OSK Nusadana: Harga Komoditas Pengaruhi IHSG

OSK Nusadana: Harga Komoditas Pengaruhi IHSG

- detikFinance
Jumat, 27 Jan 2012 10:42 WIB
Jakarta - IHSG naik sebesar 19 pts dan tutup di level 3,983.4 (+0.50%) pada perdagangan 26 Jan kemarin. Perdagangan cenderung masih sepi dengan total value perdagangan sebesar Rp3.6 triliun dan volume sbesar 8.4 juta lembar. Asing tercatat masih melakukakn penjualan, dengan net sell tercatat sebesar Rp286 miliar. Sementara, Market leaders pada perdagangan kemarin BBCA, TLKM, BUMI, INCO dan ASII. Sebalik nya, market laggers untuk IHSG antara lain SMGR, UNTR, IMAS, BBNI, dan ITMG. Secara sektoral, penguatan IHSG kemarin didominasi oleh sektor infrastruktur dan mining dengan kenaikan masing-masing +1.09% dan +1.01%. Hampir semua sektor mengalami kenaikan kecuali Basic-industry yang didorong oleh penurunan dari sektor semen seperti SMGR dan INTP. Sementara dari bursa Asia cenderung bergerak mix, Nikkei Jepang turun sebesar -0.39% dan Korea KOSPI naik tipis sebesar +0.25%. Sementara beberapa bursa Asia seperti China dan Hongkong masih libur.

Bursa US dan Eropa bergerak mix pada perdagangan semalam, Dow terkoreksi tipis dan turun -0.18%, FTSE +1.26%, dan DAX +1.84%. Dari bursa komoditas, harga timah naik signifikan sebesar +6.9%, sementara oil masih stabil di USD99/brl.

Trading Ideas
Kemarin kita melakukan komunikasi dengan pihak manajemen dari Nippon Indosari (ROTI IJ) via tlp, dan berikut adalah beberapa key point yang kami dapatkan dari komunikasi tersebut: (1) Pabrik milik emiten yang berlokasi di Cibitung sudah akan mulai beoperasi pada bulan ini. Pada pabrik baru yang ini, ROTI akan menggunakan supplier yang berbeda dibandingkan supplier mereka di pabrik sebelum nya. Mereka mendapatkan supply tepung terigu mereka dengan kualitas yang sama tapi dengan harga yang lebih rendah dari supplier mereka sebelum nya. (2) ROTI juga berencana untuk menaikan harga jual mereka sebesar 10% april tahun ini. (3) Selain itu emiten juga berencana untuk mulai menjual jam (selai) di bulan yang sama. (4) Mengenai kompetitor baru, yaitu Yamakasi, yang rencana nya akan masuk pasar Indonesia. Pihak manajemen mengatakan jika Yamakazi akan lebih fokus untuk memasarkan produk mereka di pusat perbelanjaan seperti bread talk, dan bukan mass-bread concept.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini kami melihat ROTI masih menjadi pemain terbesar di industri per-Roti-an di Indonesia. Kami masih merekomendasikan BUY untuk ROTI, dengan merefleksikan 12-13 PER di 24x dan 18.7x, dan target price di Rp 3,850.

Special Mention: DKFT, TINS, ANTM dan INCO.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads