First Asia Capital: IHSG Cenderung Melemah

First Asia Capital: IHSG Cenderung Melemah

- detikFinance
Rabu, 01 Feb 2012 10:17 WIB
First Asia Capital: IHSG Cenderung Melemah
Jakarta - Perdagangan saham akhir Januari kemarin berlangsung volatile dengan rentang 39 poin. IHSG yang pada hari sebelumnya terkoreksi hingga 71 poin, kemarin berhasil ditutup di teritori positif naik 26,533 poin atau 0,68% ke posisi 3941,693. Penguatan indeks tersebut lebih terutama didorong aksi beli menjelang menit-menit akhir perdagangan.

Kondisi bursa regional Asia yang berada di zona positif ikut menopang penguatan indeks komposit. Nilai transaksi di pasar Reguler pada perdagangan kemarin meningkat mencapai Rp 4,03 triliun dibandingkan perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp 3,58 triliun. Penguatan IHSG kemarin terutama dipicu rebound-nya saham-saham unggulan seperti saham Grup Astra, sektor semen, pertambangan dan saham infrastruktur.

Bila dilihat sepanjang Januari 2011, IHSG telah menguat rata-rata 3,13%. Penguatan indeks kemarin diperkirakan akan tertahan pada perdagangan awal Februari ini. Pelaku pasar diperkirakan akan lebih banyak mengambil sikap wait and see melihat perkembangan yang terjadi di pasar saham Asia. Likuiditas perdagangan juga diperkirakan akan berkurang seiring mulai diberlakukannya aturan suspend bagi yang tidak memiliki β€˜rekening dana investor’.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu pasar saham global tadi malam ditutup bervariasi. Indeks saham utama di Wall Street, seperti DJIA dan S&P 500, bergerak konsolidasi ditutup minus tipis masing-masing 0,16% dan 0,05%. Sedangkan sejumlah bursa saham di Eropa berhasil ditutup di teritori positif. Pasar saham global sempat bergerak di zona positif merespon optimisme bakal dicapainya kesepakatan restrukturisasi utang Yunani dengan kreditornya pekan ini. Zona Euro juga menyepakati penerapan pakta disiplin anggaran dan dana penyelamatan permanen, sebagai solusi atas krisis utang di kawasan tersebut. Namun data ekonomi AS yang keluar kurang memuaskan, seperti penurunan indeks harga rumah di AS periode November lalu sebesar 1,3%, melanjutkan penurunan pada bulan sebelumnya sebesar 0,7%. Ini merupakan penurunan dalam tiga bulan terakhir berdasarkan home-price index yang dikeluarkan Selasa lalu.

Dengan perkembangan tersebut, IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi sekitar 30-50 poin dengan kecenderungan melemah. Target resisten pertama di 3.970 dan kedua di 3.995. Sedangkan peluang koreksi diperkirakan akan tertahan di level support pertama di 3.890 dan kedua di 3.875. Beberapa saham unggulan terutama yang bergerak di sektor pertambangan logam, infrastruktur dan industri dasar rawan akan aksi ambil untung investor mengingat pergerakan harga sahamnya yang sudah relatif tinggi. Pelaku pasar bisa melakukan aksi beli atas saham perbankan berkapitalisasi besar, tambang batubara, dan barang konsumsi mengingat harga sahamnya yang relatif masih murah.

IHSG S1 3.890 S2 3.875 R1 3.970 dan R2 3.995

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads