Magnus Capital: IHSG Masih Downtrend

Magnus Capital: IHSG Masih Downtrend

- detikFinance
Jumat, 27 Jan 2012 09:56 WIB
Jakarta - Pada Perdagangan kemarin IHSG ditutup naik 19,8 poin ke level 3.983 dengan transaksi senilai Rp 3,6 triliun dan asing melakukan net selling Rp 84,88 miliar. Indeks kemarin berhasil rebound setelah sempat terkoreksi.

Indeks Dow jones semalam ditutup turun 22,33 poin ke level 12.734,63 setelah sempat menguat pada sesi awal perdagangan. Data perekonomian AS Seperti Jobless claim mengalami pemurunan dan Durable goods order juga mengalami peningkatan, namun data new homes sales turun 2,2% pada bulan Desember.

Indeks Utama Eropa menguat hingga 1% setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendah, dan Kreditur swasta Yunani juga dikabarkan akan menurunkan hasil penawaran final mereka.The Fed kemungkina besar juga akan melakukan pembelian obligasi untuk mendorong perekonomian negara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks regional pagi ini dibuka mixed dan flat diperkirakan akan memberikan sentimen yang netral terhadap pergerakan IHSG. Aspek teknikal, stochastic oscillator masih bergerak downtrend namun RSI mencoba untuk bergerak reversal. Indeks diperkirakan akan bergerak sideways pada range 3.954-4.000.

Corprate News

  • SMMA: Perseroan membidik perolehan dana sekitar US$ 300 juta dari penjualan 10% saham non-HMETD.
  • LCGP: Perseroan akan mengganti bisnis inti dari properti menjadi migas, perseroan berencana menggelar rights issue pada semester pertama 2012.
  • BLTA: Perseroan harus membayar utang senilai US$ 418 juta tahun ini. Utang itu terdiri atas pinjaman bank, obligasi dan finance lease. Hal ini berhubungan dengan pelanggaran perjanjian pinjamaman yang dilakukan oleh anak usaha perseroan.
  • RALS: Perseroan menganggarkan capex Rp 600 miliar pada 2012. Dana tersebut digunakan untuk membuka 6 gerai baru. Capex dibiayai dari kas internal perseroan.
  • DKFT: Perseroan menargetkan laba bersih tahun ini melonjak 157% menjadi Rp 475 miliar, dibandingkan 2011 Rp 185 miliar. Pendapatan ditargetkan melejit 161% menjadi Rp 1,26 triliun.
(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads