Indosurya: IHSG Bisa Rebound Kembali

Indosurya: IHSG Bisa Rebound Kembali

- detikFinance
Kamis, 26 Jan 2012 08:13 WIB
Jakarta - IHSG menguat 29,13 poin (0,73%) di level 3.965,45. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,23 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,47 triliun. Sebanyak 92 saham naik, 151 saham turun, dan 105 saham stagnan. LQ-45 turun 1,02% ke level 698,55 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,04% ke level 564,63.

Indeks sektoral saham bergerak negatif dengan pelemahan pada indeks konsumer yang turun 1,34% ke level 1.351,99; indeks pertambangan turun 1,19% ke level 2.673,92; indeks keuangan turun 0,91% ke level 502,34; indeks manufaktur turun 0,79% ke level 1.033,51; indeks infrastruktur turun 0,71% ke level 715,29; indeks aneka industri naik 0,67% ke level 1.387,14; indeks properti turun 0,61% ke level 236,77; indeks perkebunan turun 0,53% ke level 2.164,82; indeks perdagangan turun 0,15% ke level 621,37; dan indeks industri dasar turun 0,09% ke level 425,03. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 310,39 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,44 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,75 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 4.000 ke Rp 138.000, Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 400 ke Rp 11.400, Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 12.200, Renuka Coalindo (SQMI) naik Rp 160 ke Rp 1.010, Mayora Indah (MYOR) naik Rp 150 ke Rp 14.700, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 150 ke Rp 17.850, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 100 ke Rp 9.000, Petrosea (PTRO) naik Rp 100 ke Rp 39.700, dan Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 1000 ke Rp 6.550.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan IHSG yang dicapai pada hari sebelumnya tampaknya tidak cukup kuat untuk membuat IHSG bertahan di zona positif pada perdagangan kemarin. Akhirnya IHSG tergelincir ke zona merah di tengah pergerakan positif mayoritas bursa saham regional. Meski beberapa bursa saham Asia lainnya yang sebelumnya libur kini telah dibuka namun, bursa saham China dan Hong Kong yang biasanya menjadi patokan arah pergerakan IHSG masih libur. Kekhawatiran investor kian besar seiring adanya potensi default atas utang Yunani sehubungan dengan belum ditemukannya kesepakatan antara kreditur dengan pemerintah serta para MenKeu Eropa. Selain itu, kinerja pendapatan beberapa emiten AS yang telah dirilis belum sesuai harapan. Investor juga bersikap negatif terhadap penilaian IMF bahwa krisis utang Eropa dapat berujung pada resesi ekonomi dunia. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.997,11 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.948,96 (level terendahnya) di menjelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.963,61. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.018/US$ dari sebelumnya di level Rp 8.985/US$. Pergerakan ini dipicu oleh sentimen belum adanya titik temu antara kreditor swasta Yunani dengan pejabat Eropa yang menolak tawaran bond swap sehingga muncul kekhawatiran Yunani akan jatuh ke wilayah default. Padahal terdapat pula sejumlah sentimen positif lainnya di antaranya pemberian level investment grade yang diberikan Moody's pada peringkat utang Indonesia yang seharusnya bisa membawa tren pergerakan Rupiah ke arah yang lebih positif. Lalu, membaiknya ekonomi AS dimana diekspektasikan GDP akan tumbuh 3,1% untuk Q4-11 dari kuartal sebelumnya 1,8%. Kemudian, rilis data iklim bisnis IPO Jerman yang dirilis di atas ekspektasi ke level 108,3 untuk Januari 2012 yang disurvei dari sektor manufaktur baik grosir maupun peritel dari sebelumnya di level 107,3. Akan tetapi, karena pengaruh sentimen negatifnya lebih kuat maka Euro pun melemah yang juga menyeret Rupiah.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak positif kecuali Pakistan, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Sementara Hong Kong, China, dan Taiwan masih libur merayakan Imlek. Pergerakan dipicu respon positif investor terhadap rilis kinerja keuangan perusahaan Apple Inc. Setidaknya rilis tersebut bisa membuat investor untuk mengalihkan fokus dari permasalahan di Eropa ke rilis kinerja perusahaan-perusahaan AS dan langkah yang akan diambil oleh The Fed. Investor melihat FOMC rencananya akan mengumumkan kebijakan suku bunga dan outlook ekonomi AS. Bursa saham Australia menguat dipicu kenaikan saham perbankan seiring harapan penurunan suku bunga dan adanya sinyal biaya pinjaman di Eropa akan turun. Indeks Nikkei masih melanjutkan kenaikannya dalam 3 bulan terakhir, didorong oleh keuntungan perusahaan eksportir diantaranya Toyota Motor dan Canon serta pelemahan Yen yang dipicu oleh defisitnya neraca perdagangan Jepang untuk pertama kalinya sejak 1980. Bursa saham KorSel bergerak flat karena adanya aksi ambil untung setelah menguat pada perdagangan sebelumnya. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya MI Leading Index (MoM) Australia di level -0,2% dari sebelumnya 0,1%; CPI (QoQ) Australia di level 0% dari sebelumnya 0,6%; Industrial Production (YoY) Filipina di level -5,2% dari sebelumnya - 10,8%; Trade Balance Jepang di level US$ -570 miliar dari sebelumnya US$ -530 miliar.

