Indeks sektoral saham bergerak variatif dengan penguatan pada indeks aneka industri yang naik 1,32% ke level 1.408,18; indeks pertambangan naik 1,31% ke level 2.736,61; indeks properti naik 0,95% ke level 239,78; dan indeks manufaktur naik 0,14% ke level 1.035,87. Sementara pelemahan pada indeks konsumer yang turun 0,79% ke level 1.344,90; indeks perdagangan turun 0,75% ke level 615,91; indeks keuangan turun 0,33% ke level 504,39; indeks perkebunan turun 0,31% ke level 2.173,64; indeks industri dasar turun 0,05% ke level 423,47; dan indeks infrastruktur turun 0,03% ke level 722,90. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 163,16 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,98 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,14 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 135.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.200 ke Rp 16.000, Astra International (ASII) naik Rp 1.050 ke Rp 79.400, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 750 ke Rp 11.800, Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 600 ke Rp 8.200, Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 15.000, BFI Finance Indonesia (BFIN) naik Rp 350 ke Rp 5.200, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 12.400, dan Vale Indonesia (INCO) naik Rp 250 ke Rp 4.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.980/US$ dari sebelumnya di level Rp 8.995/US$. Pergerakan ini dipicu oleh menguatnya sebagian besar mata uang Asia terhadap US$ seiring tingginya permintaan aset-aset ber-yield tinggi setelah The Fed memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuannya pada level rendah hingga 2014. Tetapi, laju Rupiah sempat terkena aksi profit taking mengingat penembusan ke level psikologis 8.900 sebelumnya. Selain itu, tertahannya penguatan Rupiah juga dipicu sentimen negatif dari Eropa setelah Pemerintah Yunani belum mencapai kesepakatan soal debt swap dengan para kreditor swasta. Para kreditor masih menginginkan yield 4% (lebih rendah dari sebelumnya, 8%) sedangkan Yunani dan Uni Eropa inginkan 3,5%.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak positif kecuali Malaysia, Jepang, dan Bangladesh. Sementara China dan Taiwan masih libur merayakan Imlek. Pergerakan dipicu respon positif investor terhadap hasil penyelesaian utang Yunani dimana sikap kreditur dikabarkan mulai melunak dengan menurunkan yield atas obligasinya dan perkiraan positifnya data PDB AS. Indeks Nikkei terperosok setelah penguatan Yen yang menyebabkan saham-saham eksportir Jepang melemah. Selain itu, perkiraan kerugian yang dibukukan oleh NEC, Nintendo, dan Nippon Steel. NEC Corp mengatakan akan memangkas 10.000 pekerja untuk menekan pengeluaran seiring dengan dirilisnya laporan kerugian sebesar US$1,1 miliar pada Q4-11. Begitupun dengan Nintendo yang membukukan penurunan tajam pada laba kuartalan dan perkiraan kerugian yang lebih besar dari proyeksi tahunan. Indeks Kospi menguat dipicu saham sekuritas dan teknologi telekomunikasi namun, terhambat oleh sikap investor yang melakukan profit taking . Indeks ASX naik dipimpin oleh saham pertambangan seiring dengan naiknya harga komoditas. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Consumer Confidence KorSel di level 98 dari sebelumnya 99; Trade Balance New Zealand di level US$ 338 juta dari sebelumnya US$ -307 juta; Retail Sales (YoY) Jepang di level 2,5% dari sebelumnya -2,2%; Core CPI (YoY) Jepang di level -0,4% dari sebelumnya -0,3%; dan Industrial Production (YoY) Thailand di level -25,8% dari sebelumnya -47,2%.
Bursa saham Eropa bergerak melemah kecuali Iceland, Honggaria, dan Polandia. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor terhadap rilis pertumbuhan GDP AS yang di bawah estimasi serta penurunan rating oleh Fitch terhadap Italia (A- dari A+); Spanyol (A dari AA-); Belgia (AA dari AA+); Slovenia (A dari AA-); dan Cyprus (BBB- dari BBB) dimana semuanya negative outlook . Berita lainnya, PM Yunani, Lucas Papademos dan MenKeu, Evangelos Venizelos memulai perundingan kembali dengan kreditor swasta yang diwakili oleh The Institute of International Finance. Yunani tetap berupaya untuk memangkas β¬100 miliar (US$130 miliar) dari utang negaranya. Tujuan dari kesepakatan yang melibatkan sektor swasta akan memangkas minimal 50% dari β¬200 miliar utang yang dimiliki. Di sisi lain, IMF menyatakan Belgia sudah masuk ke masa resesi ekonomi sehingga membutuhkan bantuan gabungan antara pemerintahnya dan institusi Eropa. Pertumbuhan ekonominya diprediksi akan stagnan di 2012 dan diikuti dengan melambatnya pertumbuhan di 2013. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Unemployment Rate Spanyol di level 22,9% dari sebelumnya 21,5%; Retail Sales (YoY) Spanyol di level -6,2% dari sebelumnya -7,3%; dan Import Price Index (MoM) Jerman di level 0,3% dari sebelumnya 0,4%.
Bursa kawasan Amerika bergerak negatif kecuali indeks Nasdaq, bursa saham Kanada, Chile, dan Peru. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor terhadap rilis data ekonomi PDB AS Q4-11 dan ketidakpastian di Uni Eropa. Untuk PDB secara keseluruhan di tahun 2011 tumbuh 1,7% yang didorong kenaikan ekspor dan konsumsi masyarakat. Menteri Perdagangan AS, John Bryson, mengatakan PDB tahun 2011 tidak mampu untuk mengalami kenaikan lebih tinggi lagi. Diharapkan sektor-sektor usaha seperti manufaktur, energi, dan pendidikan bagi pekerja AS dapat mendorong PDB ke depannya. Hingga pekan ke-4 Januari 2012, hanya 59% laporan laba perusahaan yang melebihi ekspektasi. Data ekonomi yang dirilis, yaitu GDP (QoQ) di level 2,8% dari sebelumnya 1,8%; GDP Price Index (QoQ) di level 0,4% dari sebelumnya 2,6%; dan Michigan Consumer Sentiment Index di level 75 dari sebelumnya 74.
Pada perdagangan Senin (30/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.939-3.962 dan resistance 3.994-4.005. IHSG membentuk pola menyerupai bullish engulfing . Posisi candle sedikit di atas middle bollinger bands . MACD masih bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba reversal naik menyentuh area overbought Sentimen negatif dari pergerakan bursa saham AS dan Eropa kemungkinan bisa memberikan tekanan pada pergerakan IHSG. Tetapi, adanya harapan bagi IHSG untuk naik kemungkinan bisa menahan koreksi IHSG. Kemungkinan IHSG melanjutkan pergerakan konsolidasinya.
(qom/qom)











































