh, di saat menteri keuangan Eropa mendorong pemegang obligasi untuk memberikan keringanan utang yang lebih besar kepada Yunani. Sementara Bursa Eropa juga bergerak menurun kemarin, Indeks DAX ditutup melemah -0,27% dan FTSE melemah -0,53%.
IHSG Fluktuatif cenderung melemah (kisaran 3.980-4.025), sempat mencoba untuk melewati resistance level di 4.025, IHSG akhirnya ditutup menguat tipis berada di 3.994. Gagalnya indeks bertahan di atas level psikologisnya berpotensi untuk mengalami technical correction dan bergerak menuju support level yang berada di 3.980. Candle yang membentuk shooting star mengindikasikan terjadinya pembalikan pada indeks dalam jangka pendek, Stochastic juga tampak mengalami death cross dan bergerak meninggalkan wilayah overbought. Hari ini diperkirakan indeks kembali bergerak fluktuatif pada kecenderungan melemah.
(dnl/dnl)











































