Indosurya: IHSG Bisa Lanjutkan Penguatan

Indosurya: IHSG Bisa Lanjutkan Penguatan

- detikFinance
Rabu, 01 Feb 2012 07:37 WIB
Jakarta - IHSG menguat 26,53 poin (0,68%) di level 3.941,69. Total volume perdagangan BEI mencapai 6,67 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,32 triliun. Sebanyak 131 saham naik, 104 saham turun, dan 122 saham stagnan. LQ-45 naik 0,76% ke level 692,16 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,93% ke level 562,54.

Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks aneka industri yang naik 1,98% ke level 1.399,53; indeks industri dasar naik 1,44% ke level 416,93; indeks manufaktur naik 1,39% ke level 1.022,71; indeks konsumer naik 0,83% ke level 1.322,27; indeks perdagangan naik 0,78% ke level 620,95; indeks properti naik 0,59% ke level 237,17; indeks keuangan naik 0,40% ke level 497,89; indeks pertambangan naik 0,28% ke level 2.710,02; indeks infrastruktur naik 0,04% ke level 707,84. Sementara pelemahan pada indeks perkebunan yang turun 0,23% ke level 2.137,33. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp
100,05 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,14 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,24 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.800 ke Rp 78.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 57.000, United Tractors (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 28.350, Petrosea (PTRO) naik Rp 500 ke Rp 40.000, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 11.300, Lionmesh Prima (LMSH) naik Rp 300 ke Rp 5.000, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 250 ke Rp 9.600, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) naik Rp 225 ke Rp 3.550, dan AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 200 ke Rp 3.650.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah bimbang antara teritori negatif dan positif, akhirnya IHSG bisa rebound dan bertengger pada teritori hijau pada perdagangan kemarin. Laju IHSG sempat tertahan seiring dengan respon negatif investor terhadap kebuntuan pembicaraan restrukturisasi utang antara pemerintah Yunani dan para pemegang surat utang senilai €200 miliar. Kegagalan kesepakatan terjadi menjelang pertemuan para pemimpin Eropa. Di sisi lain, penilaian S&P yang memperingatkan kemungkinan akan mendowngrade kelompok negara G20 jika dinilai gagal memberlakukan reformasi untuk mengekang kenaikan pengeluaran kesehatan dan biaya lainnya yang terkait dana pensiun turut menambah sentimen negatif. Tetapi, menguatnya bursa saham Asia dan Eropa akhirnya mendukung IHSG untuk menghijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.941,69 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.902,16 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.941,69. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.000/US$ dari sebelumnya di level Rp 8.985/US$. Pergerakan ini dipicu sikap investor domestik yang wait and see terhadap rentetan data ekonomi Indonesia yang akan dirilis pada Rabu (1/2), yakni inflasi Januari 2012 dan neraca perdagangan. Di sisi lain, belum ada perkembangan yang signifikan di Eropa sehingga Rupiah pun tidak banyak bergerak. Pada akhirnya, Uni Eropa berhasil mencapai kesepakatan pakta fiskal di antara 25 negara Uni Eropa yang dinilai pasar cukup baik meskipun Inggris dan Republik Ceko menolak. Setidaknya, hal ini bisa meredakan kekhawatiran pasar dan juga ECB terhadap disiplin fiskal di Eropa. US$ sempat sedikit tertekan seiring dengan intervensi ECB pada obligasi Portugal setelah adanya kekhawatiran bahwa Portugal akan bernasib sama seperti Yunani dan rilis data belanja konsumen AS yang menunjukkan masih rapuhnya pemulihan ekonomi AS.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak positif kecuali Australia, Pakistan, dan Sri Lanka. Pergerakan dipicu respon positif investor terhadap sikap PM Yunani, Lucas Papademos, yang menyatakan bahwa kesepakatan restrukrisasi utang akan difinalkan pekan ini. Meskipun kemarin sempat tertahan oleh adanya kekhawatiran akan restrukrisasi utang Portugal dan optimisme atas pemulihan ekonomi AS di tengah-tengah penurunan produksi industri untuk Desember 2011. Indeks Nikkei rebound seiring dengan optimisme akan kekuatan ekonomi AS. Indeks KOSPI menguat dipimpin oleh saham produsen kapal. Indeks ASX melemah seiring pelemahan sektor keuangan dan bahan baku namun, sektor konsumen memimpin penguatan indeks. Indeks Hang Seng dan Shanghai berakhir menguat seiring adanya harapan dari KTT Uni Eropa dan penyelesaian utang Yunani. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Industrial Production (YoY) KorSel di level 2,8% dari sebelumnya 5,8%; Manufacturing PMI Jepang di level 50,7 dari sebelumnya 50,2; Unemployment Rate Jepang di level 4,6% dari sebelumnya 4,5%; Household Spnding (YoY) Jepang di level 0,5% dari sebelumnya -3,2%; NAB Business Confidence Australia di level 3 dari sebelumnya 2; dan Industrial Production (MoM) Jepang di level 4% dari sebelumnya -2,7%.

Bursa saham Eropa bergerak menguat kecuali Spanyol, Swiss, dan Iceland. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap sikap para pemimpin Eropa yang menyetujui pengendalian anggaran negara yang lebih ketat. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan keuangan negara ke depannya. Di sisi lain, di antara mereka juga disepakati adanya pengenaan sanksi bagi negara yang memiliki defisit tinggi pada keuangannya dan diberlakukannya European Stability Mechanism yang mulai beroperasi bulan Juli 2012. Investor juga bereaksi positif terhadap pernyataan PM Yunani yang berkomitmen untuk menyegerakan tercapainya kesepakatan. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Unemployment Rate Jerman di level 6,7% dari sebelumnya 6,8%; Unemployment Rate (MoM) Italia di level 8,9% dari sebelumnya 8,8%; dan Unemployment Rate Eropa di level 10,4%.

Bursa kawasan Amerika bergerak mix dengan pelemahan pada indeks DJIA, S&P500 dan Russel 1000. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor terhadap laporan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan dimana sebelumnya rilis beberapa data ekonomi menunjukkan angka positif dalam beberapa bulan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu S&P Home Price Index (YoY) di level -3,7% dari sebelumnya 3,4%; Chicago PMI di level 60,2 dari sebelumnya 62,5; dan CB Consumer Confidence di level 61,1 dari sebelumnya 64,8.

Pada perdagangan Rabu (1/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.888-3.915 dan resistance 3.954-3.986. IHSG membentuk pola menyerupai bullish harami . Posisi candle masih di sekitar middle bollinger bands. MACD maish bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic terlihat berupaya reversal dari area oversold . Adanya sentimen positif dari Eropa diharapkan bisa memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG sehingga dimungkinkan untuk melanjutkan penguatannya. Rilis inflasi turut menjadi perhatian pasar. Jika hari ini pasar relatif sepi, ada kemungkinan terkait dengan pemisahan dana rekening investor dimana nasabah yang belum membuka rekening tidak bisa melakukan transaksi.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads