First Asia Capital: Pasar Antisipasi Laporan Keuangan

First Asia Capital: Pasar Antisipasi Laporan Keuangan

- detikFinance
Senin, 30 Jan 2012 09:14 WIB
First Asia Capital: Pasar Antisipasi Laporan Keuangan
Jakarta - Aksi beli selektif pelaku pasar terhadap saham-saham pertambangan dan properti mengimbangi aksi ambil untung terhadap saham-saham perbankan dan barang konsumsi pada perdagangan akhir pekan kemarin. Alhasil IHSG masih bisa ditutup di teritori positif meskipun hanya menguat tipis 2,976 poin ke posisi 3986,410. Namun bila dilihat sepekan, IHSG bergerak datar, turun tidak sampai setengah poin. Volume dan nilai transaksi harian sepekan kemarin juga terlihat menurun dibandingkan pekan sebelumnya. Volume dan nilai transaksi rata-rata harian di Pasar Reguler pekan kemarin hanya 2,70 miliar saham senilai Rp.2,72 triliun, turun dibandingkan rata-rata harian pekan kemarin dimana volume mencapai 4 miliar saham senilai Rp.3,76 triliun.

Aksi beli investor asing juga terlihat mulai melemah dan cenderung melakukan aksi ambil untung. Selama pekan kemarin nilai penjualan bersih asing mencapai Rp.658 miliar, berbeda dengan pekan sebelumnya dimana asing mencatatkan nilai pembelian bersih hingga Rp.2 triliun. Kondisi pasar saham Indonesia tersebut sedikit berbeda dengan tren yang terjadi di pasar saham Asia sepekan kemarin yang cenderung ditutup menguat rata-rata di atas 1%. Memasuki perdagangan akhir Januari pada pekan ini pasar diperkirakan agak berhati-hati mengambil posisi. Beberapa kejadian akhir-akhir ini, seperti kerusuhan di Bima NTB dan aksi buruh akhir pekan kemarin yang menutup jalan tol Jakarta -Cikampek cukup mengganggu suasana iklim investasi Indonesia yang selama ini berjalan cukup kondusif. Pasar juga sedang menanti kepastian dari kebijakan pembatasan BBM bersubsidi awal April mendatang.

Pada pekan ini pelaku pasar menanti data inflasi Januari dimana BI memperkirakan sekitar 0,6%-0,7%, lebih rendah dari rata-rata historisnya sekitar 0,9%. Pasar juga tengah mengantisipasi rilis kinerja emiten full year 2011. Sedangkan dari faktor eksternal, pelaku pasar masih menanti penyelesaian kesepakatan penukaran utang Yunani dengan kreditornya pekan ini. Sementara itu di AS, angka pertumbuhan ekonomi AS 2011 lalu yang sebesar 2,8%, di bawah ekspektasi pasar sebesar 3%. Ini memicu turunnya Indeks DJIA akhir pekan kemarin sebesar 0,58% di posisi 12660,46. Pada perdagangan awal pekan ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi dengan rentang sekitar 20-30 poin. IHSG akan kembali menguji level resisten pertama di 4000 dan kedua di 4020. Sedangkan level support IHSG ada di 3960 dan 3930.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG S1 3960 S2 3930 R1 4000 dan R2 4020

Saham Pilihan :
BUMI 2475-2625 Trading Buy
INCO 3850-4100 Sell on Strength
ANTM 1780-2000 Sell on Strength
ASRI 475-500 Sell on Strength
INDY 2500-2700 Maintain Buy
BMRI 6650-7000 Buy on Weakness
BBRI 6900-7250 Buy on Weakness
INDF 4825-4975 Buy on Weakness
PTBA 19550-20450 Maintain Buy
HRUM 7400-7800 Maintain Buy
TINS 1790-2025 Trading Buy

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads