Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks infrastruktur yang naik 1,10% ke level 723,15; indeks pertambangan naik 1,02% ke level 2.701,17; indeks keuangan naik 0,74% ke level 506,05; indeks perkebunan naik 0,72% ke level 2.180,37; indeks properti naik 0,32% ke level 237,53; indeks konsumer naik 0,26% ke level 1.355,55; indeks aneka industri naik 0,19% ke level 1.389,78; dan indeks manufaktur naik 0,09% ke level 1.034,44. Sementara pelemahan pada indeks industri dasar yang turun 0,32% ke level 423,67; dan indeks perdagangan turun 0,13% ke level 620,59. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 285,85 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,45 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,74 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 133.000, Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 500 ke Rp 7.600, H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 43.000, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 400 ke Rp 9.400, Astra International (ASII) naik Rp 350 ke Rp 78.350, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 350 ke Rp 9.450, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 20.000, Petrosea (PTRO) naik Rp 300 ke Rp 40.000, dan Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 300 ke Rp 21.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.995/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.018/US$. Pergerakan ini dipicu oleh pelemahan US$ seiring kenaikan tajam harga emas dan langkah The Fed yang mempertahankan suku bunga rendahnya hingga 2014. Rupiah sempat mengalami profit taking beberapa saat seiring reli yang terjadi belakangan ini. Pasar juga mencermati negosiasi kembali antara kreditor swasta dengan Yunani soal kesepakatan debt swap -nya. Sejauh ini, para petinggi Uni Eropa dan pemerintah Yunani menginginkan yield obligasi sebesar 3,5% agar rasio utang Yunani turun ke 120% hingga 2020 namun, di lain sisi para kreditor swasta menginginkan yield 4%. Adanya kemungkinan semua kreditor swasta diharuskan ikut berpartisipasi dalam debt swap itu, termasuk juga ECB.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak positif kecuali Jepang, Pakistan, Filipina, dan Bangladesh. Sementara China dan Taiwan masih libur merayakan Imlek. Pergerakan dipicu respon positif investor terhadap langkah The Fed yang akan mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan. Selain itu, juga dinyatakan akan menyediakan likuiditas yang cukup untuk memacu pertumbuhan. Indeks Nikkei akhirnya melemah setelah reli beberapa hari seiring dengan laporan hasil kinerja produsen robot, Fanuc, yang mengecewakan dan berita laba operasi produsen alat berat, Komatsu, yang lebih rendah dari estimasi. Indeks saham Seoul berhasil menguat meski terdapat profit taking oleh investor institusi dan investor ritel; serta laporan PDB Q4-11 yang hanya tumbuh 0,4% dari 3,4% pada Q4-10. Sementara dari survei Reuters, PDB Korsel tumbuh 0,8% di Q4-11 dari 0,8% di Q3-11. Bank of Korea akhir tahun lalu memproyeksikan PDB pada Q4-11 akan mencapai 1%. Bursa saham Selandia Baru bergerak flat seiring Bank Sentral Selandia Baru yang mempertahankan suku bunga kas pada rekor terendah 2,5% untuk ke-7 kalinya. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Industrial Production (YoY) Singapura di level 12,6% dari sebelumnya -8,0%; Trade Balance Hong Kong di level US$ -48,9 miliar dari sebelumnya US$ -44,1 miliar; GDP (QoQ) KorSel di level 0,4% dari sebelumnya 0,8%.
Bursa saham Eropa bergerak menguat. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga rendahnya hingga 2014 dan sikap kreditor swasta Yunani yang mulai sedikit melunak dengan penawaran barunya akan persetujuan debt swaps . Dikabarkan para kreditur swasta tersebut meminta bunga atas obligasi sebesar 3,75%, lebih rendah dari sebelumnya. Selain itu, dikabarkan lelang obligasi Italia berupa zero coupon bond dan inflation-linked debt berhasil terjual dengan target maksimum. Tidak hanya itu, dikabarkan pula bahwa Yunani akan menjual operasi taruhan balap kuda dan aset real estat dari Hellenic Horse Racing Company secara terpisah untuk menarik berbagai investor. Data ekonomi yang dirilis diantaranya GFk Consumer Climate Jerman di level 5,9 dari sebelumnya 5,7; Consumer Confidence Perancis di level 81 dari sebelumnya 80; Consumer Confidence Italia di level 91,6.
Bursa kawasan Amerika bergerak negatif kecuali Meksiko, Brazil, dan Venezuela. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor terhadap rilis data penjualan rumah baru dan kenaikan klaim pengangguran. Investor juga mencemaskan kemampuan industri perbankan untuk meningkatkan laba setelah The Fed menetapkan suku bunga acuan di rekor terendah. Padahal sebelumnya bergerak di teritori positif setelah CDS korporat mencatatkan penurunan dan sebagai dampak dari keputusan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendahnya hingga 2014. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Durable Goods Order (MoM) di level 3,0% dari sebelumnya 4,3%; Core Durable Goods Orders (MoM) di level 2,1% dari sebelumnya 0,5%; Initial Jobless Claims di level 377 ribu dari sebelumnya 356 ribu; Consumer Confidence di level -46,4 dari sebelumnya -47,4; New Home Sales di level 307 ribu dari sebelumnya 314 ribu.
Pada perdagangan Jumat (27/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.925-3.965 dan resistance 3.996-4.009. IHSG membentuk pola menyerupai hammer . Posisi candle sedikit di atas middle bollinger bands. MACD masih bergerak turun dengan histogram positif yang naik tipis. RSI, William's %R, dan Stochastic masih melemah namun, masih bergerak di sekitar area overbought. Sentimen positif dan negatif saling menunjukkan kekuatannya. IHSG pun bisa bergerak mix pada hari ini dengan peluang terjadinya koreksi tipis. Tetapi, potensi pelemahan ini bisa sedikit berkurang bila pergerakan bursa saham Asia bisa mengalami penguatan.
(qom/qom)











