Bursa saham Eropa bergerak negatif kecuali Jerman, Belgia, Denmark, dan Norwegia. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor terhadap langkah IMF yang telah memangkas perkiraan pertumbuhan global 2012 menjadi 3,3% dari perkiraan 3 bulan lalu sebesar 4% dan memperingatkan bahwa hal tersebut masih bisa lebih rendah sebesar 1,3% jika masalah utang di Uni Eropa tidak terselesaikan. Untuk 2013, IMF memperkirakan pertumbuhan global sebesar 3,9%. Tetapi, di sisi lain investor juga bersikap wait and see jelang pengumuman hasil pertemuan The Fed dan menguatnya bursa saham Asia. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Business Expectations Jerman di level 100,9 dari sebelumnya 98,6; Ifo Business Climate Index Jerman di level 108,3 dari sebelumnya 107,3; Retail Sales Italia di level -0,3% dari sebelumnya 0,2%; dan GDP (QoQ) Inggris di level -0,2% dari sebelumnya 0,6%.

Bursa kawasan Amerika bergerak positif kecuali indeks Nasdaq, bursa saham Panama dan Chile. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap hasil FOMC dimana The Fed tetap mempertahankan suku bunga rendahnya hingga 2014 seperti yang diperkirakan sebelumnya; inflasi inti diharapkan dapat ditekan hingga 1,5%-1,8%; dan menurunkan angka pengangguran hingga berkisar 8,2%-8,5%. Meski demikian, angka pertumbuhan sedikit lebih rendah sebesar 2,2%-2,7%. Padahal di awal perdagangan, Wall Street sempat tertekan karena penurunan saham Boeing Co., Yahoo! Inc., Advanced Micro Devices Inc., Nvidia Corp., dan General Dynamics Corp. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Pending Home Sales (MoM) di level -3,5% dari sebelumnya 7,3%; House Price Index (MoM) di level 1% dari sebelumnya -0,7%; dan Interest rate di level 0,25%.

Pada perdagangan Kamis (26/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.921-3.942 dan resistance 3.990-4.018. IHSG membentuk pola menyerupai hammer dimana sebelumnya membentuk shooting star . Posisi candle mendekati middle bollinger bands . MACD mulai bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic melemah dan menjauhi area overbought . Meskipun bursa saham Eropa masih bergerak di teritori negatif namun, bursa saham AS bertahan di zona positif. Diharapakan positifnya bursa saham AS dan beberapa bursa saham Asia bisa membuat IHSG rebound kembali.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads