Kondisi bursa regional Asia yang berada di zona positif ikut menopang penguatan indeks komposit. Nilai transaksi di pasar Reguler pada perdagangan kemarin meningkat mencapai Rp 4,03 triliun dibandingkan perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp 3,58 triliun. Penguatan IHSG kemarin terutama dipicu rebound-nya saham-saham unggulan seperti saham Grup Astra, sektor semen, pertambangan dan saham infrastruktur.
Bila dilihat sepanjang Januari 2011, IHSG telah menguat rata-rata 3,13%. Penguatan indeks kemarin diperkirakan akan tertahan pada perdagangan awal Februari ini. Pelaku pasar diperkirakan akan lebih banyak mengambil sikap wait and see melihat perkembangan yang terjadi di pasar saham Asia. Likuiditas perdagangan juga diperkirakan akan berkurang seiring mulai diberlakukannya aturan suspend bagi yang tidak memiliki βrekening dana investorβ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan perkembangan tersebut, IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi sekitar 30-50 poin dengan kecenderungan melemah. Target resisten pertama di 3.970 dan kedua di 3.995. Sedangkan peluang koreksi diperkirakan akan tertahan di level support pertama di 3.890 dan kedua di 3.875. Beberapa saham unggulan terutama yang bergerak di sektor pertambangan logam, infrastruktur dan industri dasar rawan akan aksi ambil untung investor mengingat pergerakan harga sahamnya yang sudah relatif tinggi. Pelaku pasar bisa melakukan aksi beli atas saham perbankan berkapitalisasi besar, tambang batubara, dan barang konsumsi mengingat harga sahamnya yang relatif masih murah.
IHSG S1 3.890 S2 3.875 R1 3.970 dan R2 3.995
(dnl/dnl)











































