Phillip Securities: Indeks Diprediksi Bergerak Sideways

Phillip Securities: Indeks Diprediksi Bergerak Sideways

- detikFinance
Senin, 30 Jan 2012 09:42 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 2.976 poin atau 0.07% menjadi 3,986.410 pada perdagangan hari Jumat (27/01). Kenaikan indeks komposit saham-saham Indonesia tersebut dimotori oleh 3 dari 9 sektor, yaitu sektor aneka industri yang naik 0.32%, diikuti oleh sektor pertambangan yang naik 1.31% dan sektor properti dan konstruksi yang naik 0.94%, sedangkan sektor barang konsumen, perdagangan dan jasa, dan sektor keuangan masing-masing turun 0.79%, 0.75% dan 0.33%. Sementara itu, indeks saham-saham blue-chip Indonesia, LQ 45, juga mengalami kenaikan dengan menambah 0.567 poin atau 0.08% menjadi 702.622. Kenaikan IHSG dan indeks-indeks bursa di Asia pada hari Jumat merupakan kelanjutan dari respon positif pasar ekuitas terhadap perkiraan bank sentral AS, the Fed, yang memperkirakan tingkat suku bunga AS untuk 2 tahun ke depan akan tetap dipertahankan di level yang rendah. Namun laporan earnings yang mengecewakan dari beberapa perusahaan di Jepang membatasi naiknya ind eks bursa-bursa di Asia. Selain itu, the Fed juga mempertimbangkan akan melanjutkan program pembelian surat utang negara untuk memacu pertumbuhan ekonomi AS. Pernyataan the Fed di FOMC Forecasts yang diadakan setelah FOMC Meeting Announcement pada hari Rabu lalu dinilai para pelaku pasar sangat mendukung pasar ekuitas. Sebanyak 131 saham emiten IHSG naik pada perdagangan Jumat, 96 saham turun dan sisanya 118 stagnan. Transaksi di pasar reguler tercatat sebanyak 2.775 miliar lembar saham senilai Rp 3.425 triliun; sementara investor asing membukukan aksi jual bersih dengan total Rp 163.189 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik 1.50%, Hero Supermarket (HERO) naik 8.11%, Astra International (ASII) naik 1.34%, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik 6.79% dan Century Textile Industry (CNTX) naik 7.89%. Sementara saham-saham yang termasuk top losers pada perdagangan hari Jumat antara lain Gudang Garam (GGRM) turun 1.48%, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) turun 15.00%, Petrosea (PTRO) turun 1.25%, Nipress (NIPS) turun 8.57% dan Unilever Indonesia (UNVR) turun 1.20%.

Saham-saham AS pada hari Jumat sebagian besar turun, namun kenaikan sektor keuangan mendukung indeks S&P 500 mempertahankan kenaikan mingguan keempat setelah Gedung Putih mengatakan akan memperluas program pencegahan penyitaan rumah yang bermasalah dengan kredit, dan harapan bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan dengan para krediturnya. Sektor keuangan juga naik setelah laporan bahwa Facebook berencana melakukan penawaran umum pada awal minggu depan, dimana Wall Street Journal melaporkan Morgan Stanley (MS) dan Goldman Sachs (GS) akan berpartisipasi dalam IPO tersebut. Kedua saham bank tersebut ditutup naik. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 74.17 poin atau 0.6%, menjadi 12,660.46. Indeks S&P 500 berakhir turun 2.1 poin atau 0.2%, pada 1,316.33. Indeks Nasdaq Composite naik 11.27 poin, atau 0.4% menjadi 2,816.55.

Kami memperkirakan IHSG akan diperdagangkan sideways hari ini. Para pelaku pasar kemungkinan akan mempertimbangkan antara sektor keuangan dan sektor lainnya. Kami perkirakan level support dan resistance IHSG hari ini akan berada di 3,940 dan 4,005.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Pick:
HRUM (7,600) – BUY
PGAS (3,500) – BUY
PTBA (20,150) – BUY
TINS (1,890) – BUY

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads